bab 35

49 4 2
                                        

Glen berada di depan kelas nya Lhala. Sudah waktunya istirahat, kelas nya Glen lebih dulu keluar.jadi Glen menghampiri  kelas lhala hanya ingin bertemu dengan lhala membicarakan tentang sesuatu hal.
Tak lama anak anak di dalam kelas Lhala keluar setelah guru bahasa Inggris keluar. 

Glen masuk ke dalam, Davina melihat Glen yang masuk. Glen tersenyum pada Davina. Davina tidak membalas senyuman nya Glen.davina hanya diam saja memasuki buku buku nya ke dalam tas.mengabaikan Glen yang tersenyum padanya. 

Glen menghentikan langkah nya tepat di samping meja Davina. Niat nya kan dia mau samperin Lhala. Soal nya Lhala suruh dia untuk datang ke tempat nya. Ada yang mau dia omongin tentang Fitri. 

Tapi melihat expresi Davina yang murung dan tidak membalas senyuman nya membuat Glen penasaran. padahal Glen ga tau kalau Davina telah mengabaikan Glen.

"Lo kenapa malah berdiri di sini" Kata Lhala saat sudah di samping Glen. Lhala tuh masih kesel sama Davina karna pada hari itu. Kan Lhala mulai mencurigai Davina kalau Davina tidak sebaik yang lain fikir. Tapi itu menurut Lhala yah. ga tau deh kalo yang lain nya.

Davina dan rere melihat Glen dan Lhala ada di meja samping Davina. 

"Ngapain lo" Tanya rere ketus. Dia tak suka melihat Lhala ada di dekat Davina. Nanti dia malah bilang Davina caper lagi. Rere ga terima teman nya di katain.

"Bukan urusan lo" Sahut Lhala ga kalah ketus menjawab ucapan rere. Rere sewot, dia ga suka banget sama jawaban Lhala. Lhala melirik Glen yang membiarkan nya ada di sebelah dia. Fokus Glen ke Davina. 

"Kamu kenapa?" Tanya Glen pada Davina yang sedari tadi mengabaikan nya. Lhala yang mendengar itu langsung melirik davina. Dia memincingkan kedua matanya melihat Davina.ada sesuatu yang membuat Davina terlihat murung hari ini.

Ada apa dengan Davina kenapa dia kaya gitu seakan akan mengabaIkan.Rere melirik Davina yang hanya diam saja tanpa merespon Glen. Apa karna kejadian waktu itu? Rere melihat lhala yang masih di sana berdiri di samping Glen. 

"Davina ga nyaman ada lo pergi sana" Usir rere. 

"Dihhh.. Santai dong" Ucap Lhala sambil melipat kedua tangan. Tuh anak yah berani banget usir lhala.se gak nyaman itukah Davina lebai amat.

"Glen gw mau ngomong serius sama lo" Kata Lhala pada nya.ga mau tau sama sikap Davina yang sekarang nyebelin amat tuh anak.

"Tunggu sebentar gw mau ngomong sama Davina" kata Glen, matanya fokus ke Davina yang hanya diam saja. Davina merasa ga nyaman kalo di liatin sama Glen.apalagi ada Lhala di sini. Dia ga mau di bilang caper dari Glen. 

"Rere ke kantin yuk, aku lapar" Ajak Davina bersuara. Tanpa mau melihat ke arah Glen dan juga Lhala. Dia mau cepat cepat keluar dari sini. Apalagi teringat saat Glen pelukan sama tiara. Rasanya sakit banget hati dedek ini.

"Ayo" Rere sebenarnya penasaran kenapa Davina kelihatan murung. Tadi tuh dia sempat liat Davina kembali ke kelas dengan kedua matanya yang seperti habis menangis.

Rere ga tau Davina kenapa saat itu. Cuma dia mengurungkan niatnya untuk bicara sama Davina. Dia hanya mau menunggu Davina cerita padanya. Mereka berdua pergi begitu saja meninggalkan Glen dan Lhala. dengan tatapan yang berbeda.yang atu jengkel satu lagi kecewa sama sikap Davina.

"Dih ninggalin, lo lagi marahan sama dia?" Tanya Lhala pada Glen. Glen mengangkat kedua bahunya bingung. Apa yang buat Davina seperti itu. Padahal hubungan mereka baik baik aja kok. 

TRANSMIGRASI "DARAH PSICHO"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang