Gara-Gara Pengamen

273 18 28
                                        

Jadi gini, guys.



Kan aku lagi ngerayain ultah ayang aku di warung pinggir jalan, gitu kan.

Aaaa! 😍😍 Pokoknya ayang aku seneng banget ultahnya dirayain berdua dan suasana nya romantis gini. 💖💖

 💖💖

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



Eh, ujug-ujug... nggak ada angin, nggak ada hujan, datanglah seorang pengamen nyamperin meja kita berdua. Ayang aku sampai kaget, terus nengok ke pengamen itu.

"Punten, Aa, Teteh. Saya numpang ngamen, ya," kata si pengamen ganteng itu sambil nge-genjreng gitarnya.

By the way, pengamen nya lebih ganteng dari ayang aku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

By the way, pengamen nya lebih ganteng dari ayang aku. Kok aku jadi oleng ke pengamen nya? 😍



Si pengamen ganteng itu mulai nyanyi sambil mainin gitarnya. Dan karena ayang aku orang Korea, dia bingung, kan. "Chagiya, ini apa? Kok tiba-tiba ada orang nyanyi dideket kita?" tanya ayang aku.

"Itu namanya pengamen

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Itu namanya pengamen. Biasa, di Indonesia memang suka gitu," jawabku.

"Ooh," ayang aku manggut-manggut doang ngedenger jawaban aku.

Terus, biar pengamen nya pergi, aku kasihlah dia dua ribu. Eh, si pengamen ganteng itu ngambek.



"Pelit amat, Teh. Masa' cantik-cantik cuma ngasih dua ribu?" protes si pengamen ganteng.

"Ya maap, Aa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ya maap, Aa. Saya juga orang susah," jawabku.

"Udah-udah. Nih," tiba-tiba ayang aku ngasih duit seratus ribu ke pengamen ganteng itu. "Buat kamu. Terima lah."

"Wah! Makasih banyak, Aa!" pengamen ganteng itu seneng banget nerima duit seratus ribu dari ayang aku. "Semoga Aa dilancarkan rejekinya, didekatkan jodohnya, dijauhkan mautnya. Amin."

"Hei, suara kamu bagus. Mau nggak debut di Korea?" tanya ayang aku kepada pengamen itu.

"Mau! Mau banget, Aa!" jawab pengamen itu.

"Oke. Yuk, ikut aku ke Korea!"

"Gas!"

Tiba-tiba, ayang aku meletakkan kue ulang tahun yang dipegangnya keatas meja, lalu ia berdiri dan merangkul si pengamen itu, dan mereka berjalan bersama ninggalin aku gitu aja.

Aku heran, dong. "Lho? Gyumin? Chagiya? Mau kemana? Kok aku ditinggal?"

"Aku mau ke Korea bareng pengamen ini," jawab ayang aku.

"Terus, aku gimana?"

"Kita putus! Abis, kamu pelit, sih. Ngasih pengamen cuma dua ribu."

"Lho?!" hati aku hancur, lah. "Nggak bisa gitu dong, Gyumin! Jangan tinggalin aku!..."

"...hhuuaaa...!" 😭 aku cuma bisa nangis-nangis mewek ditinggal sama ayang aku dan pengamen itu. Mereka langsung naik taksi, ke bandara, beli tiket pesawat, dan terbang ke Korea.



Tamat.

Ending yang sangat... meng-ultah-kan.

Happy birthday, Kim Gyumin! 🥳🥳🎉🎊🎉🎊



Tunggu cerita lainnya di chapter selanjutnya! 💖

Alibi (Xodiac Short Stories)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang