greece.. grace.

23 4 0
                                        

Seulgi begitu dirayakan olehnya.

Sekalipun itu hanya es kelapa dipinggir pantai Bali, seloyang pizza di restoran populer Roma, ataupun hidden gem thai tea enak di Bangkok..

Jimin membawanya berkeliling dunia hanya untuk menikmati hal-hal kecil yang tadinya seperti impian saja. Seulgi pun tidak pernah sangka kalau dirinya akan berakhir berkencan dengan sesosok pria yang jauh lebih muda dan sangat bersemangat ini.

"Beli parfum gak sih, Sayang?" Jimin dengan acak berujar.

Seulgi yang mendengar itu lantas mengernyit pelan, "Sekarang banget?"

Lelaki itu terkekeh pelan dan menggeleng kecil, "Minggu depan, aku udah pesan tiket kita ke Greece." Ujarnya santai meski hampir menbuat Seulgi menganga lebar, tapi alih-alih itu ia hanya tersenyum tipis—tajam..

"Coba tadi bilang apa?" Seulgi bertanya pelan.

Jimin yang paham betul dengan kekasihnya itu lantas menggaruk tengkuknya yang tidak pula gatal tersebut. "Anu.. minggu depan.. kita berdua.. Greece?" Dengan hati-hati berucap dan menyunggingkan senyum tidak berdosa.

"Greece ya? Ini mah kamu butuhnya Grace gak sih? Kita ke gereja, sekarang."

Hah? Jimin termangu sebentar, kemudian pupil itu melebar.. "Ngapain?"

"Butuh Grace, atau sekalian aku minta pendeta siram kamu pakai air suci." Jawabnya blak-blakan dan jelas-jelas sebal.

Spontan Jimin memasang muka bingung mode final boss, "Kok gitu?"

Seulgi hanya tersenyum masam, mulutnya sudah siap untuk mendumel manja, "Kok gitu???? Kok.. gitu??????? Kok pake nanya???"

"Niatnya cuman mau beli parfum loh, Sayang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Niatnya cuman mau beli parfum loh, Sayang.. langsung di negara wangi gitu." Jawab Jimin lembut, mencoba untuk merayu.

Seulgi tertawa datar, "Lucu banget alasannya, kayak ke toko parfum deket sini gak langsung semerbak wangi aja." Ucapnya tajam.

"Beda dong, Sayang."

Astaga-astaga.. Park Jimin? Seulgi tidak habis pikir dengan jawabannya yang nyeleneh itu, "Apa bedanya? Yang satu puluhan juta cuma gara-gara perjalanannya, yang satu seratus ribu dapet ya?"

Eh?

Dengan hati-hati pria itu coba menjawab, "Beda dong yang ini kita sekalian jalan-jalan juga gitu, Sayang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dengan hati-hati pria itu coba menjawab, "Beda dong yang ini kita sekalian jalan-jalan juga gitu, Sayang.."

Salah langkah sedikit saja.. Seulgi barangkali sudah sangat siap untuk menerjang sekaligus memukulnya gemas dan beringas nan membabi buta. Kebetulan saat ini hanya sedang menahan diri saja.

"Kamu tau gak sih itu jawaban bodoh banget? ARGHHHHH.."

Seulgi langsung berdiri tegak dari duduknya, benar-benar sudah sangat siap membuat Jimin botak pada saat itu juga.

"EH.. EH.. AMPUN SAYANG.."

•••seulmin jaya-jaya🩵💛

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

•••
seulmin jaya-jaya🩵💛

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 21, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ss; more than // ksg x pjmCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang