"Jadi yang balapan itu bukan glen sama lingga doang. Tapi juga ada 1 orang yang juga ikut berpartisipasi." Kata galang pada Alvano. Mereka bertiga ada di arena balap. Bersama dengan lingga yang sudah ada di motor nya. Tatapan mata Alvano mengarah pada seorang gadis yang hanya memakai hodie dan celana hitam pendek se atas lutut. Dan juga dia membawa kantong kresek hitam. Tak lupa dengan sendal cross yang di pakai gadis itu. Yaps Alvano mengenal gadis itu dia adalah rina. Teman sekelas nya Alvano di sekolah.
Sedangkan lingga mata nya fokus ke arah Davina yang sedang bersama dengan Lhala, darma, glen dan juga rere. Lingga matanya fokus ke arah Davina yang sedang bicara. Dan dia mengalih ke Lhala yang menatab Davina kesal. pembicaraan mereka kayanya seru banget.seru sampai liat lhala sebegitu kesal nya ke davina.
"Dia dateng ke sini" Gumam lingga terheran melihat Lhala di sini. setau lingga lhala itu ga pernah ke sini.malam hari hanya pergi ke tempat les saja.tidak pernah pergi pergian kemana saja.wajar kan dia anak rumahan.anak rumahan tiba tiba keluar malam yang seharusnya jam segini udah tidur bukan.
.dia melihat Davina di bawa oleh glen. Tinggallah Lhala dan darma berdua saja setelah kepergian Mario dan di susul rere tadi.
"Sama siapa dia ke sini" Gumam lingga penasaran Lhala datang dengan siapa nya.
Sisi lain
"Apa acaranya udah mulai?" Gumam rina. Karna rumah nya daerah sini deket banget sama arena jadi dia tuh mau nonton dulu lah siapa yang bakalan balapan. Dia sih biasanya denger siapa yang balapan. Kalo bukan lingga yah glen. Tapi ini dia belum dapet info siapa yang bakalan balapan hari ini.
"Ngapain lo di sini?" Tanya Alvano saat sudah menghampiri rina. Rina menoleh , lihat ada nya Alvano di samping nya.
"Lah elu ngapa di mari?" Tanya rina bingung adanya Alvano.
"Kalo gw jelas di sini mau nonton lah. Nah lo ngapain anak kecil disini? " Tanya Alvano sambil melipat kedua tangan.
"Gw juga mau nonton" Sahut rina dengan tampang muka polos nya. Tak lupa dia memakan es cream yang dia beli di supermarket.
"Pulang sana. Nanti bokap lo cariin"
"Gampang tinggal bilang aja lagi sama lo. Bokap gw kan langsung izinin klo gw lagi sama lo" Sahut rina. Uhh betul banget bokap nya rina itu kenal banget sama Alvano. Karna papa Alvano itu teman masa sekolah nya papa nya rina. Jadi aman aman aja kalo bilang pergi nya sama Alvano.
"Tar gw bilang sama bokap lo kalo gw ga sama elo" Ucap Alvano. Ga ngaruh bagi rina. Dia mah makan es cream saja sambil melihat keramaian di sini.
"Bentar 10 menit gw di sini dulu. Lagian rumah gw deket noh di seberang. Tinggal nyebrang trus masuk rumah" Kata rina santai. Karna rina nya terlalu santai Alvano sampai males sndri ladenin rina. Biarin lah terserah dia mau apa.
Di sisi lain Lhala masih terkekeh. Dia duduk bersama dengan darma di bangku yang sudah tersedia di sana. Lhala tuh merasa sangat lucu sama ucapan nya Davina. Dia ga balas chat nya glen karna kuota nya habis. Di kira glen Davina marah karna dirinya. Eh tapi kocak banget loh ini.
"Ga kepikiran sampe ke sana lo gw. Kalo kuota nya Davina habis. Malu banget tapi lucu..hahaha " Kata Lhala sambil tertawa. Sudah ngomong panjang lebar belain glen se dramatis seperti drama Korea. Ehh ujung ujungnya habis karna kuota. Ada ada saja. Tapi bagus lah davina ga marah kan. Jadi dia ga di salahin sama glen. Sedangkan darma hanya memerhatikan Lhala yang tertawa. Dia suka banget liat Lhala yang tertawa lepas kaya gini. Tidak ada jaim jaim nya saat tertawa di depan cowok.
"Btw Glen ke rumah Lo tadi?"tanya darma .oke kayanya dia penasaran deh sama Glen yang datang ke rumah lhala.karna darma tuh liat statusnya Glen di wa.darma emang punya nomor glen.jadi dia bisa liat foto lhala di status Glen.
KAMU SEDANG MEMBACA
TRANSMIGRASI "DARAH PSICHO"
Mystery / Thrillerlhala seorang gadis berusia 16 tahun. dia tidak suka baca novel. dia di suruh teman nya untuk baca novel buatan teman nya yang sudah viral banyak yang membeli novel tersebut. lalu dia transmigrasi pada saat dia tidak tahu bagaimana jalan cerita nya...
