36

1 1 0
                                        

Nyatanya cinta pertama adalah pemenang nya

_Al Dan Bai_

Jika bunda ingin pergi, pergilah. Aku akan menjaga mereka disini

_Baiti Jannati Abimana_

Hidup ku seberantakan ini ya.

_Baiti Jannati Abimana _

Semuanya pergi dan meninggalkan tanggung jawab besar padaku tanpa memikirkan apakah aku lelah atau tidak

_Baiti Jannati Abimana _

__________________
____________

Sebuah mobil melaju kencang di jalan raya. Pengemudi mengemudi mobil tanpa memikirkan kendaraan lain.

Hanya satu tujuan nya sekarang, mansion.

Sesampainya di mansion pengemudi itu langsung turun dari mobil dan masuk ke mansion itu.

Ia membuka pintu dan masuk ke dalam.

"Bunda"

"Baiti"

Baiti berjalan mendekat ke arah bunda Aira.

"Baru pulang kemarin sekarang mau pergi lagi?"

"Maaf, tapi bunda ada urusan bisnis" bunda Aira berjalan keluar membawa kopernya.

"Urusan bisnis atau nikah lagi?" Baiti berbalik arah lalu menunjukkan sebuah amplop coklat itu lalu meletakkan nya di meja tepat samping bunda Aira.

Bunda Aira menolehkan kepalanya lalu melihat amplop itu. Ia membuka nya dan melihat foto di dalam amplop itu. Tangannya gemetar.

"Ba-bagaimana kamu tau?" Tanya bunda Aira gelagapan

"Aku tau semuanya bunda..."

"Saat bunda pergi keluar kota bunda memang memiliki urusan dengan kolega tapi kolega itu cinta pertama bunda kan? Dan tanpa sengaja kalian sering ketemu dan cinta itu kembali terulang kan?"

"Bai...bunda..."

"Bun...tidak bisakah bunda menjenguk anak anak bunda di sana? Kenapa bunda mau langsung pergi tanpa mengunjungi mereka? Bunda gak kasihan melihat mereka yang rindu sama bunda apalagi adek yang masih butuh sosok bunda"

"Bunda...bunda gak mau melihat mereka nangis saat bunda tinggal kan" bunda Aira menunduk sambil memilin bajunya.

"Sebelum bunda tinggal kan mereka, mereka lebih dulu sudah nangis bun... please bun, tetap lah tinggal disini"

Baiti menggenggam tangan bunda Aira dan menatap wajah yang sudah keriput itu.

"Bunda gak bisa Bai...ini kebahagiaan bunda" bunda Aira melepaskan genggaman itu

"Oke...oke jika itu mau bunda. Bunda boleh pergi dengan pria itu. Bunda boleh menikah dengan nya tapi satu syarat... jangan tunjukkan wajah bunda ke hadapan mereka sebelum mereka benar-benar paham dengan perasaan bunda" ujar Baiti dan mundur satu langkah.

Al Dan Bai Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang