" Ta..ta..pi aku bawa mobil ", jawab laras dengan gugup. yoda tersenyum kecil lalu tampak mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, ia mengambil handphone'nya lalu melakukan sambungan dengan seseorang. laras hanya bisa mengamati setiap gerak - gerik yoda yang sangat menarik menurutnya. yoda memiliki ketegasan seorang pemimpin sekaligus ketenangan seorang pria dewasa. Gabungan yang sempurna untuk dijadikan pria idaman.
Beberapa saat kemudian yoda sudah selesai dengan telponnya dan menatap laras dengan senyum yang bisa membuat wanita manapun jatuh cinta padanya.
" Aku bisa menjadi supirmu hari ini, aku sudah menyuruh supir untuk pulang lebih dulu ", ujar yoda yang membuat laras terpaku. supir? yoda akan menjadi supirnya? Entah kenapa laras sangat ingin berteriak girang saking senangnya. Tapi ia segera meyakinkan hatinya kalau yoda melakukan semua ini hanya karena laras adalah tetangga, catat itu tetangga!!.
Dengan perasaan gugup laras memberikan kunci mobilnya tanpa bicara sepatah katapun. yoda menerimanya dengan baik, laras berjalan ke sisi jok penumpang sedangkan yoda sudah masuk dan menutup pintu mobil laras.
" Pasang sabuk pengamannya ", ucap yoda dengan suara selembut beludru. laras melakukannya dengan gugup. ia bingung harus bersikap seperti apa, sudah lama hidupnya tidak disinggahi oleh pria, dan setelah sekian lama ia kembali merasakan diperlakukan istimewa oleh seorang pria.
Ketika mobil yang membawa mereka kembali keapartemen laras sesekali mencuri pandang kearah yoda, namun akhirnya ia menentang hatinya dan hanya memandang kearah kaca mobil disampingnya.
" Kenapa tadi kamu makan sendirian ?", pertanyaan dari yoda membuyarkan lamunan laras, ia menoleh dan menatap yoda dengan gugup.
" Kenapa harus makan berdua kalau bisa sendiri ?", Tanya laras balik. Yoda menoleh kearah laras dengan alis berkerut lalu mengangguk pelan.
" Ada yang salah ?", laras tampak bingung. Ia takut yoda marah dengan jawabannya. Tapi yoda hanya menggeleng dan kembali berkonsentari dengan kemudinya. Laras mengutuk dirinya yang tidak pandai berbasa – basi. Padahal ia sangat berharap perjalanan menuju apartemen ini membuat dirinya bisa lebih mengenal yoda.
Yoda yang laras lihat tampak sangat lihai dalam menyetir untuk ukuran orang yang setiap hari diantar jemput oleh supir. Gaya menyetirnya pun sangat santai dan tenang. Sedang asik – asiknya memperhatikan yoda, laras diserang rasa ngantuk yang luar biasa, mungkin efek sehabis makan tadi ditambah rasa lelah yang sudah menumpuk, setengah perjalanan laras akhirnya tertidur pulas dijoknya.
“ Laras…”, suara lembut itu terdengar oleh laras dengan sangat indah dan lembut, ia juga merasakan pipinya diusap dengan lembut oleh seseorang. Rasanya sangat nyaman. Laras hanya menggeliat sejenak lalu kembali keposisi sebelumnya.
“ Laras…”, suara itu kembali terdengar, diucapkan dengan masih sangat lembut.
“ Hheemm….”, hanya itu respon dari laras. Lalu tiba – tiba laras merasa tubuhnya melayang dan ia pun akhirnya tersadar dari tidurnya.
Pertama kali yang ia lihat adalah mata yoda, mata indah yang tersembunyi dibalik kacamata itu membuat laras terpukau. Itu mata paling indah yang pernah ia lihat. Ia tak akan bosa memandang mata itu rasanya.
Laras segera menggerakkan tubuhnya yang tampak tak nyaman karena takut menjadi tontonan karena posisi mereka saat masih masih dipelataran parkir yang lumayan ramai sore ini.
“ Kamu sudah bangun ?”, Tanya yoda yang terkejut melihat laras terbangun dalam gendongannya.
“ Bisa turunkan aku sekarang? Aku nggak mau orang lain menyangka kita pasangan pengantin baru “, Jawab laras polos, yoda justru tertawa kecil membuat tubuh laras yang masih dalam gendongannya ikut merasakan getaran saat yoda tertawa.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Real Love ( The Wiryawan Series )
Ficção AdolescenteDia tak percaya lagi akan pernikahan saat pria yang akan menikahinya membatalkan pernikahannya begitu saja.. Dia tak akan percaya apa itu cinta karena kisah cinta masa lalunya yang memilukan.. Dia wanita tegar namun bisa rapuh disaat yang sama.. Dia...
