"Appa! Momy! Liat nih!"
Teriakan cempreng penuh semangat itu membangunkan Jake dari tidur nyenyaknya. Ia membuka mata perlahan, membiarkan sinar matahari pagi menyusup masuk dari celah gorden.
Di sampingnya, Sunghoon masih terlelap, wajah tampannya menyandar di bantal, dengan satu lengan melingkari pinggang Jake. Tapi anak mereka si kecil yang selalu bangun paling pagi di rumah itu sudah sibuk dengan mainannya.
"Apa sih, Hanbin?" gumam Jake seraya duduk dan merenggangkan badannya. Rambutnya sedikit berantakan, piyama biru muda yang dipakainya sudah kusut karena semalaman dipeluk erat oleh Sunghoon.
Hanbin, anak laki-laki mereka yang berumur lima tahun, sudah berdiri dengan bangga di depan tempat tidur, memegang kertas hasil gambarnya. "Ini gambar keluarga kita! Ini Mamy lagi masak. Ini Appa lagi kerja. Dan ini Hanbin lagi bantuin makan!" katanya polos.
Jake tersenyum hangat. “Wah, Hanbin pinter banget gambar keluarganya. Tapi kok Momy-nya gemukan, ya?”
Hanbin terkikik. "Soalnya Momy suka nyemil terus, sih!"
"Eh kamu!" Jake menjewer hidung Hanbin, lalu mendaratkan ciuman di ubun-ubun anak itu. “Kamu juga, kalau nyemil terus, bisa-bisa perutmu kayak bola.”
Di balik selimut, Sunghoon akhirnya membuka matanya. “Berisik banget pagi-pagi udah roasting Momy, ya?”
Jake melirik tajam. “Kamu diem aja. Tadi malem siapa yang makan ramen jam dua pagi?”
Sunghoon hanya tertawa kecil. “Tapi aku masih six pack, dong.” Ia duduk dan mengacak rambut Hanbin, lalu mencium pipinya. “Good morning, captain.”
"Good morning, Appa!"
Mereka bertiga pun turun ke dapur. Jake sibuk menyiapkan sarapan, sementara Sunghoon duduk di meja makan menemani Hanbin main puzzle. Suasana rumah kecil mereka sederhana, tapi hangat.
"Sayang, Hanbin besok ada field trip ke kebun binatang. Kita harus siapin bekal dan baju ganti," ujar Jake sambil membalik telur dadar.
Sunghoon mengangguk. “Mau aku yang cuti?”
Jake menoleh. “Kamu kan ada presentasi sama klien, biar aku aja. Lagian, aku udah janji temenin Hanbin.”
Hanbin langsung berseru, "Yeay! Momy ikut Hanbin liat gajah!"
Sunghoon tersenyum. Pemandangan istri dan anaknya begitu harmonis, membuat hatinya terasa penuh. Lima tahun sudah mereka menjadi keluarga. Sejak Jake melahirkan Hanbin lewat proses MPREG yang panjang dan penuh perjuangan, hidup mereka berubah total. Tapi tak pernah sekali pun Sunghoon menyesali pilihannya.
"Eh, Appa," tiba-tiba Hanbin menunjuk ke arah kulkas. “Kenapa gambar tempelannya berubah?”
Sunghoon melirik, lalu tersenyum. “Itu? Appa tempel gambar tiket konser Mamy. Biar inget kalo tanggal 14, Appa jagain Hanbin karena Momy mau fangirling seharian.”
Jake tertawa geli. “Aku kan butuh hiburan juga!”
“Kamu adalah hiburan,” Sunghoon menggoda, lalu mencubit lembut pipi Jake.
Hanbin mendelik. “Ih! Appa jangan genit!”
Hujan deras turun sejak pagi, membasahi kaca jendela ruang tengah rumah mungil mereka. Suasana dingin dan mendung membuat Jake ingin menggulung diri di bawah selimut sambil nonton drama, tapi Hanbin punya rencana lain.
“Momy, kita bikin tenda!” seru Hanbin sambil membawa selimut, bantal, dan boneka dinosaurus favoritnya.
Jake mengerjap dari sofa. “Tenda?”
“Iya! Kayak di kartun yang Hanbin tonton, yang anak-anaknya bikin perkemahan dalam rumah karena hujan!”
Jake tertawa. “Oke, oke. Kita bangun tenda di ruang tengah.”
![Jake harem [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/336028947-64-k113450.jpg)