Hari Minggu
Dirumah sakit keluarga Jung, di ruang rawat haechan, entah kenapa jadi tempat berkumpul seperti ini
"Baiklah, ini pertemuan pertemuan kita untuk diskusi" ucap Jisung yang baru saja beberpaa menit lalu tiba sekalian membesuk Haechan.
Diruang ini, ada Jisung, Rena, Mark, Renjun, dan Jeno, tak lupa si prmilik ruangan sementara itu.
Haechan hanya diam saja ingin kesal tapi tak bisa karena ruang inapnya jadi tempat berkumpul begini
"Jaemin enggak kemari juga?" Tanya Haechan
"Enggak, dia sedang menjaga minimarket" ucap Renjun
"Oke, selamat bergabung untuk perserta baru, apa kalian ingin memperkenalkan diri kalian, haha" ucap Jisung
"Langsung ke inti aja, enggak usah banyak² pembukaan nya" ucap Jeno
"Silahkan siapa yang mau mulai dulu, aku yakin masalah kalian itu masih berkaitan satu smaa lain" ucap Jisung smabil menyamankan duduk nya di sofa, mereka duduk di sofa kecuali Haechan yang duduk di kasur rumah sakitnya.
"Karina tingkahnya semakin aneh, orangtuanya ingin membawanya ke rumah sakit jiwa, tapi gue yakin dia itu enggak kena gangguan jiwa" ucap Jeno menjelaskan panjang lebar mengnai kondisi mantan pacarnya itu
"Tapi siapa dia?" Tanya Jisung yang tak mengenal orang yang di maksud
"Mantan pacar nya" jawab Haechan, dan Jisung mengangguk mengerti
Rena heran karena melihat Mark diam merenung saja
"Kenapa lu?" Tanya Rena berbisik
"Enggak papah" jawab Mark, entah kenapa ia jadi ingat Shotaro setlah mendengar cerita Jeno
"Akhir² saya mimpi aneh, mimpi menyeramkan, tapi entah kenapa saya merasa itu seperti bukan mimpi" ucap Renjun mulai berbicara
"Mimpi? Kak Renjun mimpi apa?" Tanya Rena dengan antusias
"Di dalam mimpi, suasanya beda tak ada banyak cahaya, hanya ada sedikit cahya kecil, dan saya bertemu sosok mahluk yang terlihat menyeramkan, dia selalu membawa benda tajam yang besar" ucap renjun bercerita
"Apa sangat tinggi?" ucap Haechan
"Iyah kurasa tinggi sampai 200 cm, dan tubuhnya besar, dan setiap tempat di mimpi yang saya datangan, sosok itu memliki bentuk yang berbeda, namun selalu dengan membawa senjata tajam ditangannya" jelas Renjun
"Senjata seperti apa?" Tanya Jisung penasaran
"Seperti kampak, palu, garpu rumput, namun ukurannya besar, dan makluk itu jika melihat saya pasti mengejar" jelas Rwnjun lagi mengenai mimpi
"Itu serem banget bro" ucap Haechm merinding, menarik selimut hingga ke dadanya
"di dalam mimpi, apa lu sakit kalau terjatuh?" Tanya Jeno
"Iyah, bahkan rasa sakitnya masih terasa hingga terbangun dari mimpi" jelas Renjun
"Berarti itu bukan sepenuhnya mimpi" jawab Mark yang sedari tadi menyimak
"Kenapa begitu?" Tanya Rena bingung
"Yah bisa begitu, karena Kak Renjun sebenarnya memiliki kemampuan istimewa" jawab Mark
KAMU SEDANG MEMBACA
INDIGO 2 | Renjun
TerrorKim Rena gadis indigo yang memulai pertualangan mengungkap misteri yang berkaitan dengan sekolahnya 14 tahun lalu, dikarenakan Rena terus di teror oleh hantu wanita. Selain itu, Rena menjaga jarak dengan kakak seniornya yaitu Huang Renjun yang mula...
