Member ke-9 (part : 2)

199 19 83
                                        

Pastikan sudah membaca chapter sebelumnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pastikan sudah membaca chapter sebelumnya.

Happy reading. 💖

Di pagi hari yang indah itu.

Leo mulai membuka matanya. Tubuh indahnya tertutupi selimut, dan kejadian indah itu baru saja terjadi semalam.

Zayyan yang baru selesai mandi pun keluar dari bathroom, yang berada didalam kamar tidur Leo. Lalu dilihatnya Leo yang sudah membuka mata.

"Kau sudah bangun?" kata Zayyan, dan Leo hanya mengangguk.

Zayyan duduk di pinggir ranjang, disamping Leo. "Hei, Leo. Mm... maafkan aku, ya. Semalam aku memasuki kamarmu tanpa ijin. Kemudian..."

"Kenapa kau harus minta maaf?" kata Leo, yang kemudian tersenyum. "Aku suka, kok. Suka sekali. Tadi malam adalah malam yang sangat indah bagiku."

Pipi Zayyan memerah mengingat perbuatannya semalam dengan Leo. "Mm... maaf. Sepertinya tadi malam aku cuma... khilaf."

"Khilaf?" Leo masih memandangi Zayyan. "Hei, Zayyan. Apapun alasan perbuatanmu semalam, aku tetap menyukainya. Karena... aku memang menyukaimu. Dan ada keinginan di hatiku untuk menjadi pacarmu."

"Menjadi pacarku?"

Leo mengangguk.

"Tapi... bukankah ini semua terlalu cepat? Kita berteman belum lama. Bahkan... perbuatan kita semalam... rasanya seperti tidak benar? Kita belum lama berteman tapi sudah melakukan itu?"

"Apa salahnya?" Leo menatapnya tajam. "Memangnya butuh waktu berapa lama untuk pendekatan? Lalu menjadikan mu pacarku? Apakah harus lama?"

Zayyan terdiam sejenak. Kemudian, Leo mendekati wajah Zayyan dan mencium pipinya. "Aku menyukaimu, Zayyan. Sungguh. Apa aku harus berlutut di hadapanmu? Agar kau mau jadi pacarku?"

Zayyan menengok kearah Leo dan memandang wajahnya yang berjarak sangat dekat. Lalu, Zayyan pun pasrah saat Leo semakin mendekatkan wajahnya dan menciumi bibirnya.



Setelah cukup lama berada dikamar Leo, Zayyan lalu kembali ke kamarnya sendiri, yaitu kamar yang ia tempati bersama Sing.

Ketika memasuki kamar itu, terlihat Sing yang sedang ganti baju setelah selesai mandi.

Sing senyum-senyum saat melihat Zayyan, kemudian Sing tertawa. "Hahahahaha!!"

"Apa yang lucu?"

"Kamu! Hahahaha! Aku lihat apa yang kau lakukan semalam di kamar sebelah! Lucu sekali! Hahahaha!"

Alibi (Xodiac Short Stories)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang