25

1.3K 58 11
                                        

Sinar mentari yang menembus sela sela jendela pagi ini tampak nya tak mengusik tidur lelap dua orang yang sudah Sah menjadi Suami Istri.

dengan berbantal lengan suami nya Anin tampak sangat nyaman tidur dengan posisi memeluk Defan, Suami nya.

sedangkan Defan mulai membuka matanya saat suara burung berkicau dengan sangat keras. pandangan Defan tertuju pada Anin, istrinya itu terlihat sangat cantik. rasanya Defan ingin berteriak sekeras mungkin pada dunia jika ia sangat beruntung memiliki Anin di hidupnya.

"sayangg" bisik Defan di telinga Anin.

Anin menggeliat lalu perlahan membuka matanya. Defan tersenyum pada Anin, Anin juga tersenyum manis pada Defan.

"good morning istriku" ucap Defan lalu mencium kening Anin cukup lama.

"morning suamiku" ucap Anin mengeratkan pelukannya.

"mau kemana kita hari ini?" tanya Defan.

Defan mengelus pundak Anin dengan lembut. memberi kenyamanan pada sang istri.

"hari ini kita di hotel aja, menikmati waktu berdua sebelum kamu sibuk lagi nanti" ucap Anin.

"kamu yakin? kita di paris loh, aku juga belum bisa jamin kita bakal bisa liburan keluar negeri lagi atau engga nanti" ucap Defan.

karena pekerjaan Dokter yang sangat sibuk membuat Defan sangat sulit untuk mengajak Anin dan Al pergi liburan nanti nya.

"yakin sayang, nanti sore kita belanja oleh oleh ya buat orang orang" ucap Anin. Defan hanya mengangguk.

satu minggu yang lalu Anin dan Defan resmi menjadi pasangan suami istri. dan sekarang mereka sedang Honeymoon di paris, terhitung sudah 5 hari mereka berlibur dan besok mereka sudah kembali ke Jakarta.

★ ★ ★

"papa.. kapan mommy pulang" ucap Al pada Aran.

Selama Anin dan Defan berlibur, Al menginap di rumah Papa nya. Al selalu meminta Aran menelfon Anin untuk menanyakan kapan Mommy nya itu akan pulang.

bukan nya Al tak nyaman tinggal di rumah Papa nya, tapi rasa rindu pada Mommy nya sudah tak terbendung.

"besok bang, besok mommy sama daddy kamu udah pulang" ucap Aran mengelus kepala putra nya.

"tapi abang udah kangen sama mommy" ucap Al cemberut.

"sabar ya bang, papa juga kangen kok" ucap Aran.

plak.

"heh! ngomong apa barusan" ucap Shani melotot.

"e-engga sayang itu a-anu"

"anu anu apaan. buaya banget jadi orang, heran" ucap Shani lalu meninggalkan Aran dan pergi ke kamar nya.

"bunda marah ya pah?" tanya Al.

"iya, nanti aja papa bujuk"

"kamu tidur siang sama zen sana, nanti malem kita jalan jalan ke mall" ucap Aran.

"beneran pah?" ucap Al dengan girang.

Perjodohan PaksaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang