Setelah berpamitan, Azzam dan Lea pun langsung bergegas menuju kearah mobil nya berada, dengan niat langsung ingin pulang.
Sepanjang perjalanan menuju mobil, wajah Lea tampak masam. Ia sama sekali tidak memberikan senyuman. Sepertinya suasana hati Lea benar benar buruk malam ini.
Azzam yang melihat tingkah laku istrinya itu, langsung menyadari bahwa suasana hati istrinya sedang tidak baik-baik saja.
"Sayang... " Panggil Azzam.
Namun hasilnya nihil, Azzam sama sekali tidak mendapat jawaban.
"Lea, kamu marah ya?" Tanya nya sekali lagi.
Melihat Azzam yang mencoba berbicara dengan dirinya, membuat Lea tidak tega untuk tidak menjawab perkataan tersebut. Akhirnya Lea memutuskan untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan suaminya itu.
"Engga" Jawabnya singkat.
Perjalanan mereka dari ndalem menuju tempat dimana mobil mereka berada memang cukup jauh, namun sekarang, Azzam dan Lea sudah masuk kedalam mobil miliknya.
"IH AKU KESEL BANGET ANJING" kata Lea secara tiba-tiba.
Azzam yang mendengar perkataan itu sontak terkejut, ia langsung memberhentikan niatnya untuk menghidupkan mobil dan pergi meninggalkan pondok pesantren.
Azzam kini berbalik menghadap kearah Lea.
"Istighfar sayang, istighfar..."
"Jangan kaya gitu. " Ujar Azzam lagi
"Astaghfirullah, maaf ya Allah, Lea enggak sengaja." Jawab Lea.
"Kamu itu kenapa, coba sini bilang" Lagi-lagi Azzam mencoba bertanya agar mengetahui suasa hati Lea saat ini
"Kamu kesel gara-gara kejadian tadi ya?" Kini Azzam bertanya lagi, sambil mengelus punggung Lea, berharap itu bisa menyalurkan sedikit ketenangan untuk hati Lea yang sedang dipenuhi kemarahan.
Alih-alih menjawab pertanyaan dari Azzam , Lea malah melontarkan perkataan yang lainnya. "Ayo kita pulang" ujarnya.
Mendengar jawaban dari Lea, membuat Azzam mengelus punggung dan kepala Lea secara bergantian, "Iya, ayo kita pulang." Ucap Azzam.
Azzam beralih ke posisi semula, ia langsung menghidupkan mesin mobilnya, dan melaju meninggalkan pondok pesantren ini.
---
Azzam memberhentikan laju mobilnya tepat di depan supermarket, sekarang Azzam bermaksud untuk menepati janjinya kepada Lea. Janji yang ia ucapkan pada saat berada di Ndalem.
Azzam memang hanya berjanji akan membawa Lea membeli ice cream, namun janji tetaplah janji, maka dari itu janji harus ditepati.
"Ayo turun sayang, kita beli ice cream, kamu juga bisa beli yang lain-lain sesuai kemauan kamu." Ujar Azzam berniat untuk mengajak Lea turun dari dalam mobil.
Sebenarnya suasana hati Lea masih sangat buruk, ia benar-benar merasa kesal pada malam ini. Namun, siapa yang bisa menolak jika diajak untuk jajan sepuasnya.
Maka dari itu, Lea berusaha menyingkirkan semua perasaan kesal yang ada didalam hatinya. Ia ingin berbelanja dengan tenang malam hari ini.
Lea tersenyum. "Aku mau beli semua jenis cemilan ya." Ucap Lea kepada Azzam, memang sedikit tidak tahu malu, dan lupa diri.
Namun Azzam tetap membalas nya dengan sabar dan senyuman nya itu
"Iya sayang, ambil semua yang kamu mau." Jawab Azzam.
"Tapi nanti cerita ya kamu marah karena apa" Lanjut Azzam.
"Iya gampang itumah" Jawab Lea dengan antusias. Jujur saja,walaupun sedang kesal, tapi Lea tetap bersemangat untuk menghabiskan uang yang ada didalam dompet milik suaminya itu.
Azzam keluar dari mobil terlebih dahulu, lalu ia beralih membukakan pintu mobil untuk istrinya.
Melihat perlakuan Azzam, membuat Lea lagi lagi tersenyum.
🤍🤍🤍🤍
YEAY
akhirnya aku bisa update lagi, melawan rasa malas ku selama beberapa tahun ini hahaha
Makasi buat yang masih mau baca🤍🤍
Terus support cerita ini ya, kalau bisa bantu promosiin dan ajak pembaca lain buat baca cerita ini
KAMU SEDANG MEMBACA
MAS SANTRI
Teen Fiction[ FOLLOW SEBELUM MEMBACA. ] "Gue kira perjodohan itu cuma ada di novel-novel, ternyata gue dijodohin juga." -Leana Start : 15 Maret 2022 Finish : ⚠️JIKA ADA KESAMAAN ITU HANYA KEBETULAN⚠️ BUKAN CERITA ++++ [ DILARANG PLAGIAT⚠️ ] 🌟 CERITA INI MURNI...
