Singkat cerita, Freya dan Fiony mengaku sebagai teman dan Jessi tidak menaruh kecurigaan apapun pada mereka. Namun, Jessi tidak rela kalau Flora meninggalkannya naik mobil sendirian, jadi Jessi menyuruh Christy membawa mobilnya sementara dia ikut Flora untuk pulang bersama Freya dan Fiony. Setelah mengantar Flora dan Freya sampai di rumah, Jessi pun pulang bersama Fiony.
Keesokan harinya saat Jessi menjemput Flora untuk sekolah, Jessi memberikan jaket olahraga pada Freya sebagai hadiah. Jaket itu kembaran dengan milik Jessi. Freya bingung dan takut Flora salah paham, tetapi Jessi bilang itu tak masalah sebab kalau Flora ingin jaket yang sama juga maka dia harus meminta sendiri pada Jessi. Obrolan mereka berdua didengar Flora karena aslinya Flora sedang duduk di sebelah Freya saat Freya dan Jessi membicarakan itu. Namun Flora tetap mengelak dan denial seperti biasa. Alasan Jessi tiba-tiba memberikan Freya jaket adalah untuk menyuapnya agar didukung mendekati Flora. Tidak hanya Freya, tetapi Jessi juga membawa banyak bahan makanan dan perkakas untuk diberikan pada kedua orangtua Flora. Kata Jessi itu adalah lamaran mini.
Beberapa hari kemudian, acara study tourpun dilaksanakan. Saat masuk bus, Flora kaget karena tiba-tiba yang duduk di sebelahmya bukan Ella, melainkan Jessi. Jessi mengaku dia menukar tempat duduk dengan Ella di bus sebelah karena dia tahu Ella ingin duduk dengan Callie. Callie adalah teman sekelas Jessi. Jadi ini kesempatan bagi Jessi. Kali ini Flora tidak kesal atau marah, tetapi hanya menganggap Jessi aneh. Flora juga lebih santai. Dia tak lagi peduli saat teman-teman sekelasnya yang lain meledek mereka. Selama perjalanan Jessi juga tidak menyebalkan, dia membagi camilan, bertukar cerita, membiarkan bahunya dijadikan Flora bantal saat ketiduran, bahkan mencegah anak-anak lain mempotret momen langka di mana Flora mau dekat dengan Jessi. Aslinya Flora tidak tidur, tetapi mengetahui bagaimana Jessi benar-benar menjaga dan memperlakukannya dengan baik, hati Flora terasa hangat.
Selama tur di Bali, Jessi terus ikut rombongan kelas Flora, berusaha tetap dekat dengan Flora. Jessi pamer pengetahuan soal sejarah dan sosiologi, makan bersama, bersendagurau bersama. Semuanya bersama. Study tour itu pun membuat hubungan mereka makin dekat. Pada malam terakhir setelah seminggu study tour itu diadakan, mereka membuat acara farewell kecil-kecilan di halaman belakang hotel yang langsung terhubung dengan pantai. Saat yang lain makan dan bersenang-senang, Flora menyendiri di bibir pantai. Jessi lalu menghampirinya dan mereka bertukar banyak cerita. Soal harapan, cita-cita, dan impian. Flora bilang alasan dia masuk PMR adalah karena ingin membantu orang lain sebisanya, setidaknya dia harus bisa memberikan pertolongan pertama. Flora tidak mau melihat orang-orang di sekitarnya terluka, atau yang lebih parah pergi (mati). Jessi merasa ada yang aneh dari penjelasan itu, tapi dia tak tahu apa yang salah. Tiba-tiba mereka ketahuan sedang berduaan dan segera diledek habis-habisan. Mereka sengaja merusak momen Flora dan Jessi bersama dengan mengajak mereka segera berkumpul dengan yamg lain untuk berfoto.
Setelah foto, beberapa anak menghidupkan kembang api besar. Flora langsung membeku, suara ledakan kembang api yang keras membuatnya takut. Bukan takut yang biasa, melainkan disertai proyeksi masa lalu di mana dia melihat sebuah mobil meledak di tengah jalan. Flora segera pergi dari halaman belakang karena dadanya sangat sesak, suara kembang api itu juga mengganggunya. Jessi menyusul Flora khawatir karena tiba-tiba Flora pergi. Flora bersembunyi di parkiran dengan tubuh gemetaran. Flora menutup telinga dan menangis, Jessi langsung berusaha membantunya menutup telinga, tapi Flora yang masih terus menangis tak sadar kalau dua mencengkeram kedua tangan Jessi di telinganya menggunakan kuku, hasilnya tangan Jessi terluka. Setelah Flora tenang, Flora meminta maaf lalu mengajak Jessi ke resepsionis, meminta kotak P3K dan mengobatinya di lobi.
Di sana Flora bercerita kalau dulu dia pernah mengalami kecelakaan mobil. Saat itu usianya masih tujuh tahun, dan sayangnya orangtuanya meninggal di kecelakaan itu. Flora selamat karena dia terlempar dari dalam mobil. Sayangnya mobil itu kemudian meledak. Makanya sekarang kalau mendengar suara ledakan Flora jadi ketakutan. Itu juga alasan mengapa saat pensi kemarin Flora sakit, karena tanggal itu adalah tanggal kematian orangtuanya. Maka dari itu, Freya bukanlah adik kandung Flora. Ibu Freya adalah adik perempuan ibu Flora. Namanya Anin, dan ibu Flora namanya Yupi. Jessi seperti tersadar sesuatu. Namun Jessi tak sempat mengatakan apapun karena Ashel dan Adel datang menghampiri mereka dengan khawatir.
KAMU SEDANG MEMBACA
Flora
Fiksi PenggemarSuka menari dan akan selalu berusaha menjadi sumber energimu.
