The Housemaid (2)

109 15 32
                                        

Pastikan sudah membaca chapter sebelumnya.

Happy reading 💖




Leo awalnya sabar menghadapi Sing yang suka mencari-cari kesalahan nya, hingga Leo pun mulai merasa muak.

Suatu hari di dapur, Leo sedang memotong-motong wortel. Kemudian, Sing menghampirinya dan melihat cara kerjanya.

"Potongan wortelnya terlalu tebal!"

"Maaf," kata Leo yang kemudian mulai memotong-motong dengan lebih tipis.

Sing mulai kesal. "Itu malah terlalu tipis, Leo! Cuma motong-motong sayuran aja, kamu nggak becus!..."

"...udah lah, nggak usah masak!" kata Sing. "Aku sama Cecilia makan diluar aja! Lagipula aku bosan dengan masakan mu!"

Sing membalikkan badan, lalu berjalan menghampiri anaknya untuk mengajaknya pergi ke restoran. Sementara itu, tangan Leo masih menggenggam pisau dapur yang tajam.

Leo berusaha menahan emosinya, sambil memandang pisau tajam yang dipegangnya. Jangan sampai oranglain tahu, kalau Leo pernah dipenjara karena membunuh seseorang.



Sing dan anaknya yang masih kecil itu, sudah meninggalkan rumah untuk pergi ke restoran. Untungnya mereka cepat pergi, kalau tidak, mungkin Leo sudah menancapkan pisau yang dipegangnya ke punggung Sing?

Tidak, tidak! Leo tidak akan mengulangi kesalahan yang sama hingga dua kali.

Beberapa menit kemudian, Zayyan melewati area dapur dan bertemu Leo. "Sing kemana?" tanya Zayyan.

"Baru saja dia pergi bersama Cecilia menuju restoran."

Zayyan terlihat heran. "Kok dia pergi ngajak anaknya doang, enggak ngajak aku?"

Leo hanya mengangkat bahu, sedangkan Zayyan menghela napas karena kecewa enggak diajak pergi sama Sing. Lalu, Zayyan duduk didekat meja dapur dan melihat wortel mentah yang baru saja dipotong-potong Leo.

"Kau akan memasak apa?" tanya Zayyan.

"Tadinya, saya mau masak sup ayam dengan sayuran. Tapi, Tuan Sing bilang, saya enggak usah masak karena dia mau makan diluar."

Leo mulai terlihat sedih. "Tuan Sing bilang, dia bosan dengan masakan saya."

Zayyan tersenyum. "Tapi aku tidak. Kau tahu, kan, selama ini aku dan Cecilia menikmati masakan mu?..."

"...Sing dan aku memang punya selera makan yang berbeda," kata Zayyan. "Apa yang menurutku enak, menurut dia tidak enak. Begitupun sebaliknya."

Leo tersenyum karena merasa terhibur.

"Kalau begitu, tolong buatkan makanan untukku," kata Zayyan.

"Baiklah," Leo kembali bersemangat dan lanjut menyiapkan bahan makanan.



Zayyan duduk didekat meja dapur sambil menikmati secangkir teh, dan menemani Leo yang sibuk memasak. Sedangkan Leo, tentu ia sangat senang ditemani Zayyan. Sang majikan tersebut mengajak ngobrol Leo, dan ternyata Zayyan orangnya asik sehingga membuat Leo merasa nyaman. Apalagi, Zayyan adalah orang yang sangat lucu, dia suka bercanda dan pandai membuat oranglain tertawa. Membuat wajah Leo terlihat sangat manis setiap kali tertawa karena bercandaan Zayyan.

Alibi (Xodiac Short Stories)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang