CHAPTER 14
「 ✦ Wounded ✦ 」
──── ୨୧ ────
-
Davian duduk di salah satu bangku kayu di belakang sekolah. Sebatang rokok terselip di antara jarinya, asap tipis mengepul ke udara. Pandangannya kosong, menatap pohon-pohon di sekitarnya tanpa benar-benar melihat. Ia menghirup rokoknya dalam-dalam, mencoba meredakan pikiran yang sejak pagi terus berkecamuk.
Langkah ringan terdengar mendekat. Tak lama kemudian, sepasang tangan melingkar di bahunya dari belakang.
"Kok kamu nggak ngabarin aku kalo udah masuk sih? Emang kamu udah sembuh?" Suara manja Syera terdengar di telinganya.
Davian menoleh sedikit, menatap Syera dengan wajah datar. Tidak ada senyuman, tidak ada kehangatan.
"Buat apa? Gak dibales juga sama kamu, males. Buang-buang waktu." Nada bicaranya datar, hampir tanpa emosi.
Syera mengerucutkan bibirnya, berusaha terlihat imut. "Ih kamu kok gitu sih, aku kan lagi belajar kemarin jadi aku nggak bisa bales pesan kamu."
Davian hanya mengangkat alis. "Belajar?" Ia menghembuskan asap rokoknya perlahan sebelum menatapnya tajam.
"Lo nggak pernah belajar sampai lupa ngecek handphone. Jangan cari alasan yang nggak masuk akal."
Syera terdiam sesaat, tidak menyangka Davian akan sekeras itu. Ia menarik tangannya, lalu duduk di sebelahnya sambil melipat tangan di dada.
Syera mengerucutkan bibirnya, mencoba terlihat menggemaskan. "Astaga, kok kamu jadi marah-marah gini? Aku nggak bermaksud cuekin kamu kok, sayang." Ia mempererat pelukannya, bersandar manja di bahu Davian.
Davian bergeming, tidak menanggapi sikap manja Syera seperti biasanya. Ada sesuatu yang mengusik hatinya, membuatnya tidak fokus pada Syera yang terus berbicara.
"Kamu dengerin aku nggak sih?" tanya Syera dengan nada sedikit kesal, menyadari Davian melamun. Ia melepaskan pelukannya dan menatap wajah Davian yang terlihat kosong.
Davian mengusap wajahnya dengan kasar, seolah ingin menyingkirkan pikirannya yang mengganggu.
"Gue denger. Tapi jujur, Sye, gue lagi nggak mood buat drama lo hari ini."
Syera terlihat sedikit tersinggung. "Drama? Kamu ngomong apa sih, Dav? Aku cuma kangen kamu, kok kamu malah gini ke aku?"
Davian berdiri, merapikan seragamnya, dan menatap Syera dengan datar.
"Gue cuma mau waktu sendiri. Lo balik ke kelas aja."
Syera terdiam, merasa ada yang berbeda dari Davian hari ini. Tapi ia tidak ingin memperpanjang masalah, jadi ia hanya mengangguk pelan.
"Yaudah, tapi kalo kamu butuh sesuatu, jangan lupa cari aku ya," ucapnya sebelum berbalik dan pergi meninggalkan Davian sendirian.
ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ
Sepulang dari sekolah, Davian duduk di sofa ruang tamu dengan kakinya disandarkan di meja kecil. Sebatang rokok terselip di jarinya, sementara di sebelahnya seekor kucing hitam kecil yaitu Kevin meringkuk nyaman. Davian sesekali mengusap kepala Kevin dengan tangannya yang bebas, membuat kucing itu mengeong pelan, menikmati perhatian dari tuannya.
Sambil mengisap rokok, Davian terlihat santai, menikmati momen tenangnya setelah hari panjang di sekolah. Asap rokok membumbung perlahan ke udara, menyebar aroma khas di ruangan itu. Kevin berdiri, melompat ke pangkuannya, dan Davian terkekeh kecil, mengelus lembut bulu hitamnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Still, I Choose You [ ON GOING ]
Teen FictionSebuah insiden mengharuskan kedua pasangan siswa dan siswi yang masih duduk di bangku SMA untuk menikah. Nayra masih tidak menyangka jika kejadian hari itu langsung membuat kehidupannya berubah 180 derajat. Davian laki-laki asu yang membuat Nayra m...
![Still, I Choose You [ ON GOING ]](https://img.wattpad.com/cover/368981105-64-k652748.jpg)