Jimin sialan.
Dirinya tak habis pikir betapa bodohnya ia tetap bertahan untuk lelaki pengangguran itu. Seringkali kerjaannya tidak lain hanya mengeluh, bukannya semangat mencari kerja, dasar gila. Lelaki tidak tahu diri tersebut bahkan tempo hari berkata akan melamarnya.
Omong kosong.
"Dengerin aku dulu dong!"
"Apa?"
"Aku udah bikin keputusan, Gi!"
"Apalagi?"
"Kamu kerja, aku yang ngurus rumah!"
"Goblok."
"Kok ngegas?!"
"Suka-suka aku!"
Wajah lelaki itu lantas tertekuk menandakan dirinya yang merajuk. Tidak terima dengan reaksi Seulgi padanya. Kalau dulu sih memang mempan, Jimin ngambek sedikit dianya langsung manja-manja minta maaf. Sekarang? Jangankan mendengar permintaan maaf, mendapatkan perhatian gadis itu saja tidak. Ogah kata Seulgi, biar saja sekali-sekali. Biar peka. Dia kira nikah gak pake modal?
"Ugiiii,"
"Hm?"
"Aku tau kita krisis uang buat nikah."
"Terus?"
Jimin mencoba memaklumi respon tidak peduli gadisnya itu. Ia sadari dirinya pantas mendapat perlakuan tersebut, mau bagaimana pun juga Seulgi sudah terlalu lama menunggu.
Ia mengerti kok.
"Yaudah yang paling penting dari nikah itu punya anak, 'kan? Ayo bikin dulu, nikahnya nanti aja."
"Park Jimin!"
•••
; yang suka vseul mampir yuk ke work aku satunya hehe <3 luv u all!
KAMU SEDANG MEMBACA
ss; more than // ksg x pjm
Fanfictionshort story x seulmin🙈✨ it was random plot inside;; be careful, hunny bunny💫 #79 in polaristique [201202] #45 in polaristique [230607] #1 in polaristique [240111] thank u! [ start - 181120. up - 190908. d l d r sayank. ]
