Bab 4 - Meet Romi!!

93.5K 4.8K 35
                                        

Hari ini laras melakukan kunjungan ke beberapa pusat hypermarket milik perusahaan dimana tempatnya bekerja, dengan ditemani asisten pribadinya ia akan mengunjungi tiga tempat yang semuanya terletak dipusat Jakarta. Pusat kemacetan yang membuat laras akhirnya memilih menggunakan supir kantor ketimbang harus menyetir sendiri dan membuat kakinya berakhir dengan keram. Selama perjalanan laras sibuk dengan laporan yang akan ia diskusikan dengan para manager took dimasing – masing tempat yang akan ia kunjungi.  Dering telpon yang berasal dari handphone’nya sedikit mengalihkan laras dari arsipnya.

‘ Rama Calling ‘

Laras segera mengangkatnya. “ Assalamualaikum “, sapa laras.

“ Walaikumslm mba, ada dimana?”, Tanya rama adik bungsunya.

“ Dijalan ram, ada apa? Kamu dimana ?”, Tanya laras dengan tangan kanan masih menyempatkan merapikan arsipnya.

“ Aku mau ketemu mba, mau bawa titipan ibu, abis dari kampus aku ke apartemen ya “, Jawab rama dengan suara khas’nya yang agak serak – serak basah.

“ Kamu lagi dikampus?”, Tanya laras sambil melihat kearah kaca mobil.

“ Iya mba, memang kenapa?”,

“ Janjian ketemu diMall deket kampus kamu aja ya mba lagi mau kearah sana, mau inspeksi dadakan biasa “, Ujar laras yang membuat rama tertawa. Banyak yang bilang setiap kedatangannya ke lapangan disebut sidak oleh anak buahnya, rama juga suka menyindir ketika berpapasan dengan laras yang kebetulan sedang melakukan pertemuan dan melihat – lihat kondisi lapangan, katanya “ mba kayak jokowi doyannya sidak – sidak “, laras hanya tersenyum mengejek lalu menjitak kepala adiknya dengan gemas.

“ Oooh…jadi jokowi lagi nih ceritanya, yaudah ketemu disana abis makan siang ya “, Sahut rama dengan diselingi tawa. Laras mau tak mau ikut tertawa.

“ Siip..kamu ati – ati ya “,

“ Iya mba, assalamualaikum “,

“ Walaikumslm “,

Sambungan pun terputus, laras tersenyum lalu memasukan handphone’nya kembali kedalam tas dan melanjutkan perjalanan dengan suasana hati yang lebih baik.

Sampai diMall tersebut laras segera menuju pusat grosir tersebut. Ia disambut ramah oleh manager cabang tersebut dengan ramah. Sambil menelusuri setiap bagian jajaran rak display laras memperhatikan dengan teliti letak dan penataan yang sangat menunjang tinggi rendahnya angka penjualan.

“ Kami masih agak kesulitan untuk memajang setiap diskon dan program obral yang perusahaan info dibeberapa tempat dimall ini dan dengan datangnya ibu kesini sangat membantu untuk bisa berbicara langsung dengan pengelola mall bu, tempat dan akomodasi yang mereka berikan sedikit merugikan kami sebagai vendor disini “, Jelas Pak Iqbal, Manager cabang disini. Laras tersenyum dan melirik asistennya, tara yang sudah sibuk dengan catatan - catatan yang nantinya akan dibutuhkan oleh laras sebagai laporan.

“ Setelah ini kita temui pengelola mall “, sahut laras yang disambut semangat oleh pak iqbal. Kedatangan staff pusat memang ada yang memandang horror dan ada juga yang sangat menanti, seperti pak iqbal yang sudah laras kenal setahun terakhir, ia sangat kooperatif dan jiwa pemimpinnya sangat tinggi. Sangat dekat dengan beberapa kariawan dan ramah dengan siapa saja.

Setelah memeriksa hampir seluruh bagian dan memberi instruksi kepada tara untuk mencatat bagian – bagian yang harus diperbaiki. Laras diantar oleh pak iqbal dan ibu wati salah satu humas dicabang ini menuju tempat pengelola. Kantor pengelola berada dilantai paling atas yakni dilantai 15.

“ Kami sudah berbicara dengan Pak Rasyid salah satu staff pemasaran dimall ini tapi sampai tiga kali kami bicara masih belum ada tanggapan bu “, Bu wati memberikan beberapa laporan yang nantinya akan laras sampaikan sebagai komplain.

The Real Love ( The Wiryawan Series )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang