heejakehoon

644 38 1
                                        

“Jake! Cepetan turun! Ada yang mau kita omongin,” suara Om Minho terdengar dari bawah. Kedengarannya serius, dan itu jelas bukan pertanda baik.

Jake yang sedang rebahan di kamar langsung bangkit setengah malas, rambutnya masih acak-acakan. Dengan hoodie kebesaran dan celana pendek, dia turun ke bawah, nyaris terpeleset karena kaus kaki licin.

“Apaan sih, Om? Aku baru banget tidur,” gerutunya sambil menguap.

Di ruang tamu, sudah ada Om Minho dan Tante Yuna—dua orang yang selama ini mengasuh Jake sejak kecil setelah orangtuanya meninggal. Tapi kali ini ada amplop merah besar di meja, dengan cap stempel
emas yang bikin Jake ngerasa kaya lagi syuting drama kerajaan.

“Kamu ingat dulu waktu umur 17 tahun pernah tanda tangan kontrak perjodohan, kan?” tanya Om Minho sambil menyodorkan amplop itu.

Jake ngedip pelan. “Kontrak apaan? Aku umur 17 aja masih sibuk main Mobile Legend sama nangis gara-gara gagal masuk fanmeeting Enhypen…”

Tante Yuna menghela napas. “Itu kontrak warisan dari mendiang Appa-mu. Dia dan sahabat lamanya sudah menjodohkan kamu sejak kecil. Dan sekarang... waktunya tiba.”

Jake langsung nyengir. “Oke, fix. Aku di-prank, ya? Mana kameranya?”

“Jake, ini serius.” Suara Om Minho dalam dan pelan, tapi berat.

Dan saat amplop itu dibuka, matanya langsung terpaku pada dua nama calon suaminya yang tercetak jelas:
Yang pertama: Lee Heeseung.
Yang kedua: Park Sunghoon.

Jake langsung melongo. “Maksud Om… dua orang?”

Tante Yuna meneguk teh sebelum menjawab. “Iya. Mereka bersaudara tiri. Keluarga mereka punya hubungan kuat dengan keluarga kita. Jadi, salah satu dari mereka akan jadi pasangan kamu… atau, kalau kamu setuju, kamu akan bertunangan dengan mereka berdua.”

Jake cuma bisa terdiam. Otaknya blank.

Nikah… sama dua cowok sekaligus?

Apa ini plot drama BL fantasy atau kenyataan?

Malamnya, Jake duduk di balkon kamar, ngebawa es krim dan mikirin hidup. Di tangannya, masih ada foto dua cowok itu.

Heeseung. Rambut coklat tua, tatapan tajam, postur tinggi. Wajahnya kayak perpaduan CEO ganteng dan anak band rock. Dingin, kaku, dan misterius.

Sunghoon. Lebih cerah, kulit putih pucat, senyum menawan, dan punya aura “oppa kampus” yang disukai banyak orang. Manis tapi kayak punya sisi tersembunyi juga.

“Kalau ini beneran… gue bakal jadi milik dua cowok cakep,” gumam Jake, lalu geleng-geleng. “Tapi gila aja! Mereka bahkan belum kenal aku!”

Tiga hari kemudian, Jake diboyong ke restoran mewah di Gangnam. Katanya buat pertemuan awal.

Dengan baju rapi—tapi tetap dengan kepribadian slengean—Jake masuk ke ruangan VIP yang udah dipesan khusus. Di dalamnya, dua orang cowok udah duduk dengan gaya masing-masing.

Heeseung duduk dengan posisi tegak dan angkuh, mengenakan jas hitam. Sunghoon bersandar santai dengan setelan putih gading, senyum tipis menghias wajahnya.

“Jake, ini Heeseung dan Sunghoon. Calon suami… kamu,” kata Om Minho sambil tersenyum lebar. Seolah ini semua normal.

Jake cuma bisa berdiri di tempat, matanya menatap dua cowok itu.

“Ehem. Halo. Nama aku Jake. Dan aku... jelas gak tahu harus ngomong apa.”

Sunghoon langsung berdiri dan mengulurkan tangan. “Halo, Jake. Senang ketemu kamu. Kamu lebih lucu dari yang ada di foto.”

Jake harem [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang