Bab 18

495 70 10
                                        

Malam ini adalah malam yang sangat ramai di kediaman Dirgantara karena para sahabat shani, dan chika tengah berkumpul bersama dengan oma dan friska.

Malam yang dingin itu kini tak terasa di kediaman Dirgantara, karena dilawan dengan hangatnya kebersamaan antara sahabat dan juga keluarga kini menjadi satu. Sedingin apapun cuaca jika di lawan oleh rasa hangatnya kebersamaan akan kalah.

Rumah yang dianggap oleh seorang anak adalah ke hangatan keluarga, kebersamaan keluarga. Walau pun bukan sedarah tapi jika searah rasanya akan sama, jika pun begitu mereka adalah keluarga besar yang tak sedarah tapi searah.

Di dalam Rumah akan hangat jika ada canda, tawa, suka mau pun duka dan keterbukanya satu sama lain. Sejauh apapun melangkah tetaplah keluarga rumah yang paling aman dan damai, tapi banyak dari orang tua yang merasa sudah selesai dengan tanggung jawabnya terhadap anak. Dengan cara mereka bekerja hingga lupa waktu bersama keluarga dan memberika fasilitas yang sangat mewah itu tidak menjamin, kebahagiaan terhadap anak, karena yang di butuhkan oleh anak adalah orang tua yang selalu ada di sisinya.

Malam ini adalah malam yang sangat berharga untuk para sahabat dari shani dan juga chika, dengan berkumpul mereka bisa melupakan beban pikirannya walau hanya sesaat tapi itu membuat mereka tenang, bukan dengan melampiaskan rasa sakit dengan menyiksa diri sendiri. Cukup fisik yang sakit tapi tidak dengan mental.

Setelah selesai makan malam termasuk jinan, anin, feni, gracia yang baru selesai makan kini mereka sudah kumpul kembali di depan tv. Dengan Chika cs yang duduk dibawah dialasi oleh karpet berbulu nan empuk itu dan di temani beberapa cemilan, sedangkan oma aya, friska, shani, chika, anin, jinan, feni dan juga Gracia duduk di sofa.

"Ehh filmnya ganti napa alay banget" celetuk adel.

"Alay kayak lo titan" tungkas flora.

"Wesss maen nyerang aja nih wibu"

"Udah udah jangan berantem, mau ganti film apa emangnya adel? " tanya oma aya yang menjadi pertengahan antara adel dan juga flora.

"Tau giliran jauh pada saling nanyain giliran deket ribut terus" ucap jinan.

"Apa aja oma asal jangan azab, takutnya si adel kena mental" celetuk Chika yang masih di posisi yang sama.

"BWHAHAHAHA"

"Bjir asbun banget mulutnya"

"Dehh minta di nafkahin emang mulutnya si jamet satu ini"

"Astagfirullah"

"Tapi kayaknya bukan adel yang kena mental tapi azabnya yang kena mental gara gara kelakuan si adel"Ujar jinan.

"Kurang ajar" gumam adel.

"Ajarin makanya del" ucap lulu.

"Udah udah jangan debat lagi mending kita nonton ini aja ya" lerai oma.

"Iya oma!!! "ucap serempak.

Kini film telah berganti yang kesekian kalinya begitu pun dengan jam, kini sudah menunjukkan pukul 23.00 dimana semua manusia harus beristirahat. Untuk mengumpulkan stamina untuk hari yang akan datang.

Para sahabat Shani dan juga Chika masuk kedalam kamar. Sebagian ada yang di kamar tamu, sebagian juga ada yang dikamar Chika. Seperti Chika cs itu di kamar Chika dan Shani cs di kamar tamu.

Chika? Jangan di tanya lagi si jamet satu ini tidur bersama sang Cici. Tadinya Chika ingin tidur bersama cs nya tapi tidak di izinkan oleh Shani karena sudah ketebak Chika jika disatukan oleh para sahabatnya akan bergadang, dan Shani tak akan membiarkan itu terjadi.

Saat dikamar Shani, Chika benar benar cemberut dengan tangan yang melipat di dada menunjukkan dirinya ngambek kepada Shani. Tapi Shani hanya bisa terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.

dedek chikaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang