CHAPTER 31
「 ✦ Lost ✦ 」
──── ୨୧ ────
-
Davian menginjak gas sedalam yang ia bisa. Mobil melaju tanpa arah, hampir kehilangan kendali—tapi pikirannya jauh lebih kacau daripada lajunya kendaraan. Kata-kata Bi Minah terus terngiang di kepalanya
"Non Nayra nggak salah, semua yang terjadi gara-gara saya... dan nyonya..."
Dadanya terasa seperti diremas. Napasnya memburu, dan rasa bersalah menghantamnya bertubi-tubi.
"Fuck!"
Tangannya bergetar di atas setir. Setiap detik berlalu membuat hatinya semakin ketakutan.
Saat ia tiba di jalan tempat ia menurunkan Nayra, rem mobil berdecit. Pandangannya langsung tertuju pada kerumunan orang dan sebuah mobil yang ringsek menabrak pohon. Udara seolah berhenti. Tenggorokannya menelan ludah dengan susah payah.
Tanpa peduli hujan, Davian turun dari mobil dan berlari. Langkahnya berat, tapi hati terasa lebih berat lagi. Ia mendorong kerumunan, matanya mencari—dan saat pandangannya menangkap sosok yang tergeletak di aspal, dunia seperti runtuh.
"Nay..."
Tubuh Nayra terbaring lemah. Darah membasahi aspal di bawah kepalanya. Hujan bercampur dengan merah pekat yang mengalir di antara kakinya. Nafas Davian terputus, lututnya lemas, tapi ia memaksa diri menghampiri. Seketika ia berlutut, memeluk tubuh Nayra erat-erat.
"Nayra!" suaranya pecah. Gemetar, panik, putus asa. Semua Davian rasakan jadi satu.
"Nay, Lo kenapa..."
"Gue minta maaf... gue minta maaf, Nay..." Ia menarik napas berat, air matanya bercampur dengan hujan di pipinya. "Buka mata Lo, gue mohon..."
Tangan Davian menepuk lembut pipi Nayra yang pucat, berharap ada reaksi sedikit saja. Hingga akhirnya, kelopak mata Nayra bergerak. Perlahan. Lemah. Nayra tidak percaya Davian ada disini, dia mengira kalau lelaki di depannya ini hanyalah halusinasinya saja.
"Dav... k–kamu disini..." suara Nayra nyaris hilang ditelan hujan. Kelopak matanya berat, bibirnya gemetar menahan sakit.
Untuk pertama kalinya, Davian mencium punggung tangan Nayra. "Iya gue disini Nay... bertahan ya?"
"Adek…" Tangan Nayra perlahan terangkat, berusaha menyentuh perutnya yang kini seperti diremas dari dalam. Tetapi tangannya jatuh kembali, tidak kuat menopang dirinya sendiri.
"Sakit..." rintihnya pelan, napasnya tersendat.
Davian langsung mencondongkan tubuh, satu tangannya menopang kepala Nayra agar tidak menyentuh aspal yang dingin. Dengan tangan yang bergetar, ia mengusap pipi wanita itu—sentuhannya lembut, berbeda jauh dari kemarahan yang sebelumnya meledak.
"Nay… hey, lihat gue." Suaranya serak, panik dan rasa bersalah bercampur menjadi satu saat itu.
"Kita bawa adek ke rumah sakit sekarang ya?" Ia mengusap pipi Nayra, lembut berulang kali, mencoba menahan wanita itu tetap sadar.
"Tapi Lo harus bertahan... Jangan tutup mata lo yang cantik itu... please..."
Darah mengalir dari hidung Nayra, mengotori wajahnya yang pucat. Dengan cepat Davian menyekanya dengan ibu jarinya, tapi tangannya sendiri bersimbah darah sehingga merah hanya berpindah-pindah di kulit mereka.
Seseorang lalu menyentuh pundaknya dari belakang. "Mas… anda ini keluarganya?"
Davian menoleh dengan mata merah dan penuh ketakutan. Ia memeluk Nayra semakin erat, seolah takut kehilangan dalam hitungan detik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Still, I Choose You [ ON GOING ]
Teen FictionSebuah insiden mengharuskan kedua pasangan siswa dan siswi yang masih duduk di bangku SMA untuk menikah. Nayra masih tidak menyangka jika kejadian hari itu langsung membuat kehidupannya berubah 180 derajat. Davian laki-laki asu yang membuat Nayra m...
![Still, I Choose You [ ON GOING ]](https://img.wattpad.com/cover/368981105-64-k652748.jpg)