bab 7 (revisi👍)

123 7 0
                                        

Berita tentang kematian bu susi sudah tersebar di seluruh kelas. Mereka tidak ada henti nya membicarakan tentang bu susi apa lagi skrg beliau sangat viral di dunia sosial.

Teman teman glen saat tau bu susi meninggal juga mereka shock. Apalagi saat tahu saksi nya adalah Davina.

Kemarin Davina, lhala dan juga glen datangi supermarket yang terletak di paling ujung komplek dekat taman kota. Mereka berhasil melihat seseorang yang berjalan dengan pakaian yang di lihat sama Davina terakhir kali. Tapi mereka ga tahu siapa orang itu soal nya wajah nya tertutup dan juga tidak tertangkap kamera wajah nya.


Davina masuk ke dalam kelas, semua anak melihat ke arah nya. Karna mereka dengar kalau Davina adalah saksi mata pertama kali melihat bu susi meninggal di tempat.Tapi mereka ga tau kalau Davina menemukan orang yang mencurigakan.

Davina duduk di tempat nya dan dia menoleh ke belakang melihat lhala yang sedang tertidur di tempat nya. Tuh kan lagi lagi lhala tertidur. Seperti nya dia capek karna berlari untuk mengejar bersama Davina. Mereka kejar seseorang yang mencurigakan. Apalagi hasil nya nihil. Capek sudah lhala berlari.

"Dav, gw denger lo jadi saksi pertama yang lihat bu susi yah"tanya darma , Davina terkejut saat ada darma sudah ada di hadapan nya.

"Iya"

"Lo liat pembunuhnya? " Tanya darma,dia hanya ingin memastikan Davina menggelengkan kepala nya.

"Aku cuma temuin bu susi aja," Jawab Davina itu mewakili anak anak yang kayanya penasaran. Tidak mau memberitahukan kalau dia menemukan orang yang di curigai mereka.jangan sampai tersebar.

"Yah gw kirain lo liat,"darma melangkah ke arah tempat duduk nya yang ada di sebelah lhala. Lhala masih ga berkutik. Kayanya dia emng lagi tidur. Bukti nya saja dia ga terusik sama bunyi bangku yang sengaja darma bunyikan saat menyeret. Biar bangun ini anak.

"Kenapa vin? " Tanya rere yang duduk di sebelah Davina. Davina menggelengkan kepala nya.

"Gpp kok"

"Gw tau lo lagi mikirin sesuatu, ayo cerita sama gw ada apa. Gw ga suka liat lo kaya gini lemes banget" Kata rere kasian dengan Davina yang emang kelihatan ga semangat tadi. Dan juga ada kesedihan di wajah nya.
Mungkin karna kematian bu susi.

"Aku cuma bingung aja kenapa bu susi bisa secepat ini ninggalin kita. Padahal kemarin bu susi kelihatan baik baik aja. Apalagi dia sempet cerita sama aku kalau dia bakalan pergi ke rumah adek nya yang udah lahiran. Mau ketemu ponakan nya. Ehhh malah bu susi meninggal "kata Davina sedih. Yah karna Davina sangat dekat dengan bu susi. Apapun Bu susi selalu cerita ke Davina karna Davina adalah murid kesayangan nya di kelas.

"Kita doain aja yah supaya bu susi tenang di sana"kata rere menenangkan Davina. Dia mengelus punggung davina. Davina rasanya ingin sekali bisa menemukan orang itu. Bu susi adalah guru favorit nya. Bu susi juga sangat baik padanya dan juga perhatian pada Davina. Jadi Davina merasa kehilangan sosok guru baiknya.

"Tapi aku ga tenang re, aku ngerasa bu susi meninggal nya juga ga wajar. Masa tiba tiba gitu aja.siapa yang tega melakukan itu pada Bu susi" Ucap Davina mengingat saat Davina mengejar seseorang yang mencurigakan.

Rere terdiam kayanya lagi lagi Davina mencurigakan sesuatu hal lagi.

"Kenapa lo bisa bilang kaya gitu, apa lo liat seseorang lagi gitu? " Tanya rere penasaran.ini bukan hal biasa bagi Rere.

Davina melihat rere dengan wajah datar nya. Tapi dia mengangguk begitu saja saat rere bertanya tentang seseorang.

Yah sebelum nya juga Davina membicarakan tentang joshua yang meninggal pada rere dan skrg dia juga harus menceritakan tentang ini pada rere.

TRANSMIGRASI "DARAH PSICHO"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang