Happy Reading
Jisoo mendesah kecewa ketika realita yang terjadi tidak sesuai ekspektasinya. Acara kumpul-kumpul malam tahun baru tidak berjalan sesuai rencana, banyak karyawan yang tidak bisa hadir dengan berbagai alasan.
Yerin pun demikian, sebagai penanggung jawab ia juga tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. Dari total tiga puluh karyawan HYBE Label, hanya lima belas orang yang hadir.
Tapi mau bagaimana lagi, ia tidak bisa memaksakan kehendaknya, apalagi ketika mereka bilang ingin menghabiskan malam tahun baru bersama keluarga. Pada dasarnya acara ini bukan kegiatan resmi dari kantor, hanya kumpul-kumpul biasa yang diusulkan oleh Namjoon. Itu artinya para karyawan tidak diwajibkan untuk hadir.
Jadi para karyawan yang tempat tinggalnya dekat dengan kantor, atau bisa dibilang tidak tinggal di kost lebih memilih absen. Hanya Jung Hoseok satu-satunya orang yang hadir di acara ini.
"Maaf ya Jis." Yerin menatap Jisoo dengan tatapan bersalah.
"Lohh gapapa kok Mbak, malah aku makasih banget udah dibantuin." Jisoo tersenyum riang. Ia mengerti maksud perkataan Yerin.
Yerin menghela nafas, ia masih merasa tidak enak kepada Jisoo.
"Daripada manyun kaya gitu mending kita maksimalin aja acara ini, kan masih ada mereka tuh. Rencana kita belum gagal Mbak." Jisoo tersenyum cerah sembari menunjuk kerumunan.
Yerin pun melabuhkan pandangannya kearah yang ditunjuk Jisoo. Benar saja, para karyawan yang hadir terlihat antusias.
Mereka saling bercanda gurau disela masak-masak, hingga akhirnya tatapannya terpaku kepada Taehyung yang berhasil membuat dirinya tersenyum kecil.
Inilah alasan yang membuat dirinya menarik Jisoo sedikit menjauh dari kerumunan tersebut, ia ingin menyampaikan rasa bersalahnya kepada gadis itu.
Beruntung respon Jisoo sangat baik sehingga ia bisa bernafas lega. Ia pun kembali menatap Jisoo, sebelum akhirnya ia merangkul pundak gadis tersebut kemudian mengajaknya kembali bergabung.
Benar kata Jisoo, meski tidak sesuai rencana, setidaknya masih ada kesempatan untuk membuat acara ini sesuai dengan apa yang diharapkan.
Disisi lain Taehyung merasa sangat canggung, ia tidak terbiasa dengan suasana seperti ini. Jika boleh jujur sebenarnya ia sangat enggan mengikuti acara ini, namun ancaman Yerin masih terekam jelas diingatannya.
Untuk kesekian kalinya ia menghela nafas, hatinya menggerutu sebal karena dirinya juga dipaksa oleh Yerin untuk berbaur dengan yang lain.
Tanpa sengaja tatapannya berlabuh kearah Jisoo yang baru kembali bersama Yerin, ekspresi gadis itu sangat berbanding terbalik dengan dirinya.
Bisa ia lihat gadis itu begitu antusias, senyum cerah setia menghiasi wajah cantiknya.
Jujur ingin sekali ia berada di samping Jisoo, seenggaknya ia bisa sedikit leluasa jika berada di dekat gadis itu. Tapi ia sadar, dirinya harus paham situasi. Ia harus menahan egonya jika masih ingin bekerja di perusahaan ini, ia juga tidak ingin Jisoo sampai terkena imbasnya.
Pada akhirnya ia pun memalingkan wajah, takut ada seseorang yang memergoki aksinya.
"Tolong ambilin sosisnya lagi Tae!"
"Ehh baik Jung."
"Sekalian sama mayonya ya Tae."
"Oke." balas Taehyung singkat.
Dari sekian banyak karyawan yang tidak hadir, Taehyung benar-benar bersyukur Jung Hoseok tidak termasuk di dalamnya. Kalau tidak ada pemuda itu, mungkin dia lebih planga-plongo lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
TRAGIC [VSOO]
Ficção AdolescenteKisah seorang pemuda 21 tahun yang dipaksa menjadi tulang punggung keluarga. Kepergian sang ayah tidak hanya menyisakan luka mendalam, namun juga berimbas terhadap keadaan ekonomi keluarganya yang anjlok. Ia yang hanya berasal dari keluarga sederhan...
![TRAGIC [VSOO]](https://img.wattpad.com/cover/324203220-64-k53462.jpg)