Ponsel Jake bergetar kencang di pagi hari yang seharusnya tenang. Dia baru aja bangun, rambut masih acak-acakan kayak mi instan gagal rebus, mata setengah merem, dan suara notifikasi grup keluarga besar bikin dia otomatis curiga. Grup itu cuma aktif di momen-momen krusial—kayak kelahiran, kematian, atau… gosip keluarga yang nggak kalah dramatis dari sinetron jam tujuh.
Jake menyambar ponselnya, mengusap layar, dan membaca pesan paling baru.
MAMA TERSYINTA💝💝 :
||"Nak, minggu depan pulang ya. Kita ada acara penting."
Jake mengernyit.
Acara penting? Setahu dia nggak ada ulang tahun keluarga bulan ini. Pernikahan? Nggak ada yang nikah. Lebaran juga udah lewat. Jadi acara apa?
Belum sempat mikir, masuk lagi pesan baru. Kali ini bukan teks, tapi gambar.
Jake klik gambarnya… dan hampir tersedak kopi sachet yang baru seteguk.
Sebuah kartu undangan digital memenuhi layar. Background-nya warna emas elegan, tulisan kaligrafi mewah, dan di bagian bawahnya—yang bikin jantungnya nyaris copot—tertulis:
"Pertunangan: Jay Adipratama & Jake Mahendra."
Jake ternganga. “Apa-apaan ini?!”
Dia zoom layar. Nggak salah lihat, namanya memang Jake Mahendra. Dia. Manusia yang sekarang lagi duduk di ranjang dengan piyama dinosaurus. Dan siapa itu Jay Adipratama? Temen SMA? Nggak kenal. Mantan? Apalagi. Gebetan rahasia? Halah, mana mungkin.
Tangannya langsung mengetik.
MAMA TERSYINTA💝💝
ANDA:
"Ma?! Ini apaan?!"||
MAMA TERSYINTA💝💝
||"Nanti Mama jelasin kalau kamu udah di rumah. Jangan lupa minggu depan pulang, jangan ngeles."
ANDA
"Tapi–"||
MAMA TERSYINTA💝💝
||"Nggak ada tapi. Udah fix."
Jake menjatuhkan ponselnya di kasur. Menatap langit-langit. Menyadari hidupnya baru saja dibajak.
Jake masuk ke ruang tamu dengan langkah berat, masih memikirkan cara kabur. Tapi semua niat itu rontok begitu melihat… dia.
Seorang cowok duduk santai di sofa, kaos putih polos yang entah kenapa kelihatan mahal, celana jeans fit pas, rambut hitam rapi, dan wajah… ya Tuhan. Wajah yang kayaknya kalau masuk iklan parfum, semua orang bakal langsung beli. Tapi tatapannya? Dingin. Datar. Dan terlalu percaya diri.
Cowok itu menoleh.
"Jadi kamu Jake?" suaranya rendah, tenang, tapi ada nada menilai.
Jake melipat tangan di dada. "Dan lo pasti Jay… tunangan instan gue?"
![Jake harem [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/336028947-64-k113450.jpg)