74. Chained to You (End)

50 1 0
                                        

Mia memandang lesu Kartu Hasil Studi yang baru saja diterimanya. Dua nilai D terpampang jelas disana, Perpajakan dan Intermediate Accounting. Dua mata kuliah yang menurutnya menyebalkan. Satu karena pusing dengan aturan alias pasal-pasal dan hitungannya, yang satunya lagi karena dosennya yang terkenal kaku dan galak. Namun, bukan cuma faktor itu saja penyebab jeblok nilainya, ketidak hadirannya selama dua minggu dan fokus yang terdistraksi sesudahnya adalah faktor tambahan.

Sebenarnya nilai D itu bukan berarti dia tidak lulus, hanya saja tidak akan bagus di transkrip nilainya nanti. Selain itu, Mia bisa kehilangan beasiswa lagi kalau dia mendiamkan nilai itu. Untungnya dia cuma mendapat peringatan dan mau tidak mau harus mengulang dua mata kuliah itu pada semester pendek. Lupakan saja soal liburan. Teman-temannya akan menikmati liburan sebelum semester genap dimulai tapi Mia harus belajar.

Ah, padahal liburan adalah hal yang benar-benar dibutuhkannya sekarang ini. Bukankah itu yang dibutuhkan orang-orang setelah melalui masa-masa berat?

Liburannya harus ditunda.

Tiba-tiba dia teringat Adrian. Apa kabar nilai-nilai cowok itu ya? Meski terkenal dengan otak encer, kedokteran bukanlah jurusan main-main. Mia dengar jadwal kuliah mereka padat, lalu ada sistem blok yang berbeda dengan jurusan lain. Ujiannya juga berbeda. Absensi Adrian pasti sama kacaunya dengan Mia, ditambah laki-laki itulah yang pontang panting mengurus masalah setelah tragedi itu berakhir. Kalau Adrian juga mendapat nilai jelek berarti penilaian opa Asad terhadapnya memang benar. Mia memang berpotensi menghancurkan masa depan cucu kesayangan Asad Arthadinata.

"Dia mungkin harus mengulang satu blok yang gak lulus. Dia sempet ikut remedial tapi kayaknya itu gak ngebantu sama sekali. Lo tahu kan kedokteran itu gak cuma teori tapi juga praktek dan diskusi. Sekali dua kali lo bolos, otak lo bakal langsung nge-blank. Adrian emang pinter tapi tetep aja dia perlu belajar. Sistem kebut semalem gak berlaku buat anak FK." Eric memberitahunya kenyataan pahit itu.

"Seenggaknya dia gak perlu ambil semester kosong," tambah sang gitaris Grey lagi.

"Semester kosong?"

"Katanya kalau sampai lebih dari dua blok yang gak lulus, dia harus ngulang semester lima dari awal which means dia gak naek tingkat. Bakal ngulang kuliah bareng dedek-dedek gemes deh." Eric menyelipkan humor yang sayangnya sama sekali tidak lucu di saat seperti ini. "Gak buruk juga sih... kalau buat gue."

Benar-benar sepupu tersayang. Sepupunya sedang kesusahan tapi Eric malah terlihat senang.

Haruskah Mia bersyukur karena Adrian hanya perlu mengambil semester pendek seperti dirinya? Kalau sampai pacarnya tidak naik tingkat, Mia akan merasa lebih bersalah.

Ah, perasaan menyebalkan ini kenapa masih saja ia rasakan. Adrian akan memarahinya kalau sampai tahu Mia masih mempunyai pikiran semacam ini.

Baiklah, itu berlebihan. Adrian tidak mungkin memarahinya. Laki-laki itu terlalu menyayanginya hingga marah pun tak bisa.

"Gak usah pasang wajah sedih begitu. Adrian biasa aja tuh."

"Mana ada orang yang gak lulus dan harus ngulang biasa aja. Aku aja sedih."

"Ya ampun, gue juga ngambil semester pendek. Nilai gue juga amburadul." Eric memamerkan cengiran tanpa malunya. "Dan gue biasa aja tuh."

"Kak Eric emang suka main-main."

"Enak aja. Gue kerja ya. Nilai gue kacau karena kebanyakan kerja. Kali ini gue mau fokus kuliah, makanya Grey vakum dulu."

Mia mendengus. Alasan Grey vakum jelas bukan karena itu tapi karena gosip sialan yang tak kunjung mereda. Sepertinya membuat kesepakatan dengan Halim Group tidak berguna. Kita memang tidak bisa benar-benar mengendalikan pendapat orang lain. Di satu sisi, itu memang membuat Grey makin terkenal tapi di sisi lain tentu membuat kuping panas. Lebih enak terkenal karena karyamu dihargai daripada karena sensasi atau kontroversi.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: a day ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Chained To YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang