Chapter 14

186 30 8
                                        
















Happy Reading











Angin sepoi-sepoi mengibarkan helaian rambutnya, manik indahnya masih berkilau seolah rasa kantuk tidak berani melandanya, padahal waktu sudah menunjuk pukul sebelas malam.

Di dalam balutan hoodie serta celana pendek yang membungkus tubuh mungilnya, Jisoo begitu menikmati keheningan malam.

Bukan tanpa alasan gadis rupawan ini duduk di bibir pantai malam-malam begini. Perihal video timelapse yang dipelajarinya dari Taehyung belum usai, berhubung tempatnya sangat mendukung, jadi ia memutuskan untuk menggunakan kesempatan emas ini.

Langit malam yang cerah, tempat yang gelap tanpa adanya polusi cahaya, kata Taehyung itu adalah faktor utama yang menentukan keberhasilan dari video timelapse milky way.

Sepertinya Jisoo harus mengucapkan terima kasih kepada Yerin, sebab ide camping dadakan ini adalah usulan dari gadis yang menjabat sebagai atasannya itu.

Beberapa hari lalu HYBE Label telah membayar uang insentif, salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh karyawan.

Karena sudah cair, banyak karyawan menggunakan uang tersebut sebagai self reward. Ada yang membeli HP baru, check out pakaian baru, beli ini lah, beli itu lah, pokoknya ada aja yang mereka beli, bahkan sampai barang yang tidak berfaedah sekalipun.

Salah satu contohnya adalah camping dadakan yang dilakukan oleh divisi yang dipimpin Yerin.

Kita kesampingkan masalah tersebut.

Perihal camping, Jisoo dan teman-temannya tiba di pantai tersebut sore hari. Mereka berangkat bersama-sama dari kost an menggunakan mobil rental yang dikemudikan oleh Yerin.

Pantai tersebut adalah rekomendasi dari Sana, sebab semasa kecil Sana sering bermain ke sini ketika mengunjungi kerabatnya.

Rasa lelah selama perjalanan akhirnya terbayarkan, sebab pantai tersebut benar-benar indah seperti yang Sana ceritakan. Bayangkan saja mereka harus menempuh jarak sejauh ratusan kilometer, bahkan waktu tempuhnya sampai memakan waktu selama lima jam.

Faktor tersebutlah yang membuat Jisoo terjaga sendirian, sebab teman-temannya sudah pada tidur karena kelelahan, terutama Yerin yang merupakan satu-satunya orang yang bisa menyetir. Hal itulah yang membuat Yerin sempat mengancam akan mencekik Sana jika pantai yang direkomendasikan olehnya tidak sesuai ekspektasi.

Beruntung sekali Yerin terlihat sangat puas akan keindahan pantai tersebut, sehingga Sana masih diberi kesempatan untuk hidup lebih lama.

Rencananya mereka akan menghabiskan waktu di kota ini selama satu hari dua malam, sebab besok mereka sepakat mengunjungi kerabat Sana, lusa pagi mereka baru balik ke kota tempat mereka bekerja.

Semakin malam udara dingin semakin menusuk kulit, membuat Jisoo mendekap tubuh mungilnya mencari sedikit kehangatan.

"Awas aja dia bilang jelek, aku akan menonjok mukanya sampai puas." monolog Jisoo sambil membayangkan wajah menjengkelkan Taehyung kala mengejeknya.

Herannya hati Jisoo mengatakan sebaliknya, gadis itu sama sekali tidak keberatan harus se effort ini demi mendapatkan video timelapse milky way kesukaan Taehyung, bahkan ia sudah tidak sabar ingin segera menunjukkan hasil karyanya itu kepada Taehyung.

Jisoo melirik ponsel pintarnya yang terletak disampingnya, tak terasa sudah empat jam lebih ia meninggalkan ponsel tersebut diatas tripod.

Merasa sudah cukup, Jisoo pun menyudahi kegiatannya berburu bintang-bintang. Ia lihat baterai ponselnya hampir habis, beruntung ia membawa power bank.

TRAGIC [VSOO]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang