Ini bukan oneshot, atau satu chapter lalu selesai. Melainkan, satu cerita butuh satu, dua, atau beberapa chapter, baru selesai.
Sudah ada 12 cerita pendek di book ini, yaitu :
1. The Leaked
2. Hari Apes Zalesing
3. RUMOR (That F**kin' Rumor Again...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Chapter ini panjang banget ya, guys. Dan pastikan sudah membaca chapter sebelumnya.
Happy reading 💖
Rumah besar nan mewah, yang ternyata dimiliki keluarga Zayyan. Halaman yang luas didepannya, yang digunakan oleh Zayyan untuk mengadakan Sweet Seventeen Party. Teman-teman seangkatan yang sama-sama menikmati acara pesta. Musik yang berisik, minuman nggak jelas, asap rokok dimana-mana, cewek-cewek berpakaian seksi...
Entah kenapa semuanya membuat Leo tidak nyaman. Padahal ini acara ulangtahun Zayyan, sahabat yang ia sayangi, dan harusnya Leo ikut menikmati pesta seperti teman-teman lainnya.
Leo mundur satu langkah, rasanya ingin pulang ke rumah.
Tiba-tiba, Wain dan Beomsoo yang sedikit mabuk, menghampiri Leo. "Hei, Leo. Dateng juga lu kesini? Kirain nggak bakal dateng?" kata Wain.
Lalu, Wain merangkul erat leher Leo, dan membawanya ketempat lain, diikuti Beomsoo.
Leo mulai kesal, karena ia tau seperti apa Wain dan Beomsoo. Di sekolah, mereka berdua dijuluki "Double Kill". Karena mereka berdua hobi membully murid lain yang dianggap lemah. Meski sering mendapat hukuman, tapi mereka berdua nggak kapok. Barulah mereka berhenti melakukan kejahatan seperti itu, setelah mereka berdua hampir saja dikeluarkan dari sekolah.
Di sudut yang sepi, Wain dan Beomsoo merokok bersama, lalu Wain menawari satu batang kepada Leo.
Leo melipat kedua tangannya. "Ngapain kalian bawa aku kesini?"
"Leo, memangnya kamu siapanya Zayyan? Berani-beraninya datang kesini?" tanya Beomsoo dengan sinis.
"Ya aku sahabatnya, lah. Lagian semua murid seangkatan juga diundang ke acara ini. Dan kamu masih nanya kenapa aku datang?!"
Beomsoo tersenyum sinis, lalu menepuk-nepuk pipi Leo. Tapi tepukannya keras, hampir terasa seperti tamparan. "Leo, anak miskin, dengar ya. Sadar diri, kamu itu siapa! Sebenarnya dari dulu, aku dan Wain gemes banget pengen ngerjain kamu. Tapi karena kamu nempel mulu sama Zayyan kayak sendal jepit, jujur aja, kami nggak berani..."
"Karena apa?! Karena orangtua Zayyan lebih kaya dari orangtua kalian?!" kata Leo yang cuma asal nebak.
Tapi ternyata tebakan Leo benar. Itulah alasan kenapa Wain dan Beomsoo tidak berani mengganggu Zayyan dan sahabat-sahabat yang dekat dengannya, seperti Leo, Hyunsik, dan Gyumin.