“ Mang jaja, tiga porsi ya “, Seru laras saat memasuki tenda warung nasi bebek mang jaja. Tempat pertama kali ia memulai kedekatan dengan seorang prayoda ditya hasyim, miliyuner muda yang sejak beberapa bulan yang lalu resmi menjadi suaminya.
“ Sayang, yang bener aja, kok tiga? Siapa yang mau makan coba?”, protes yoda yang memandang laras dengan cemas, ia takut kejadian dua hari yang lalu menimpanya lagi.
Laras tersenyum, tangannya mengelus – elus perutnya yang kini lebih buncit dari biasanya. Yoda mengikuti gerak – gerik tingkah istrinya dengan hati ketar – ketir.
“ Kamulah, emang siapa lagi, dedek bilang ayahnya suruh makan yang banyak, jadi mas yoda harus makan yang diminta sama dedek “, Jelas laras dengan entengnya. Yoda melirik tiga porsi bebek goreng yang sudah tersaji dihadapannya. Ia sudah tahu akhirnya pasti seperti ini.
Setelah berlibur keliling dunia selama 2 minggu, akhirnya laras hamil diusia pernikahannya yang baru menginjak 1 bulan. Seluruh keluarga sangat bahagia mendengarnya. Begitu juga dengan yoda. ia tak percaya bahwa laras akan melahirkan buah cintanya, ternyata usaha yang ia lakukan selama bulan madu membuahkan hasil yang membahagiakan.
Dan kini Laras tengah hamil 5 bulan, sejak bulan pertama kehamilannya laras mulai ngidam yang aneh – aneh menurut yoda. Laras ngidam naik roller coster dibulan pertama, ngidam asinan bogor yang belinya harus dibogor dibulan kedua, ngidam jalan – jalan naik limosin dibulan ketiga, ngidam liatin wajah yoda terus menerus dibulan keempat dan sekarang dibulan kelima, laras ngidam yoda makan semua yang ia tunjuk. Dan bisa dipastikan yoda akan berakhir dengan tubuh tambun kalau ngidam laras ini terus bertahan selama sebulan.
Dengan ogah – ogahan yoda makan nasi bebek tersebut. Piring pertama yoda masih semangat laras yang melihatnya tampak bahagia, berkali – kali ia mengusap perutnya dengan hati yang senang. Piring kedua, yoda sudah mulai kenyang, perutnya sudah tidak bisa menerima makanan lagi, ia tak pernah makan dalam jumlah banyak sekaligus kecuali kemarin saat laras memaksanya makan kwetiau goreng dan tiga porsi pula.
Piring ketiga, yoda tepar, ia menyandarkan tubuhnya dikursi warung mang jaja, tangannya memegang perutnya six pack’nya kini siap berubaeh menjadi buncit kalau ngidam laras tidak usai juga.
“ Minum lagi mas “, ucap laras menyodorkan gelas es teh, yoda menyedotnya perlahan. Laras menyeka keringat yoda yang bercucuran.
“ kamu kayak abis ngegym aja mas “, ujar laras,
“ Aku mendingan ngegym tiga jam sayang dari pada kamu ngajak makan aku kayak gini lagi, aduuuh”, keluh yoda sambil memegangi perutnya yang sekarang rasanya tak karuan. Laras menatap yoda dengan penuh rasa bersalah. Ia menyentuh lengan suaminya dengan lembut.
“ Maafin aku ya mas, aku nggak bisa ngatur ngidamku, mulai besok aku tahan deh semua kemauan dedek”, tutur laras membuat yoda menggeleng – gelengkan kepalanya.
“ Nggak, nggak papa kok sayang, lagian aku nggak mau penerus hasyim group ileran, aku masih bisa tahan kok”, sela yoda cepat, laras tersenyum mendengar alasan suaminya yang menurutnya sangat kekanak – kanakan. Laras menyandarkan kepalanya dibahu yoda.
“ Terima kasih mas, dedek pasti seneng kalau ayahnya rela berkorban buat dia, kalau gitu satu porsi lagi gimana?”,
“ APA??? Nggak!!”,
Yoda menggeleng keras, ia mau kabur saja rasanya kalau 1 porsi itu masuk kedalam perutnya yang sudah tak kuat menampung apa – apa lagi.
Laras hanya tersenyum geli melihat suaminya panik karena ucapannya. Yoda yang melihat laras tersenyum akhirnya sadar kalau laras hanya mengerjainya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Real Love ( The Wiryawan Series )
Подростковая литератураDia tak percaya lagi akan pernikahan saat pria yang akan menikahinya membatalkan pernikahannya begitu saja.. Dia tak akan percaya apa itu cinta karena kisah cinta masa lalunya yang memilukan.. Dia wanita tegar namun bisa rapuh disaat yang sama.. Dia...
