25. THE SECRET

1.7K 34 6
                                        

Queen tiba-tiba terbangun mendengar suara yang memekakkan telinga dari luar, dia turun dari kasur memakai sendal bulu yang membuat kakinya menggelitik hangat.

Keningnya berkerut tidak mengerti, perlahan tangannya membuka kenop pintu untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi diluar sana, alangkah terkejutnya saat melihat beberapa pengawal kakaknya yang tergeletak tepat di depan pintu kamarnya.

Tubuhnya menegang kaku, matanya melotot melihat pemandangan itu, menelan ludah berkali kali, kakinya seperti mati rasa

"Nona sembunyi!!!!"
Jantungnya berdetak dua kali lebih cepat saat melihat Zack ada di ujung tangga dengan lenganya yang meneteskan darah seiring langkah kakinya.

"Whats wrong Zack-" Entah kekuatan dari mana, kakinya melangkah mendekati Zack yang sudah lemah. Tubuh laki laki itu terhuyung, namun dengan mantap dia menarik tangan Queen menjauh dari kegaduhan itu.

"Apa yang terjadi zack, kenapa bisa begini, siapa mereka semua?"

Zack memantapkan langkah, satu tangannnya memegang lengan Queen yang masih berbicara tanpa henti, satu tangannya memegang pistol lalu menembak siapa pun yang menghalangi langkahnya.

"Nona perhatikan langkah anda."

Zack semakin mempercepat langkahnya walapun Queen tidak dapat mengikuti langkahnya yang begitu besar, sampai di sebuah ruangan, dengan gegabah Zack menekan sebuah tembok, membuat tembok lainnya bergerak, seperti sulap ada pintu yang bergerak di balik tembok itu terbuka.

Zack segera menarik Queen. "Nona, silahkan masuk, ini adalah ruangan rahasia yang sudah dipersiapkan Tuan untuk anda dalam keadaan mendesak."

"Apa maksudnya Zack. I dont understan, apa sebenarnya yang terjadi diluaran sana, dan..dan siapa mereka semua."

"Mereka Harper Nona, Nona akan aman di dalam sini."

Sebelum Queen sempat menjawab kembali, Zack sudah berlari, dia menutup pintu lalu menunduk hormat pada Queen.

Zack kembali mengeluarkan pistol dari pinggang kirinya, sesekali bersembunyi dibalik tiang besar mansion keluarga tuannya itu. 
dengan cepat tangannya mengotak-atik ponselnya menghubungi tuannya itu.

Disisi lain pikiran Tyler tidak sepenuhnya di Milan. Ia terus memikirkan Queen, yang sendirian di mansion mereka di  Obsesi yang ia pendam selama bertahun-tahun membuat setiap detik jauh dari Queen terasa seperti siksaan.

Tiba-tiba, telepon Zack berdering. Tyler mengangkat dengan cepat, mendengar suara Zack yang panik di ujung telepon:

"Tuan Tyler... Mansion...  diserang! Aku... membawa Nona Queen ke ruang bawah tanah! Dia aman untuk sementara, tapi..." 

Dunia Tyler runtuh dalam sekejap. Jantungnya berdegup kencang, campuran kemarahan, ketakutan, dan obsesi yang tak terbendung. "Siapa? Apa maksudmu diserang?" Tyler menekan suaranya, tapi ada nada gemetar yang sulit ia sembunyikan.

Zack menjelaskan dengan cepat: seorang penyerang misterius yang dia ketahui adalah bagian dari rencana Harper berhasil menembus keamanan mansion. Queen tidak terluka, dan Zack berhasil menyelamatkannya dan membawanya ke ruang bawah tanah, satu-satunya tempat aman dari mata dunia.

Tyler menatap Alexander, matanya penuh api. "Kita kembali ke Kanada. Sekarang juga." Nada penuh penekanan itu membuat Xander menelan ludah, sudah lama rasanya tidak melihat. dia mengangguk, jika terjadi sesuatu pada Queen sudah dipastikan tidak akan ada yang lolos dari tangan Tyler.

Dalam penerbangan darurat menuju Ontario, Tyler menatap hutan salju dari jendela pesawat, pikirannya kacau. Obsesi lama, rasa takut, dan kemarahan bercampur menjadi satu, hampir membuatnya kehilangan kendali.

Crazy LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang