#11

780 81 40
                                        

Sai membuka tirai di kamar tidur sang kaisar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sai membuka tirai di kamar tidur sang kaisar. Menyisakan gorden tipis yang menahan sorot matahari pagi. Sambil menunggu pemilik takhta bangun, dia memerintah para pelayan masuk; membawakan pakaian ganti kaisar.

“Pergilah.”

Sai memberi isyarat dengan tenang. Setelah pintu eboni itu tertutup, sayup-sayup dia melihat pergerakan dari ranjang tempat tidur. Kaisar bangun seraya meletakkan sebelah tangannya di sisi wajah.

“Tanggal berapa hari ini?”

“Tanggal dua belas bulan ke lima, Yang Mulia.” Sai menjawab ringan. “Saya sudah menyiapkan semuanya dan meminta para pelayan keluar. Silakan, Yang Mulia.”

Menma menurunkan kedua kakinya dari ranjang. Bersiap melakukan ritual pagi menuju kamar mandi di sisi lain kamar.

Tidak ada yang berbeda dari hari-hari biasa, yang membuat Sai merasa gugup. Padahal hari ini adalah jadwal rapat dengan dewan bangsawan yang akan memperdebatkan tanah Alsaber. Banyak bangsawan yang masih menentang pengalihan kekuasaan Alsaber kepada Duke Uzu. Karena sebagai satu-satunya duke keturunan kekaisaran, kekuasaan Uzumaki Naruto dianggap akan melebihi kaisar. Terlebih dengan histori jejaknya sebagai pahlawan; simpati dan dukungan rakyat pasti akan tumpah ruah padanya.

Sai yang telah mengabdikan diri sejak kaisar masih menjadi putra mahkota, sedikit banyak masih sulit menerka suasana hatinya. Terutama sejak saat itu.

Secara kasar, tidak ada yang berbeda dari kaisar. Seleranya masih sama. Tidak akan ada orang yang curiga meski terkadang hal-hal kecil berubah.

.

Beberapa saat berlalu dengan Sai yang menunggu. Akhirnya Kaisar Menma keluar dengan hanya mengenakan jubah mandi yang tidak bisa menutupi seluruh dadanya. Bahkan air di rambutnya yang biasanya tidak terlalu basah, kini begitu lepek karena kadar air yang berlebihan; jatuh menetes melewati hidung dan bahunya.

Sai menunggu sang kaisar berpakaian. Meski tidak sopan meliriknya, Sai tetap harus memastikan bagaimana Kaisar Menma mengancingkan mansetnya. Karena hanya dari cara mengancingkan manset, dia bisa membedakan bagaimana dia harus melayaninya.

Hari ini, Menma lebih dulu menggunakan tangan kiri untuk mengancingkan manset di lengan kanan. Artinya, Sai bisa tenang karena tidak akan melihat darah selama pertemuan bangsawan hari ini. Kiasan yang berlebihan, tapi memang seberbeda itulah kaisar.

“Yang Mulia. Kami sudah menyiapkan sarapan. Di mana Anda ingin sarapan?”

“Bawakan sarapannya ke kantor. Aku ingin memeriksa apa yang terjadi selama aku tidak ada.”

“Baik, Yang Mulia.”

.

Menma meletakkan gelas berisi kopi dengan suara denting yang membengkakkan telinga. Tidak menyangka kalau nominal bantuan ke Desa Hanover berkurang dari rencana awal. Sedangkan Uchiha Itachi yang dia curigai melakukan transaksi gelap, hanya memperoleh hukuman sebagai tahanan rumah. Sama sekali tidak ada penyelidikan terpisah.

ShadowTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang