Kedatangan kalian membuat gue susah. Hilang satu tumbuh dua. Kedatangan kalian dan kepergian kalian akan terus seperti ini sampai gue mati. Setelah kalian pergi, jiwa lain datang dan membuat gue harus beradaptasi lagi.
_____________
__________________
Cahaya terang memenuhi ruangan itu. Sepasang mata terbuka sempurna. Ia menatap sekeliling sambil menyipitkan matanya. Silau karena pantulan cahaya itu.
"Akhirnya lo datang ya" ucap wanita itu sinis.
Baiti mengerutkan kedua alisnya.
"Maksud lo? Kenapa gue bisa disini? Dan mereka siapa Al?"
"Satu-satu kalo nanya Bai..." Aletta.
"Sorry"
"Perkenalkan mereka samudra dan Ivana" ujar Aletta sambil menunjuk pria kekar dan satu gadis cantik.
"Baiti"
Mereka berjabat tangan dan duduk di sebuah kursi yang Baiti tidak tahu kapan kursi itu ada.
"Ini di ruangan lain dalam jiwa lo, secercah cahaya yang gue benci. Lebih baik kalo gelap" ujar Aletta kesal.
"Dan juga, mereka jiwa yang berkeliaran mencari tempat dan akhirnya masuk ke tempat penampungan jiwa lo" imbuh Aletta.
"Hah...sudah gue duga" gumam Baiti, dia masih mengingat dirinya di rs sempat berkata kalau dirinya kecelakaan pasti akan ada jiwa yang berkeliaran akan masuk ke tubuhnya.
"Gak papa yang penting kalian berdua gak tiba-tiba make tubuh gue" kata Baiti sambil memijat pelipisnya.
"Santai saja kali, gue juga kalo mau make tubuh lo palingan buat perenggangan saja, tipis-tipis lah mukul orang" ucap samudra dan mendapatkan pelototan dari Baiti.
"Kalo sama aku kakak tenang aja. Aku kalo mau makai tubuh kakak bilang-bilang kok" ucap Ivana sambil memberikan senyuman manis nya.
"Iya"
"Udah, ayo kita main-main" kata Aletta dan mengeluarkan segala koleksi permainan nya.
Baiti ikut karena dia juga gak bisa pulang sebelum waktunya.
Aletta tersenyum simpul, ia sengaja tidak memberi tahu satu hal pada Baiti. Kalau Erisca sekarang tidak ada lagi dalam raga Baiti. Dia tidak mau Baiti tahu karena Baiti akan sedih dan berlarut larut dalam kesedihan itu.
Setelah puas bermain Baiti pamit pulang.
"Gue pulang dulu gengs, kalo gue lama-lama disini gue gak bisa napas lagi" pamit Baiti sambil meraup - raup udara dengan rakus.
Jika terlalu lama di sini, dia bisa mati karena raga nya masih hidup lagi.
"Jangan lupa ke sini lagi" ucap Samudra.
"Iya, kalian betah ya disini sama Aletta."
Baiti berjalan menjauh, menuju cahaya yang paling terang di ujung sana.
"Baiti!" Teriak Aletta, Baiti berhenti dan berbalik menghadap Aletta.
Bugh!
Satu tamparan keras dari Aletta dan Baiti langsung pingsan.
Brak
Baiti terjatuh dari ranjang nya ia merintih kesakitan kala bokong nya menyentuh lantai dan wajahnya yang habis di pukul Aletta.
"Aduuuhh.... bokong gue. Aletta bangs*t" gumam Baiti sambil mengelus wajahnya yang habis di tonjok.
"Kak! Kakak gak papa?" Tanya Adista yang melihat Baiti terjatuh dari ranjang nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Al Dan Bai
Teen FictionSeorang Gus yg dijodohkan dengan ketua geng motor. Tanpa Gus sadari bahwa geng motor itu bukanlah geng motor sembarangan. Seorang ketua geng motor yg duduk di bangku SMA hanya karena memiliki tugas dia dan sahabatnya harus kembali lagi duduk di ban...
