Bab 16 - Losing you...

76K 4.1K 33
                                        

Laras berangkat pagi – pagi sekali, selain menghindari yoda hari ini ia punya jadwal meeting dengan salah satu pemilik tempat dimana perusahaannya akan membukan cabang baru. Jadi sejak masuk keruangannya laras sudah disibukkan dengan dokumen – dokumen penting yang harus ia siapkan sebagai data perencanaannya, laras bersyukur karena setidaknya waktunya tersita dan kesempatan untuk memikirkan kejadian semalam tidak ada.

Laras keluar dari ruangannya dan berjalan menuju lobby kantor , ia akan berangkat dengan Pak Faisal – manager marketing, Ibu Hanum – Manager produksi, dan Pak Oscar salah satu direktur muda yang terkenal dengan sikap dingin dan tegasnya.

“ Siang bu laras “, sapa bu hanum, laras tersenyum ramah” Siang bu “, sahutnya.

“ Siang pak faisal, pak Oscar “, sapa laras mencoba beramah tamah “ Siang bu “, sahut pak faisal, sedangkan Pa Oscar seperti biasa hanya menganggukan kepalanya dengan ekspresi datar.

Laras masuk kedalam Camry hitam bersama bu hanum dan pak faisal yang akan membawa mereka menuju hotel yang akan menjadi mitra mereka. Pak Oscar sendiri seperti biasa menggunakan mobil dan supir pribadinya.

Sepanjang perjalanan bu hanum dan pak faisal menjelaskan seluruh point – point yang akan mereka bicarakan pada meeting nanti. Laras menyerap setiap informasi dengan sebaik – baiknya, ia tak ingin mengecewakan bos dan departemennya.

Setelah  1 setengah jam perjalanan,mobil yang membawa laras tiba diarea hotel yang terlihat sangat luas dan mewah, agak membingungkan memang saat hotel sebesar ini menerima joint partner yang diajukan oleh perusahaan laras. Rencananya perusahaan laras akan membuka family mart  yang isinya lengkap untuk memudahkan para tamu hotel mendapatkan apa yang mereka butuhkan.

Laras turun dari mobil dan berjalan berdampingan dengan ibu hanum dan pak faisal. Pak Oscar sendiri sudah berdiri dengan gagah dilobby dengan ekspresi datarnya seperti biasa. Setelah menginfomasikan kedatangan mereka pada resepsionist mereka diantar kesebuah ruangan dilantai dua.

Laras sendiri baru pertama kali menginjakkan kakinya dihotel mewah ini, Hasyim Hotel dan Resort adalah salah satu anak perusahaan dari hasyim group. Laras sepertinya melupakan sebuah fakta bahwa hasyim hotel memiliki kaitan yang sangat erat dengan yoda dan karena kelalaiannya itulah laras hanya bisa terpaku saat melihat sosok pria tampan, gagah dan berwibawa itu menyambutnya laras dan yang lain saat masuk kedalam ruang meeting.

Yoda....

laras rasanya ingin lari saja dari tempatnya sekarang, ia tak akan bisa berkonsentrasi kalau objek yang membuatnya hatinya resah ada disini menatapnya dengan tatapan tak terbaca. Dengan gugup laras menempati posisinya, disamping pak faisal.

Pak Oscar membuka meeting hari ini dengan memperkenalkan para staff ahlinya satu persatu. Dimulai dari ibu hanum, pak faisal dan yang terakhir laras. Laras mencoba berkonsentrasi saat menyebutkan nama lengkap dan jabatannya, matanya tidak berani menatap mata yoda yang nampak tidak terkejut akan kehadiran laras siang ini.

Selama satu jam laras hampir tidak bisa berkonsentrasi dengan meeting yang berjalan, ia bahkan menjawab pertanyaan dari anak buah yoda dengan singkat dan terpaku pada teks proposal. Pak Oscar berkali – kali meliriknya tajam. Tapi apa boleh buat, laras sendiri tak berdaya sejak awal harusnya ia lebih teliti agar semua ini tidak terjadi. Harusnya ia membaca company profile milik hasyim group dengan teliti agar ia bisa menyiapkan mentalnya.

Yoda saat ditempat kerja sangat berwibawa, senyumnya sangat jarang terlihat, ia sangat serius dan terkesan dingin. Saat pak Oscar hampir selesai dengan penjelasan terakhir meeting pun selesai, laras menghembnuskan nafas lega, setelah beramah tamah sebentar laras pamit terlebih dahulu dan segera berlari kelur ruangan menuju toilet wanita.

The Real Love ( The Wiryawan Series )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang