Ini bukan oneshot, atau satu chapter lalu selesai. Melainkan, satu cerita butuh satu, dua, atau beberapa chapter, baru selesai.
Sudah ada 12 cerita pendek di book ini, yaitu :
1. The Leaked
2. Hari Apes Zalesing
3. RUMOR (That F**kin' Rumor Again...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Chapter ini panjang banget, so enjoy 💖 Dan pastikan sudah membaca chapter sebelumnya.
Happy reading.
Malam itu di kamar loteng, Leo yang sedang tertidur pun jadi terbangun karena mendengar suara berisik di lantai dua. Leo menajamkan pendengarannya, kemudian ia menyadari kalau itu adalah suara pukulan dan tendangan, lalu terdengar erangan kesakitan dan juga caci-maki.
Leo kemudian turun kebawah untuk memeriksa. Sesampainya di lantai dua, Leo mendengar suara berisik itu dari kamar yang ditempati Zayyan dan Sing.
Leo berdiri didepan pintu kamar itu, kemudian mengetuk pintu. "Permisi... Tuan Sing... Tuan Zayyan... Maaf mengganggu, tapi apakah kalian butuh bantuan?"
Mendengar suara Leo diluar kamar, Zayyan terdiam karena panik. Sedangkan Sing memanfaatkan kesempatan itu. Sing pertama kalinya membalas perbuatan Zayyan dengan meninju pipi Zayyan dengan kencang, sampai tubuh Zayyan terpental dan menabrak pintu keluar hingga pintu itu terbuka, dan Zayyan terjatuh diluar kamar. Leo kaget, lalu berlutut di lantai dan mendekati Zayyan.
"Tuan Zayyan, anda tidak apa-apa?" Leo mulai panik, apalagi setelah ia melihat di pipi Zayyan terdapat luka lebam akibat pukulan Sing barusan.
Emosi Leo mendidih, lalu ia menengok kearah bagian dalam kamar. Karena didalam kamar cahayanya remang-remang dan hampir gelap, pandangan Leo tidak melihat luka di leher Sing. Hanya terlihat Sing yang berdiri kaku memandanginya.
"Apa yang kau lakukan?!" bentak Leo kepada Sing, karena Leo tidak tahu kejadian sebenarnya dan hanya melihat pipi Zayyan yang terluka akibat perbuatan Sing.
Leo langsung membantu Zayyan berdiri dan menuntun nya menuju lantai bawah dimana terdapat kotak obat disana.
Setelah mereka berdua pergi, Sing yang sendirian didalam kamar pun terjatuh ke lantai dan menangis kesakitan. Luka lebam di tubuhnya akibat perbuatan Zayyan, tertutupi sempurna oleh pakaian. Beserta luka didalam hati yang tertutupi oleh sikapnya yang harus selalu berpura-pura.