"Apa kamu tau, apa yang paling berbahaya didunia ini?"
Sesosok mata biru melihat tenang nya air biru yang meneduhkan hati itu. Senyum tipisnya terurai kemudian menatap lawan bicaranya yang tak kunjung menjawabnya.
"Rasa penasaran yang tinggi. Yang kadang bisa membuatmu tersesat dan akhirnya kau ikut mati di dalamnya."
Dengusan kasar terdengar dari lawan kata bicaranya itu. "Apa kau masih berharap pria itu akan melepaskan Queen? Kau tidak akan pernah mendapatkan kembali putrimu itu.
"Aku akan" Bibirnya tersungging jahat seakan semua rencan telah ia siapkan. "Aku akan mendapatkan berlianku kembali."
"Setelah apa yang sudah kau perbuat? Keparat sialan!"
"Sssshhh." Matanya memandang tajam. Mata biru laut itu seperti akan mengeluarkan amarahnya."Jangan pernah mengingatkan ku akan kejadian itu, kau sendiri tau persiskan bagaimana kejadiannya?."
"Kau bahkan pernah berniat membunuh gadis malang itu."
"Dan aku akan menebusnya."
"Menebus dengan apa?"
Dia memicingkan matanya melihat pria yang sudah memutih rambutnya itu, "Aku tau apa yang baik dan buruk untu putriku, berhenti memberikan nasihat cecenguk kepadaku"
Pria paruh baya itu hanya mendengus, lalu menghela nafas panjang, "Jangan sampai melakukan kesalahan yang sama dua kali, atau kau tidak akan mendapatkan apapun, kau bisa melihat bagaimana morgan memperlakukan Queen, kau kira dia akan diam saja saat melihat apa yang akan kau lakukan. atau jangan jangan tanpa kita sadari, dia telah melakukan sesuatu."
"Aku tidak peduli, aku hanya ingin putriku kembali padaku. Tidak peduli apapun dan sebanyak apapun yang dikorbankan, aku tidak akan pernah mundur"
Sepasang mata yang penuh dengan dendam itu nampar memancarkan aura kebenciannya "Kali ini aku tidak akan membiarkan siapapun lolos seperti dua puluh tiga tahun yang lalu, akan kuberikan perhitungan pada keparat keparat sialan itu"
Seringaian kecil terlihat di bibirnya, sebelum dia menjatuhkan rokok yang masih mengepul lalu menginjaknya dengan memutarkannya dengan sepatu hitamnya itu.
"Sir, seseorang baru saja mengirimkan berkas, Beberapa senjata telah dikirimkan ke Milan, Tuan Xander juga telah menerima pesan yang sama, apa yang harus dilakukan Sir?"
Tyler meneguk minuman yang masih ada digelasnya sebelum matanya berpendar ke sekelilingnya "Katakan pada Xander agar mempersiapkan segalanya"
"Anda yakin Sir?"
"Ya." Pria dengan rahang tegas itu hanya berguman datar setelahnya. Zack segera pergi dari hadapannya.
Tyler berdiri dari tempat duduknya lalu menghampiri Queen yang sedang menikmati minumannya. "Kamu menikmati pestanya?" Tyler berbicara dengan nada mengejek.
"Menikmati apanya, dari tadi yang kulihat hanya perempuan perempuan yang secara bergantian minum denganmu." Kentara sekali cemburunya hingga membuat wajah datar Tyler terkekeh.
Membungkukkan badannya sedikit hingga wajahnya dan wajah Queen setara, Tyler menarik senyumnya lembut, Queen menahan nafasnya, untuk pertama kalinya dia melihat raut wajah kakaknya seperti itu, tangan gagah Tyler menyingkirkan anak-anak rambut yang berada di wajah cantik gadis kecilnya itu.
"Jika suatu saat kamu memiliki perasaan yang sama denganku, entah apa yang akan kamu lakukan pada wanita wanita itu" Queen menyerngitkan alisnya tidak mengerti
"Aku berjanji tidak akan pernah memiliki perasaan pada wanita lain Queen, aku sudah terlalu jatuh padamu." Ada yang berbeda dengan Tyler ini.
"Kakak mabuk?" Mata Tyler melembut, lengkungan bibirnya sangat manis untuk dilihat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy Love
Storie d'AmoreTyler Morgan,pria tampan yang memiliki sejuta pesona dengan kekayaan melimpah didalam Hidupnya.Wajah yang bak Dewa Yunani membuat para wanita bertekuk lutut dihadapannya. tapi sayang nya dia sama sekali tidak tertarik dengan semua wanita itu, tidak...
