bab 3 (revisi 👍)

265 12 1
                                        

"Gw heran, baru satu hari setengah ada di dunia ini. Kok gw ga nemuin konflik percintaan di novel ini yah. " Gumam lhala sambil melihat ke arah bawah. Dia ada di rooftop, sndrian menunggu glen yang belum juga datang. Padahal udah janjian akan kumpul di sini.

"Tiara ceritain ini ada percintaan nya ga sih? Gw harus cari tahu soal ini sama glen. Kemana si tuh anak lama bener"

Lhala terdiam memikirkan siswa yang kemarin meninggal di sekolah.sepanjang hari lhala tidak mendengar para siswa atau siswi di sekolah ini membicarakan soal kematian 1 siswa yang kemarin meninggal di perkarangan sekolah.

Seakan akan itu berita yang tidak begitu penting. Dan semua murid di sekolah ini tidak membicarakan siswa tersebut. Meskipun di berita tadi pagi sudah ada,tapi tetap saja ya kenapa ga jadi tranding topik di sekolah.

Kayanya ke kepoan lhala mulai tertular sama pemilik tubuh asli.

Lhala berjalan menuju ke arah bangku yang ada di sana dan dia duduk. Lhala membawa bekal makanan. Persiapan lhala dari rumah. Dia masak nasi goreng pagi pagi. Untuk bekal dia,karna sudah pasti di kantin sekolah ini ramai. Jadi malas buat berdesak desakan.

Lingga datang, dia melihat lhala yang sedang makan. Lingga melepaskan headset nya dari telinga.kenapa ada salah satu mahkluk yang tak di undang ada di sini.di markas kesayangan  nya.lingga terlihat tidak suka tempat yang dia biasa habiskan waktu selama bel istirahat di tempati orang lain.

"Siapa yang suruh elo makan di sini? "

Lhala terpaku mendengar suara yang sangat dingin.aura permusuhan nya kuat banget ni.
Lhala menoleh melihat lingga, si cowok tinggi yang memakai hodie serta tudung nya berada di hadapan dia. Lingga si cowok yang di takuti teman teman sekelas nya.

"Ga ada, ini mau gw " Kata lhala sambil melahap makanan dengan santai. lagian ngapain nanya begitu. Ini kan tempat bebas untuk siapapun yang datang bukan.untuk saat ini lhala belum ada takut nya sama sosok lingga.

Lupakan soal ketakutan anak anak sekelas nya yang takut sama lingga. Dia tidak takut dengan lingga. Orang sama sama makan nasi kan,ngapain takut.

"Buruan abisin setelah itu lo pergi dari sini" Kata lingga menyuruh lhala untuk cepat cepat pergi dari sini. Karna lingga ingin sendirian di tempat ini. Tempat untuk nya beristirahat tanpa gangguan. Apa ini orang ga makan ya?

"Iya" Jawab lhala seadanya.

Lingga menghampiri sofa yang sudah tersedia di sana.itu adalah tempat biasanya dia bersantai di rooftop ini.
Sofa nya ga jauh dari lhala berada.

Kedua mata lingga menatab ke layar hp milik lingga sendiri. Dia melihat layar hp nya dengan serius. Lingga kembali lagi memakai headset nya.untuk mendengar kan musik yang dia sukai.menghiraukan lhala yang sedang makan.

Kalian kira lingga akan Adu bacot sama lhala tentu saja tidak.terlalu malas untuk menguras energi kalo berdebat.apalagi sama cewek si tukang kepoo.cewek yang harus lingga hindari.

Lhala kembali makan, lalu tak lama glen datang. Glen melihat lingga yang duduk di sofa tidak jauh dari tempat lhala berada.kedatangan Glen di lihat oleh lingga.hanya diam saja memerhatikan Glen yang melangkah mendekat ke arah lhala.

Glen sempat kaget melihat adanya lingga di sini apalagi ada lhala.berani sekali dia di sini sama antagonis.ingatkan Glen kalo lhala ga tau jalan cerita nya.dan dia sama sekali ga baca buku novel ini.jadi dia ga tau siapa nama nama tokoh di cerita ini.

Glen melangkah menghampiri lhala dan duduk di samping lhala.lingga penasaran kenapa Glen menemui lhala di sini.yang lingga tahu kan Glen sangat dingin dengan siapapun.Masa bodo dia hiraukan saja Glen yang sekarang bersama dengan lhala.untuk apa kepo in kedekatan mereka.tapi aneh aja baru kali ini lingga melihat Glen samperin cewek.

TRANSMIGRASI "DARAH PSICHO"Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang