"kenapa kamu kembali lagi kesini, aninditha" ucap Ardan.
"bukankah kami sudah menyuruhmu untuk pergi dari kehidupan putra saya untuk selamanya?" ucap Anastasia.
Pagi ini Ardan dan Anastasia datang ke kantor Aran untuk menemui Anin di ruang sekretaris nya.
"saya dan mas aran sudah tidak ada hubungan apa apa lagi om,tante. saya juga sudah bertunangan dan akan menikah bulan depan" ucap Anin serta menunjukkan cincin di jarinya.
"saya tidak peduli itu, saya hanya tidak mau kamu mengganggu rumah tangga putra saya" ucap Anastasia.
Anin tak mengerti apa tujuan orang tua Aran datang menemui nya. Anin tak pernah mengganggu hubungan Aran dan Shani. apalagi berniat untuk merebut Aran dari Shani.
Anin senang jika Aran bahagia dengan hidup nya sekarang. selama Anin pergi dari Indonesia, Anin selalu meminta temannya yang di Indonesia untuk selalu memberi tahu kabar Aran kepada nya. Anin tahu selama Anin pergi, hidup Aran banyak berubah. Ia seperti kehilangan dunia nya.
"lalu bagaimana dengan Al? Al adalah anak mas aran dan itu berarti Al juga cucu kalian, sama seperti Zen" ucap Anin.
"kami tidak ingin cucu yang lahir dari rahim orang seperti kamu" ucap Anastasia.
"saya sangat yakin jika Al bukan anak kandung putra saya" ucap Ardan.
brak.
Aran mendorong pintu ruangan Anin dengan sangat keras. membuat ketiga orang disana menoleh ke arah nya.
"ngapain bunda sama papa dateng kesini? aran udah bilang jangan pernah ganggu hidup anin dengan ucapan sampah kalian" ucap Aran dengan penuh amarah.
Aran baru tiba di Jakarta dan langsung mendapat kabar dari orang kepercayaannya jika kedua orang tua nya datang menemui Anin.
Aran langsung pergi ke kantor menggunakan ojek. sedangkan Shani,Zen,dan Keyra langsung Aran suruh pulang dengan supir yang sudah menjemput mereka.
Aran hanya tak mau jika orang tua nya mengatakan hal yang tidak pantas kepada Anin.
"papa sama bunda hanya memastikan kalo perempuan ini tidak mengganggu rumah tangga kamu dengan shani" ucap Ardan menunjuk Anin.
"itu gak perlu, aran bisa mengurus rumah tangga aran sendiri. dan aran sangat yakin jika anin gak akan pernah ganggu rumah tangga aran sama shani" ucap Aran.
"tapi kenyataannya kamu dan shani pisah rumah karena dia kembali di kehidupan kamu, aran" ucap Anastasia.
"itu salah aran sendiri yang gak jujur ke shani tentang masa lalu aran sama anin" ucap Aran.
"cukup bun, jangan selalu salahin anin. dia perempuan baik. udah cukup selama ini anin menerima perlakuan buruk dari kalian"
"Al itu anak kandung aran sama anin, aran minta sama bunda dan papa untuk menyayangi Al sama seperti kalian menyayangi Zen. mereka berdua sama sama cucu kalian meskipun dari rahim yang berbeda. mereka anak aran pah,bund" ucap Aran dengan mata berkaca kaca.
beberapa minggu ini Aran mencoba untuk mendekatkan Al dengan Ardan dan Anastasia tetapi mereka berdua selalu menolak untuk bertemu dengan Al
Anin juga berkata jika mereka berdua tidak mau bertemu dengan Al bahkan tidak menganggap cucu nya maka tidak usah di paksakan. namun Aran selalu berusaha mempertemukan Al dengan kakek nenek nya.
"papa sama bunda akan lakukan tes DNA antara kamu dan Al, untuk membuktikan kebenarannya" ucap Ardan lalu pergi dari ruangan Anin.
"besok bawa Al ke rumah sakit milik kakek jam 10, jangan terlambat" ucap Anastasia lalu menyusul Suami nya pergi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjodohan Paksa
RomanceDua orang yang terpaksa harus menikah karena perjodohan konyol yang orang tua mereka buat. "saya menikahimu karena perjodohan paksa orang tua kita, jadi jangan berharap lebih pada pernikahan ini"ucap seorang lelaki. "aku cinta sama kamu tapi kamu ga...
