Kamar itu menjadi saksi dimana ia menumpahkan seluruh sakit yang ada didalam dirinya. Sakit yang begitu menyakitkan hingga tak akan ada obat yang bisa menyembuhkannya. Ia kembali menuang sebuah cairan berwarna merah tersebut kedalam gelasnya. Hampir setengah botol ia tenggak malam ini. Rasanya tak pernah cukup baginya sebelum ia benar – benar terlelap bersama rasa sakitnya.
Ia kembali teringat dimana rasa sakit itu dimulai. Ingatan itu masih melekat dan berputar seperti film baginya. Rasa sakit ketika menemukan cinta yang dimiliki justru pergi meninggalkannya tanpa pernah menoleh kearahnya, dimana ia masih setia menunggu.
Ia menenggak habis gelasnya dalam sekali tenggak. Matanya yang tampak sayu memandang kelamnya langit malam ini. Persis seperti dirinya. Kelam bak malam.
###
Makan malam terasa lengkap malam ini dengan kehadiran laras dibangkunya yang sudah dua minggu lebih kosong. Ditambah kedatangan Jason yang membuat suasana makin ceria. Jason adalah pria yang sangat humoris dan murah senyum, makanya tidak heran kalau dulu sewaktu dibangku SMA banyak yang tergila – gila padanya.
“ Mas Jason nggak kepengen buka praktek disini?”, Tanya rama saat menikmati malam. Jason memang sudah biasa dipanggil dengan embel – embel ‘ Mas ‘ karena Jason sendiri masih keturunan jawa. Ibunya orang jawa asli yang menikah dengan pria berkebangsaan jerman lalu bercerai sejak Jason berumur lima tahun. Makanya Jason sangat ‘ Indonesia ‘ sekali.
“ Pengennya gitu dek, kasihan juga mama aku tinggal terus, apalagi mama yang sering nyamperin aku kejerman ketimbang aku kejakarta “, Jawab Jason.
“ Kalau gitu pindah saja mas, kasihan ibumu sudah tua ditambah memangnya kamu nggak pengen nikah apa”, Seru bapak yang membuat laras tiba – tiba saja tersedak. Laras segera meraih gelasnya dan meminumnya dengan cepat. Ia melirik kearah bapak dengan sinis. Pernikahan lagi.
“ Pengen bangetlah pakde, sapa yang nggak kepengen nikah, Cuma memang belom ada jodohnya “,
“ Emang bule disana nggak ada yang cantik ya mas “, sahut sinta membuat Jason terkekeh geli.
“ Cantik sih dek,,tapi kan jarang ada yang muslim, sekalinya muslim tetep aja pergaulannya gitu “, Jelas Jason yang memang beragama muslin sejak lahir. Pria bule dengan rasa Indonesia dan jiwa yang islami. Siapa yang berani nolak coba?
“ Kalo gitu sama laras aja, laras juga jomblo kok “, Celetuk bapak seenaknya. Laras melotot tajam kearah bapak. Adiknya sinta yang duduk disampingnya membantu menenangkan laras dengan mengusap pundak laras. Jason yang mengetahui kalau laras sedang ada konflik dengan bapak hanya tersenyum datar menanggapi ucapan bapak.
“ gimana ras? mas Jason adalah satu – satunya pria yang menurut bapak cocok sama kamu, lagian kalo kamu cepet – cepet nikah sinta kan jadi cepet nyusul juga “, Lanjut bapak yang segera mendapat sikutan dari ibu.
“ Ibu!! Apa – apaan sih?? “, Sewot bapak. Ibu hanya mendengus lalu membuang muka dengan kesal.
“ Pakde bisa aja, ya..insya allah kalau jodoh nggak kemana, kalo jodoh saya adalah laras kenapa nggak, itupun kalo laras setuju pakde.. “, sahut Jason mencoba menenangkan suasanan. Tapi justru membuat laras melotot kearahnya. Jason hanya menunduk sambil tersenyum geli.
“ tuh kan ras, mas Jason aja oke, kamu pikiran lagi usul bapak biar sinta cepet bsa nyusul kamu “, Ujar bapak yang membuat laras makin tidak berselera makan. Laras hanya terdiam sambil mengaduk – aduk makanannya dengan perasaan kesal.
****
Malamnya laras berpamitan dengan bapak dan ibu untuk kembali keapartemen. Laras masih memenuhi janjinya tidak akan tinggal dirumah orang tuanya sebelum bapak merestui sinta agar melengkahinya. Laras pun makin emosi dengan sikap bapak yang seolah – olah melemparkan anaknya untuk diberikan pada pria manapun yang lewat dihadapannya. Seperti laras wanita buruk rupa yang tidak laku.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Real Love ( The Wiryawan Series )
Teen FictionDia tak percaya lagi akan pernikahan saat pria yang akan menikahinya membatalkan pernikahannya begitu saja.. Dia tak akan percaya apa itu cinta karena kisah cinta masa lalunya yang memilukan.. Dia wanita tegar namun bisa rapuh disaat yang sama.. Dia...
