The Housemaid (6)

86 12 33
                                        

Chapter ini panjang banget ya, guys. Dan pastikan sudah membaca chapter sebelumnya.

Happy reading 💖

Pintu kamar akhirnya terbuka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pintu kamar akhirnya terbuka. Zayyan membukanya dari luar, lalu ia masuk kedalam kamar dan berjalan menghampiri.

Terlihat, Leo tidur telentang di kasur dengan keadaan yang menyedihkan. Darah mengotori pakaian dan juga tangannya, sedangkan wajahnya terlihat pucat.

Zayyan duduk di sampingnya dan membelai-belai kepala Leo. Merasakan belaian di kepalanya, Leo mulai membuka kedua matanya dan terlihat Zayyan duduk di sampingnya sambil tersenyum.

"Aku melakukan ini demi kebaikan mu," kata Zayyan.

Leo yang masih telentang di kasur hanya terdiam memandangi pria manis itu.

"Supaya kamu belajar bahwa ada konsekuensi atas setiap perbuatan mu, walau kesalahan sekecil apapun," Zayyan masih membelai-belai kepala Leo dengan penuh kelembutan. "Leo, aku cuma pengen kamu menjadi orang yang lebih baik. Yang tidak pernah berbuat kesalahan sedikitpun. Kamu paham maksudku, kan?"

Leo hanya mengangguk, dengan airmata yang mulai menetes.

Kemudian, pandangan Zayyan beralih ke tubuh Leo, dimana darah mengotori pakaian pria yang malang itu. Tangan Zayyan membuka baju Leo, kemudian Zayyan menghitung jumlah luka sayatan berdarah di perut Leo. Pas ada tujuh, dan Zayyan pun tersenyum puas.

Terlihat penuh kasih sayang, Zayyan kembali membelai-belai rambut Leo dengan penuh kelembutan.

"Leo... sayangku... kamu seharusnya bahagia bisa hidup bersamaku."

Leo masih terdiam sambil memandangi Zayyan.

"Kau bisa tinggal dirumah mewah ini," lanjut Zayyan. "Dan bukan di jalanan lagi, seperti dulu. Kau punya karier yang bagus, berkat bantuanku. Bukan lagi menjadi asisten rumah tangga yang rendahan seperti dulu. Dan yang paling penting, kau bisa hidup bersamaku, orang yang sangat kau cintai."

Zayyan kemudian mencium kening Leo dengan penuh kasih sayang.

"Aku mencintaimu, Leo. Dan ini yang terakhir. Aku tidak akan mengurung mu lagi dikamar ini, dan aku tidak akan memperlakukan mu seperti ini lagi. Aku akan kembali menjadi Zayyan yang baik hati, seperti yang kau kenal."

Leo perlahan mulai mengangkat tubuhnya, dan Zayyan pun membantunya agar Leo bisa duduk. Setelah Leo duduk, tiba-tiba...

(stab!)

Alibi (Xodiac Short Stories)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang