✩TWENTY✩

46 5 4
                                        

Mungkin penulisan chap kali ini agak beda dari yang sebelumnya, tapi semoga kalian suka ya!! 😚💞

✧─── ・ 。゚★: *.✦ .* :★. ───✧

















Jam pulang sudah berbunyi 10 menit yang lalu. Shotaro, Renjun, Jaemin dan Haechan sudah berjalan bersama untuk pulang. Kali ini mereka tidak pulang bersama kekasih masing-masing, kecuali Haechan. Maksudnya hanya dia aja yang belum memiliki kekasih. Atau mungkin saja belum.

Mereka akan melakukan kerja kelompok di rumah Renjun. Mereka pulang menggunakan bus untuk ke rumah Renjun.

Di sekolah masih ada beberapa siswa, contohnya Jung Siblings. Entah apa yang mereka lakukan padahal sudah waktunya pulang sekolah. Belum lagi kelas Beomgyu dan Sungchan melakukan kerja kelompok.

"Yak! Jung Sungchan! Kenapa kau tidak menjawab telepon ku huh?!" ucap Beomgyu setelah dia sampai di rooftop.

Saking kesalnya, Beomgyu sampai ditahan Mark untuk tidak menerkam Sungchan yang hanya menatap datar. Mark sampai kewalahan menahan adik bungsunya itu. Kalau bertanya dimana Jeno, dia hanya memperhatikan. Kan sudah dibilang, dia itu suka keributan seperti ini.

"Peduli apa? Tidak penting juga." mendengar jawaban Sungchan yang santai itu, membuat Beomgyu semakin mengamuk.

"HEI! ASAL KAU TAHU, TARO JUGA MENELEPON MU!" Sungchan tiba-tiba terdiam.

Baru saja Sungchan mau pergi, tangannya ditahan Beomgyu. Sungchan menatap tajam kearah adiknya itu, kenapa juga dia ditahan seperti ini.

"Lepaskan, Gyu. Aku mau menghampiri Taro." ucap Sungchan dan di balas gelengan oleh Beomgyu.

"Buat apa? Taro sudah pulang 15 menit yang lalu." lagi-lagi Sungchan terdiam.

"Sudah, sudah. Ayo kita pulang. Kalau tidak Mommy akan marah." Mark menengahi kedua adiknya itu.

Karena ucapan si sulung itu tidak bisa dibantah, akhirnya Jung Siblings pulang ke mansion.

Dilain tempat, tepatnya di rumah Renjun. Para uke itu sedang sibuk menulis sesuatu di buku masing-masing. Mereka membagi tugas, Renjun dan Shotaro mencari materi, Jaemin bagian mencatat dan Haechan mengedit.

"Jaem, aku melihatmu bersama Jeno kemarin di taman. Apa yang kalian lakukan?" Jaemin yang tadinya sibuk mencatat tiba-tiba diam.

Renjun dan Shotaro ikut penasaran dan menatap Jaemin. Jaemin tidak langsung menjawab pertanyaan Haechan dan memilih pura-pura sibuk mencatat. Haechan mulai kesal karena pertanyaannya tidak dijawab.

"YAK! NA JAEMIN!" ucap Haechan dengan teriak.

"Oke, oke! Akan aku beritahu! Aku berkencan dengannya! Puas kamu, Chan!"

Ketiganya melongo tapi hanya sebentar. Soalnya mereka tidak heran lagi. Sebab beberapa hari terakhir ini, Jeno tiba-tiba mendekati Jaemin.

"Oh, iya, Nana. Jeno itu menurut kamu gimana?" tanya Shotaro.

Jaemin diam tapi pipinya merona dan kelihatan sekali kalau sedang salting. Ketiganya jelas bingung, bukannya menjawab, Jaemin malah merona malu.

"Jaem, kok kamu diam? Jawab pertanyaan Taro." kata Renjun.

"Emm~ ituu~" Jaemin tergagap.

Haechan yang mulai muak akhirnya menyudahi introgasi mendadak ini.

"Sudahlah tidak usah dijawab. Kita lanjutkan saja membuat materi untuk presentasi minggu depan."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 02 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

◇ναмριяє◇Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang