𝑯𝒂𝒑𝒑𝒚 𝑹𝒆𝒂𝒅𝒊𝒏𝒈➪
⚠︎𝚅𝚘𝚝𝚎 + 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗 𝚍𝚞𝚕𝚞 𝚢𝚊!シ︎⚠︎
28. Axiom
“Nyonya pergi ke rumah sakit, Den Zio demam.”
Drake berlari tunggang-langgang di lorong rumah sakit, setelah mendapat kabar jika wanita paruh baya yang berusaha keras ia rahasiakan berada di rumah sakit yang sama dengan Queen.
Sebelum mereka bertemu, Drake harus menemukannya.
Beberapa meter sebelum ruang rawat, Drake berhenti melangkah. Di sana, wanita itu berdiri bersama seseorang. Drake bernapas lega, tapi hanya sesaat, karena orang yang Dayana temui, dia adalah Yoga.
Drake celingukan, berusaha mencari sosok Queen yang bisa jadi ada di sana. Benar, gadis itu berdiri tak jauh. Walaupun samar, Drake bisa melihat kondisinya yang memprihatinkan.
“Kita harus bicara,” kata Yoga.
Dayana memalingkan wajah. Ternyata rasa familiar yang sebelumnya ia rasakan adalah kehadiran sosok di masa lalunya. Dayana sudah berusaha melupakannya, tapi mengapa semesta kembali mempertemukan mereka?
“Tak ada yang ingin aku bicarakan.”
Dayana hendak kembali masuk ke ruang rawat, tapi perkataan pria itu menghentikannya.
“Queen Leona, kau tak mengingatnya?”
Setiap hari Yoga selalu mengingat janji wanita itu, janjinya yang akan membawa Queen pergi secepatnya.
Sejenak mengusap air matanya, Dayana kembali menatap pria yang pernah ada dalam hatinya. “Aku tak mengenalnya, siapa yang kau maksud?”
Yoga terkekeh. Bagaimana mungkin ada wanita yang melupakan anak yang lahir dari rahimnya? Terkecuali jika Queen memang bukan anak wanita itu. Namun jika demikian, mengapa menitipkan Queen padanya?
“Anak yang kau tipu, dengan mengatakan jika aku adalah ayahnya!”
“Kau memang ayahnya!” balas Dayana cepat. “Anak itu memang anakmu!”
Napas Dayana memburu. Sejak tadi ia berusaha menahan diri, tapi ternyata ia tak sekuat itu. Fakta yang selama ini ia kubur sendiri, nyatanya tak bisa lagi dipertahankan.
“Hasil tes DNA mengatakan--”
“Tinta di atas kertas bisa dipalsukan!”
“Bagaimana bisa?”
“Bisa--”
“Bapak, Ibu!”
Dayana dan Yoga sontak menoleh pada seorang perawat yang hadir di tengah-tengah mereka.
“Tolong jangan ribut, ini rumah sakit. Jika ada masalah, silahkan selesaikan di tempat lain.”
Setelah ditegur, keduanya meminta maaf dan mencari tempat yang lebih tenang. Dayana sebenarnya tak ingin pergi, tapi setelah dipikir-pikir lagi, sepertinya masalah ini harus segera diselesaikan.
Kini keduanya duduk bersama di kantin rumah sakit. Dayana berusaha mengatur emosi, takut amarahnya meledak lagi. Sedangkan Yoga juga mulai menenangkan diri, ia harus menyiapkan hati untuk mendengar segala fakta yang selama ini tersembunyi.
Untuk kesekian kalinya, Yoga menghela napas. “Katakan apapun yang kau sembunyikan.”
Dayana masih diam. Seharusnya ia mulai dari mana, apa harus mengungkap pesan yang ia terima seminggu sebelum hari pernikahan, atau sembilan bulan setelahnya, ketika seorang wanita datang menitipkan anak itu?
KAMU SEDANG MEMBACA
CAKSUSRAWA
Fantasy𝙹𝚒𝚔𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚎𝚗𝚊𝚗, 𝚝𝚘𝚕𝚘𝚗𝚐 𝚏𝚘𝚕𝚕𝚘𝚠 𝚜𝚎𝚋𝚎𝚕𝚞𝚖 𝚍𝚒𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚢𝚊! °°° "Apa yang bisa bikin lo pergi dari hidup gue?" "Kematian lo!" "Mungkin terlambat, tapi, i love u." °°° MATA DIBALAS MATA NYAWA DIBALAS NYAWA! _QING CAKSUSRAWA
