Chapter 17

58 4 0
                                        

Sekarang sore hari, Haechan makan dengan lahap makanan rumah sakit, Jaemin dan Jeno duduk santai di sofa

"Setelah ini lu mau kemana?" Tanya Jeno

"Entahlah, klau gue balik ke rumah gue enggak yakin bakal aman" ucap Haechan

"Apa Maid tang kerja di rumah lu itu, di bayar sama kak gayoung?" Tanya Jaemin

Haechan mencoba mengingat sesuatu sambil terus makan

"Terakhir kali yang gue inget itu saat gue makan bubur buatan kak gayoung" ucap Haechan

" berartu benar, kak gayoung sudah merencanakan ini semua, dan tak mungkin maid mu tak tahu" ucap Jaemin

"Atau mungkin ada mata² di antara Maid dan melaporkan ke kak gayoung" ucap Jeno

"Gue udah enggak peduliin itu, gue cuman mau hidup jauh dari kak gayoung" ucap Haechan

"Masalah enggak akan selesai, jika belum menghilangkan akar masalanya, gue yakin selama kak gayoung bebas dia bisa mengincar lu lagi" jelas jeno

"Lu bener" ucap Haechan membetulkan

"Gue rasa ada orang yang bantu kak gayoung untuk melakukan hal itu" ucap Haechan

"Kemungkinan sih iyah" ucap Jeno

Haechan menghela nafas, haechan rerus berfikir apa ia membyat kesalahan hingga kak gayoung ingin membunuhnya

"Guys gue mau cerita sedikit" ucap Jeno memecah keheningan

"Banyak juga enggak masalah" ucap Haechan

Jaemin bangun dari duduknya menghampiri haechan, membantu mengambil nampan makanan dan menarihnya di meja kecil di samping ranjang

"Ini tentang Karina" ucap Jeno

"Kenapa dia?" Tanya Jaemin

"Gue rasa di ketempelan, tingkahnya semakin aneh sejak di kerasukan pertama kali" ucap Jeno

Jeno bercerita yang ia tahu dari dia melihat Karina makan daun, menusuk adik kelas, bahkan cerita Irene kemarin.

"Lalu kondisinya sekarang bagaimana?" Tanya Haechan

"Masih belum ada perubahan" jawab Jeno

"Kemungkinan bisa jadi memang Karina ketempelan, pasti ada yang incar dia buat dijadikan tumbal" ucap Jaemin yang menyukai film horor

Jeno menghela nafas, ia tak begitu percaya mistis, baginya itu tidak masuk akal, sampai kejadian menimpa karina membuatnya sedikit percaya.

"Kemana Renjun? Tanta Haechan tak melihat Renjun

"Dia lagi dirumah jisung" ucap Jaemin

•••

Rena baru saja selesai mandi sore, ia merasa sangat² segar sekali

Rena merebahkan fiirnya di kasur yang empuk, menatap atap kamarnya.

"Mama pergi lagi ke rumah nenek, gue sendirian di rumah" ucap Rena bergumam

"Apa gue ke rumah bibi zhong aja yah" gumam Rena

Rena mencoba melepon bibi zhong, berharap bibi Zhong memgangkat telepon nya

"[Hallo, ada apa nak?]"

"Bibi, apa sedang dirumah"

"[Bibi sedang di rumah anak bibi" ucap Bibi Zhong

"Oh baiklah kalau begitu, aku hamya ingin menyapa saja" ucap Rena lalu menuup panghilan telepon

INDIGO 2 | RenjunTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang