Peristiwa Taman Mawar

67 7 0
                                        

Suasana aneh menyelimuti suasana di sekitar gazebo taman mawar tersebut. 

“Maafkan aku.” 

Duke Olean memecah suasana hening itu dengan nada penuh penyesalan. Ia mengangkat tubuh Esmeralda, lalu meletakkannya ke tempat semula sambil berkata, “Aku tak tahu harus melakukan apa ketika melihat Anda menangis.” 

Esmeralda tersipu malu mendengar kalimat pria di hadapannya. Ia melihat Duke Olean sebagai playboy ulung. Suara pria itu begitu rendah dan merdu, sementara kata-katanya membuat hati terasa dipeluk hangat oleh sesuatu yang tak kasat mata. 

“Tidak-tidak, tak apa,” sahut Esmeralda. 

Seketika, rasa rindu pada Pelayan Kembarnya pun menguap seolah tak pernah merindu. Ia segera menghapus air matanya dan tersenyum menatap sang Suami Simpanannya. 

“Sejak kapan kamu berada di sini?” Ia bertanya sambil mengulurkan tangan, mengusap pipi Duke Olean yang begitu pucat. Esmeralda baru sadar, bahwa pria itu memiliki mata berwarna biru. Warna itu mengingatkannya pada laut indah yang pernah ia kunjungi pada masa lalu. 

“Baru saja.” Duke Olean menjawab pelan, mengusap pipinya pada telapak tangan lembut Esmeralda. Sekelebat bayangan pun muncul dalam kepalanya, memperlihatkan ulang tentang malam panas yang mereka lewati kemarin.

Tanpa sengaja, mata Esmeralda melihat sesuatu tercetak jelas di celana Duke Olean. Semakin lama semakin jelas. Ia terbelalak, meneguk ludah dengan kasar sambil tersipu malu. Suasana canggung berubah panas. 

Ia dengan cepat menarik tangannya dari pipi Duke Olean dan mengipasi wajah yang merah. Matanya beralih menatap dinding mawar di sisi kanan, sambil berusaha melupakan siluet cetakan yang jelas terekam di ingatannya.

“Ehemm, Duke. Kenapa kamu menemui saya?” 

Esmeralda berbicara sambil berdehem. Ia mendongak, menatap manik mata berwarna biru lautan itu. 

“Itu …” Duke Olean tampak ragu untuk mengungkapkan maksud kedatangannya. Ia malu dan bingung. Matanya terpejam, tak mampu menatap sosok Esmeralda yang tampak begitu imut dan sexy. Desahan napas kasar pun lolos dari bibirnya. Hasratnya semakin membara, ia bahkan hampir tak bisa menahan diri untuk mencium sang Istri. 

“Kenapa?” Esmeralda bangkit. Ia mulai panik dan khawatir melihat wajah pucat Duke Olean berubah menjadi merah, disertai keringat-keringat dingin. Ia takut jika pria itu jatuh pingsan atau sakit. 

Akhirnya, Esmeralda pun menarik pria itu menuju kamar dan membaringkannya tanpa memberikan kesempatan untuk. Duke Olean tak bisa berkata apa-apa, ia pasrah diperlakukan seperti orang yang lemah. Padahal, ia hampir tidak pernah sakit semenjak terjun ke medan perang pada usia lima tahun. Fisik dan jiwanya sudah terlatih kuat. 

Esmeralda pergi selama beberapa saat, lalu kembali ke kamar sambil menenteng seember air dengan selembar handuk basah di dalamnya. Ia menarik kursi dan meletakkan ember air di pinggir ranjang. 

“Duke, seharusnya kamu tak perlu memaksakan diri untuk datang ke sini jika sakit,” kata Esmeralda, menghela napas. 

Ia memunculkan sebuah api dan dipakai untuk menghangatkan air di ember tersebut. Duke Olean pun menatapnya dengan penuh kebingungan. 

“Kamu bisa menggunakan sihir?” tanya Duke Olean. Ia baru tahu kalau Esmeralda ternyata bisa menggunakan sihir. 

Alih-alih menjawab, Esmeralda malah tersenyum kecut dan mengangguk ringan. Ia memang bisa melakukannya, tapi tak seberapa. Di saat saudara-saudaranya yang lain bisa menggunakan sihir tingkat atas, ia justru hanya bisa mengeluarkan api kecil dari telapak tangan. 

“Tak ada yang istimewa dari sihirku ini, hanya sihir tingkat rendah,” balas Esmeralda. 

Dirasa bahwa air sudah hangat, ia pun memeras handuk dan menempelkannya pada kening Duke Olean. Sementara pria itu tak bergeming ketika ditempelkan handuk hangat, seperti orang demam. Dirinya baik-baik saja, tapi rasanya sayang untuk melewatkan perhatian yang begitu menggelitik perutnya.

Semakin lama ia berada di dekat Esmeralda, semakin berbeda pula dirinya. Kasih sayang yang Esmeralda berikan begitu candu. Ibarat ember kosong, berapa kali pun diisi tak akan pernah penuh. Itulah kondisi Duke Olean saat ini. 

“Jangan bergerak, tunggu sampai aku kembali.”

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 08, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Suami SimpananCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang