Chapter 23

6 2 0
                                        

Hari libur,

Rena sangat heran dengan mama nya yang kelihatan aneh akhir² ini, bahkan lebih emosional.

'Apa mama sedang hamil?' Batin Rena karena mama akhir²ini berbeda dari biasanya.

Tapi Rena menepis dugaan itu, karena mama pernah mengaku juga sudah tak berniat memiliki anak lagi.

Rena melihat sekeliling rumah, benar² sepi dan hening hanya ada suara tokek yang terdengar.

"Uhh, suara tokek jadi merinding" gumam Rena

Kakinya melangkah ke sekeliling dalam rumah mencari keberadaan mama nya.

Rena membuka pintu kamar orang tua nya, mengintip sedikit dari balik pintu.

"Sepi" gumam Rena karena tak menemukan siap² dia kamar orang tua nya.

Namun Rena merasa hidungnya terganggu dengan aroma aneh, entah dari mana usul nya tapi Rena merasa ini dari kamar orang tua nya.

"Uhh apa ada tikus mati di kamar mama yah" gumam Rena

Rena jujur saja tidak berani masuk ke kamar mama.

Memilih untuk menutup pintunya namun kaget saat mendnegar suara erangan lirih, suara erangan kesakitan.

"Huh? Suara apa itu" gumam Rena mencoba untuk fokus dan mendengarkan suara apa yang masuk ke gendang telinganya.

Tanpa Rena sadari, Mama sudah ada di brlkaang Rena dengan tatapan seolah mrnangkap basah pencuri.

"Rena kamu sedang apa?"

Suara ini cukup mrmbuat tubuh Rena gugup, dengan perlahan Rena menoleh menatap mama.

"Maaf ma, Rena mencari mama" ucap Rena

"Mama, dari luar" jawab mama singkat, lalu masuk kedalam kamar dan menutup pintu tepat di depan wajah Rena.

Rena mengerutkan alisnya mencoba memahami kejadian barusan.

Sekarang sudah siang hari.

Rena sedang menonton TV, mulutnya sibuk menguyah popcorn.

"Mama krnapa di kamar saja sejak pagi" gumam Rena menatap pintu kamar mama.

"Huh?"gumam Rena saat dengan ada suara aneh masuk kedalam telinganya.

Rena tidka tahu ini suara nyamuk tau suara manusia karena terdengan sangat pelan.

"Halusinasi"

Rena menyimpulkan sendiri, dan tidak mau mengambil pusing.

Tidak lama itu mama keluar kamar, dengan pakaian berantakan dan rambut terlihat berantakan.

Mama berjalan menuju dapur dengan santai saja.

Rena menghampiri mama berniat untuk membantu, Rena memilih mencuci wortel.

Saat mencuci wortel Rena menatap mama nya, matan Rena melihat ada cakaran di tangan mama

DEP

Rena tiba2 berfikir, apa mama nya ini stress, dan melukai dirinya sendiri.

"Kamu terlalu lama mencuci wortel" tegur mama

"Maaf ma" Rena segera mentiriskan wortel yang sudah di cuci bersih.

"Mama kenapa yah papa tidak bisa di hubungi" ucap Rena bertanya ke mama

Tiba² mama memotong kol dengan kasar, itu membuat Rena menjadi panik

'Apa salah tanya?' Batin Rena merasa menyesal .

"Papa baik² saja"jawab mama

"Papa, dinas ketempat yang terpencil, dan susah sinyal jadi kamu susah menghubungi papa" ucap mama

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 2 days ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

INDIGO 2 | RenjunTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang