Bab 5 - Bebek Cinta

86.7K 4.8K 37
                                        

Sepulang kantor laras menyempatkan diri untuk berbelanja disuper market yang jaraknya tidak terlalu jauh dari apartemennya,ia meminta supir kantor yang mengantarkannya untuk menurunkannya disuper market tersebut. Rencananya ia akan mengisi kulkasnya yang saat ini kondisinya terlihat mengenaskan, belanjaannya kemarin malam tidak bisa menutupi betapa kosongnya isi kulkasnya. Ia memasukkan beberapa makanan ringan, makanan cepat saji dan bahan – bahan makanan lainnya. Setelah membayar belanjaannya, ia baru menyadari ternyata belanjaannya cukup banyak dan membuatnya kewalahan, dengan dua kantung besar ditambah satu kantung yang berisi dua kilo telur membuatnya sangat berhati – hati untuk berjalan.

Laras hampir memasuki gerbang kawasan apartemennya saat dilihatnya sosok yoda yang sedang menikmati makanannya diwarung bebek kaki lima yang letaknya tak jauh dari pintu gerbang. Ia tersenyum melihat yoda yang melahap makanannya tanpa canggung dengan para pengunjung yang lain yang justru terlihat asik menatapnya. Tapi laras justru terkejut ketika melihat mata yoda yang terbungkus oleh kaca mata berbingkai hitam tiba – tiba saja menatapnya. Laras mundur dan segera meneruskan perjalanannya menuju apartemen.

“ LARAS!! “, sebuah suara memanggilnya keras. Ia menoleh dan mendapatkan yoda berdiri didepan tenda warung bebek tersebut dengan senyumnya yang khas. Dengan hati – hati laras menghampiri yoda.

“ Kamu sudah makan?”, Tanya yoda dengan mata melirik dua kantung belanjaannya.

“ Belum “, jawab laras singkat. Ia memang belum sempat makan , karena kondisi jalanan yang sangat padat membuatnya terjebak dijalan selama dua jam dan rencananya seusai belanja ia akan membuat omelet lalu pergi tidur.

“ Kalau begitu, ayo makan “, sahut yoda yang sudah menggiringnya masuk kedalam warung bebek kaki lima tersebut.

“ Mang jaja, 1 porsi lagi ya “, ujar yoda santai pada sang penjual yang menyambutnya dengan mengacungkan jempolnya. Yoda mempersilahkan laras duduk, bahkan ia membantu laras meletakkan belanjaan laras dilahan yang kosong disamping kirinya.

“ Kamu suka bebek kan ?”, Tanya yoda yang memandangnya dengan seksama.

“ Iya, suka kok “, jawab laras malu – malu.

“ bagus kalau begitu “, sahut yoda dengan senyum ramahnya. Laras melihat yoda yang ternyata melanjutkan makannya dengan lahap.

Laras baru pertama kali melihat pria tampan dengan tingkat ekonomi yang bisa dibilang mapan mau melahap makanan pinggir jalan, laras yakin yoda bahkan wanggup delivery order bebek goreng dari restoran ternama kalau ia mau. Tapi sekali lagi yoda sudah membuat laras terkagum – kagum dengan kerendahan hatinya.

Ketika makanan laras datang, laras melirik sang penjual yang tersenyum ramah padanya.

“ Silahkan mba “, ujarnya sopan pada laras. Laras mau tak mau membalas senyumannya.

“ Makasih pak “,

Laras melihat satu porsi bebek goreng dengan sambal merah beserta lalapan yang sangat menggoda seleranya, jadi tanpa menunggu lama – lama, laras melahap bebek tersebut ,meresapi setiap daging bebek yang masuk kedalam mulutnya , empuk dan sangat lezat menurutnya, tak kalah dengan bebek goreng direstoran mewah yang suka ia datangi bersama teman – teman kantornya.

“ Enak?”, pertanyaan yoda mengalihkan laras dari makanannya.

“ Sangat “, sahutnya yang membuat yoda terkekeh geli.

“ Ini mba minumnya “, mang jaja tampak menyerahkan es the manis yang diambil oleh yoda dan diletakkan didekatr laras.

“ Terima kasih “,

“ sama – sama “,

Laras pun akhirnya larut dalam kelezatan bebek goreng mang jaja yang membuatnya tidak harus berkahir dengan omelet malam ini. Setelah makanannya ludes tak bersisa laras bersiap – siap untuk membayar namun mang jaja mencegahnya.

“ sudah dibayarkan oleh mas yoda mba “, jelas mang jaja ,membuat laras melirik yoda yang sedang berjalan keluar tenda dengan belanjaan laras yang ia bawa. Laras tersenyum ramah..

“ makasih mang “,

“ sama – sama mba “,

Laras menyusul yoda dan berusaha merebut satu kantung belanjaannya yang yoda bawa.

“ aku saja yang bawa , ini lumayan berat kamu pasti susah payah tadi membawanya dari super market “, jelas yoda dengan sopan. Laras makin tidak enak hati, sudah dibayarkan makan malam, belanjaannya pun dibawakan oleh yoda.

“ kamu tidak keberatan? Biar aku saja yang bawa “, kekeuh laras yang membuat yoda melirik laras tajam.

“ kamu meragukanku nona? Ini hanya dua kantung belanja, kalau ditambah harus mengangkutmu pun aku masih sanggup “, tegas yoda yang membuat laras akhirnya menyerah dengan pipi merona. Sampai didepan lift ternyata mereka segera mendapatkan lift yang terbuka dan kembali hanya mereka berdua. Laras membantu menekan angka 10 dipanel lift dan berdiri bersisian dengan yoda yang kedua tangannya masih dipenuhi oleh belanjaan laras dengan sikapnya yang tenang. Kesunyian melanda mereka sejak masuk kedalam lift.

Yoda malam ini sangat berbeda dengan yoda yang tadi pagi ia temui, ini yoda yang sama yang ia temui kemarin malam. Yoda yang santai dengan celana jins pendek selutut dan kaos putih polos melapisi tubuhnya yang berotot. Laras tampak menalan ludah saat melihat dada bidang yoda yang tercetak jelas karena ketatnya kaos yang ia pakai. Pantas saja tadi yoda jadi santapan para pembeli yang lain, ia sangat menggiurkan bagi perempuan normal.

Mereka pun sampai dilantai 10, laras membukakan pintu apartemennya dan mempersilahkan yoda masuk dengan canggung, lalu dengan hati – hati yoda meletakkan belanjaan laras dimeja makan laras.

“ Terima kasih banyak karena sudah mentraktirku bahkan membawakan belanjaanku “, Ujar laras saat yoda akan beranjak meninggalkan apartmennya. Yoda tersenyum lebar dan itu membuat laras sedikit merasakan getaran yang sama yang ia rasakan tadi pagi.

“ Sama – sama , lain kali hubungi aku saja kalau kamu butuh bantuan, toh kita kan tetangga “, Sahut yoda dengan sopan, laras tampak merona, ia mengutuk dirinya yang sempat berfikir yang aneh – aneh mengenai yoda, ya…mereka hanya tetangga dan wajar saja tetangga saling membantu kan? Yoda pasti sudah memiliki kekasih, lihat saja penampilan memukau serta sifatnya yang tanpa cela,hanya wanita tidak normal yang menolak yoda.

“ Sekali lagi terima kasih “, sahut laras, yoda sudah melangkah menuju apartemennya.

“ jangan lupa kunci pintu dan tutup jendelanya “, ujar yoda sebelum masuk kedalam apartemennya. Laras menutup pintu apartemen dan segera menguncinya. Dadanya masih merasakan desiran aneh yang ia rasakan sejak bersama yoda.  Desiran yang sudah lama tak ia rasakan.

Laras segera merapikan belanjaanya lalu dilanjutkan dengan membersihkan diri, mandi dan tak lupa solat isya. Setelah terdiam cukup lama ditempat tidur akhirnya laras menutup malamnya dengan pergi ke alam mimpi dengan pulas.

****

Benar kan saya update setiap hari,,,kalian pasti bosen ya?? kalau bosen saya update jarang - jarang aja kali ya...
Semoga tidak mengecewakan,,
Maaf untuk cerita2ku yang lain, mereka masih tahap edit dulu supaya nggak typo2 amat, insya allah minggu ini aku upload...

Enjoy guys!!

Love,

bebyZee

The Real Love ( The Wiryawan Series )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang