Ini bukan oneshot, atau satu chapter lalu selesai. Melainkan, satu cerita butuh satu, dua, atau beberapa chapter, baru selesai.
Sudah ada 12 cerita pendek di book ini, yaitu :
1. The Leaked
2. Hari Apes Zalesing
3. RUMOR (That F**kin' Rumor Again...
Chapter ini panjang banget ya, guys. Dan pastikan sudah membaca chapter sebelumnya.
Happy reading 💖
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Flashback End.
Siang itu, Sing bersama anaknya yang masih kecil yaitu Cecilia, sedang menikmati makan siang di sebuah restoran. Sing makan dengan lahap, tanda bahwa dirinya sedang bahagia karena hidupnya jauh lebih tenang.
Sing memperhatikan anaknya yang duduk di depannya dan hanya mengaduk-aduk makanan. "Kok nggak dimakan? Nggak enak, ya? Mau papa pesenin yang lain?"
Anak itu hanya menggeleng. "Papa, tiba-tiba aku kepikiran kakak Leo."
Sing tertegun mendengarnya. Hidupnya yang sudah tenang, rasanya terusik mendengar nama seseorang yang sekarang menempati rumah neraka itu bersama Zayyan.
"Kenapa... kamu kepikiran Leo?"
Anak itu terdiam sejenak. "Aku takut kalau kakak Leo 'dinakalin' sama paman Zayyan. Papa kan tahu, paman Zayyan orangnya gimana."
Sing jadi berpikir sejenak mendengar ucapan anaknya itu.
"Kakak Leo itu baik," lanjut Cecilia. "Walaupun aku selalu bersikap sinis sama dia, tapi kakak Leo tetap baik sama aku, selama dia jagain aku dirumah itu."
Ucapan anaknya itu benar, pikir Sing. Bagaimana kalau Leo pada akhirnya diperlakukan sama seperti dulu Zayyan memperlakukan Sing? Bagaimana kalau Leo tersiksa selama hidup bersama Zayyan?
Sing jadi kepikiran. Padahal, Leo hanyalah seseorang yang hidupnya kurang beruntung dan mencari pekerjaan agar bisa hidup lebih baik. Kalau Leo dibilang merebut kekasih orang, itupun karena Sing yang mengatur sedemikian rupa agar Leo dan Zayyan bisa menjalin cinta.
Sing merasa ia sudah mengorbankan Leo untuk menyelamatkan dirinya sendiri.
"Bagaimana ini? Apakah sudah terlambat?" batin Sing.
Tidak mudah bagi Sing untuk pergi kembali ke rumah itu. Ia benar-benar ragu. Bagaimana jika Zayyan sebenarnya sudah berubah jadi orang baik, dan ketika Sing kesana, ternyata Leo baik-baik saja? Atau sebaliknya? Zayyan masih sama seperti dulu dan mungkin sekarang Leo sedang sekarat?
Selama seharian itu Sing terus berpikir apakah harus kembali kerumah itu atau tidak? Hingga tanpa terasa, waktu berlalu dan malam pun tiba.
Malam itu, Sing benar-benar tidak tenang karena kepikiran. Akhirnya daripada kepikiran terus, Sing pun memutuskan keluar rumah mengendarai mobilnya menuju kerumah Zayyan.