Bab 9 - With Jason...

75.2K 4.6K 33
                                        

Laras menghabiskan hari minggu bersama dengan Jason, mereka berencana akan melakukan hal – hal yang dulu selalu mereka lakukan sewaktu mereka dibangku SMA. Nostalgia yang mereka lakukan adalah bermain digame senter disalah satu Mall ternama dijakarta. Mereka akan bermain – main dengan semua permainan yang ada hingga uang mereka habis, tapi itu dulu. Kini mereka akan melakukannya hanya untuk bernostalgia dan mengingat hal – hal yang mereka rindukan. Setelah mendapatkan kartu hasil dari penukaran sejumlah uang, akhirnya mereka bisa sepuasnya bermain hari ini.

Dimulai dari permainan mengambil boneka dimesin pengambil boneka, sewaktu SMA jason sangat mahir melakukannya dan hampir seluruh boneka bisa ia ambil kalau tidak ada petugas yang melihatnya dan mengusir mereka. Mengingat masa itu Jason hanya terkekeh geli. Jadi hari ini ia akan mencobanya, sudah lama sekali ia tidak melakukannya, setelah kartu dimasukkan, Jason mulai menggerakan alat mengendali mesin.

“ Ayo J!! kamu bisa!! “, teriak laras menyemangati Jason. Jason tergelak dan menggerakan alat pengendalinya perlahan kesalah satu boneka beruang berwarna coklat muda yang menurutnya sangat lucu untuk diberikan kepada laras. Penjepit mulai turun dan dengan perlahan – lahan Jason mencoba menarik boneka tersebut dan.

“ Yaaaa…..gagal deh!! “, Seru laras penuh kecewa, karena Jason tidak berhasil menarik boneka itu dengan tepat. Keduanya lalu tertawa melihat tingkah kongol mereka.

“ Ayo kita coba sekali lagi “, kata Jason segera memasukan kartunya tapi laras mencegahnya.

“ Lain kali saja, aku mau coba perminan itu “, cegah laras. Laras menunjuk salah satu permainan yang membuat Jason mengerutkan keningnya.

“ Yakin??”,

Laras mengangguk penuh semangat lalu berjalan lebih dulu dengan langkah girang. Jason yang melihatnya hanya geleng – geleng kepala.

Laras benar – benar melakukannya, saat ini ia melakukan permainan memukul palu kesalah satu objek. Siapa yang bisa memukul dengan keras dan menghasilkan skor tertinggi ialah yang menang.

“ Aku tahu, pasti kamu ngebayangin bapak kamu kan sebelum mukul pake palu itu??”, Tanya Jason yang membuat laras tertawa geli lalu mengangguk.

“ Benar sekali!! Ayo kita mulai “, Sahut laras girang. Ia mulai mengambil ancang – ancang, palu sudah ia pegang dan kemudian laras memukulnya dengan sekuat tenaganya. Mesin tersebut mengeluarkan skors.

“ Hore!! Aku menang ..aku menang “, laras berteriak girang karena ia menang dan mendapatkan skors tertinggi. Jason menggelengkan kepalanya tak percaya.

“ Kok bisa?? Aku mau coba ah “, jasob segera mengambil palu yang laras pegang  dan bersiap memukul sasaran.

“ Bayangkan orang yang sangat kamu benci dan pukul sekencang – kencangnya “, ujar laras memberi saran. Jason mengangguk lalu palu pun meluncur menuju sasaran. Dan TING!!!!

Jason mendapatkan skors tertinggi bahkan jauh melebihi skors laras. Pengunjung yang melihat Jason yang telah memecahkan rekor bertepuk tangan, laras pun tanpa sadar mengikuti dan menatap Jason tak percaya.

“ Kamu hebat J !!”, Seru laras girang.

 ****

Laras dan Jason menikmati siangnya dengan es cream disalah satu toko es cream yang ada dikawasan Mall tersebut. Keduanya tampak santai dengan es cream masing – masing. Laras dengan es cream vanilla’nya dan Jason dengan es cream blueberry.

“ Siapa yang kamu bayangin sebelum mukul tadi, sumpah aku kaget banget kamu bisa memecahkan rekor digame itu “, Ujar laras kembali mengingat bagaimana Jason diberi tepuk tangan oleh para pengunjung dan pegawai game senter karena sudah memecahkan rekor tertinggi.

Jason hanya cengengesan sambil menyesap es cream’nya.

“ Ada deh….tapi lumayan juga, bisa bikin hati lebih tenang “, kata Jason yang membuat laras bertanya – tanya, siapakah gerangan orang terbut? Jason yang saat ini bersamanya pasti punya banyak cerita selama kepergiannya sepuluh tahun dan sampai saat ini Jason sama sekali tidak mau bercerita tentang kekasih atau pacarnya disana, ia hanya mau bercerita mengenai pekerjaan dan lingkungan tempat tinggalnya. Alasannya selalu “ Aku nggak punya pacar babe..percaya deh “, sambil mengedipkan mata dan membuat laras tertawa melihatnya.

“ Habis ini kita mau kemana?”, Tanya Jason. Laras tampak berfikir sejenak lalu tersenyum penuh arti.

“ Ada deh! Pokoknya kamu harus ikut ya..”, Jason menyipitkan matanya dan memandang laras penuh curiga. Laras yang melihatnya hanya terkekeh geli.

****

“ Haruskan kita kesini??”, Tanya Jason untuk kesekian kalinya saat mereka sampai kesebuah pusat permainan air ternama dijakarta. Laras melirik Jason dengan senyum jahilnya.

“ Takut pak dokter ?”, Tanya laras. Jason menelan ludahnya dengan susah payah lalu menggelengkan kepalanya dengan yakin.

“ Yakin?? Kita masih bisa mundur lho…”, laras membuat Jason menatap permainan yang akan mereka lakukan dengan tatapan ngeri.  Tapi demi harga dirinya sebagai laki – laki, akhirnya ia pun mengiyakannya.

“ Oke kalau begitu “, sahut laras lalu kemudian meminta penjaga permainan itu dua tempat untuknya dan Jason. dan dengan senyum kemenangan laras segera menarik Jason kearea permainan.

“ NGGAK MAU!!!”, Teriak Jason sambil berlari tungang langgang sesaat sebelum mencapai area permainan. Laras yang melihanya tertawa terpingkal – pingkal. Mas – mas penjaga permainan itu menatap laras bingung.

“ Mas’nya kenapa mba?”, Tanya si mas penjaga. Laras berhenti tertawa sejanak lalu menoleh kearah mas penjaga.

“ Temen saya takut mas naik ini “, jawab laras menunjuk alat yang tadinya akan mereka naiki.

“ Takut?? “,

Laras mengangguk dengan tawanya yang belum mau berhenti.

“ Naik bebek – bebekan takut ??”,

Laras mengangguk lagi.

“ HUAHAHAHAHAHAHA “,

Tawa laras dan si mas penjaga akhirnya membahana, laras bahkan sampai sakit perut karena tawanya yang tak mau berhenti. Sedangkan Jason yang akhirnya bisa selamat  duduk disalah satu tempat peristirahatan yang jaraknya tidak jauh, pandangan horornya masih tidak lepas dari danau tempat ia berlari tadi.

“ Selamat..selamat “, ucap Jason lirih sambil mengelus – elus dadanya.

***

Sorenya Jason sudah mengantar laras kembali keapartemen laras. Dengan hati yang masih gondok serta wajah pucatnya karena melihat benda yang paling ia takuti membuat Jason hanya membisu sepanjang perjalanan pulang. Dan laras yang melihatnya justru masih tertawa terbahak – bahak bahkan sampai mengeluarkan air mata. Jason hanya mendengus kasar dan kembali menyetir dengan bibir manyun.

“ Kamu beneran nggak mau mampir J ?”, Tanya laras sebelum turun dari mobil Jason. Jason menggeleng, ia masih kesal dengan tingkah laras. Laras yang melihatnya hanya tersenyum lalu menjawil dagu Jason dengan usil.

“ Bye J..selama bermimpi indah dengan bebek – bebek cantik ya.. “, Ujar laras lalu keluar dari mobil sebelum mendengar ocehan Jason. Laras masuk kedalam lobby sambil melambai pada mobil Jason yang berjalan keluar dari area apartemen. Tawa laras masih belum lepas dari bibirnya saat menunggu lift yang akan mengantarkannya kelantai 10 apartemn tempat ia tinggal sekarang.

  ******

Saya Mau ngucapin banyak - banyak terima kasih karena kalian sudah sudi menekan vote dan memberi comment untuk cerita saya yang tayangnya stripping ini..
Saya terharu..sumpah deh!! liat followers yang nambah tiap hari makin nggak percaya ada yang suka dan mau jadi followers saya dan rutin baca cerita stripping saya yang ini..
Rasa terima kasih saja mungkin nggak cukup..Aku mau ngucapin Beribu - ribu, berjuta - juta terima kasih pada kalian..Semoga tuhan membalas kebaikan kalian..

Peluk & Cium

bebyZee 

The Real Love ( The Wiryawan Series )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang