“ Sepertinya kamu lagi seneng ya??”, Suara maskulin yang sangat laras kenal mengejutkan laras dan membuat tawa laras hilang seketika, laras membeku ditempatnya.
“ Nggak juga “, jawab laras setengah acuh. Ia masih ingat perasannya tadi malam saat getaran – getaran aneh itu merasuki relung hatinya. Ia tak boleh merasakannya lagi, jadi sebelum ia terperangkap dalam getaran aneh itu lebih dalam, laras akhirnya memilih menjauhi pelaku yang membuat hatinya bergetar.
“ Yakin? Tapi aku lihat tadi kamu tertawa senang sekali saat turun dari mobil “, Sahut yoda yang membuat laras mau tak mau menatap yoda dengan geram.
“ Kalau iya itu pun bukan urusanmu “, Sahut laras dengan sinis, kemudian ia berjalan menuju salah satu lift yang sudah terbuka. Yoda yang merasa aneh dengan sikap laras akhirnya mengejarnya dan masuk kedalam lift yang sama.
Kali ini mereka tidak berdua, ada lima orang selain laras dan yoda yang berada didalamnya. Laras hanya memandang kaku pintu lift tanpa berniat sedikit pun untuk menoleh kearah yoda. Sedangkan yoda sejak tadi ia terus menatap laras dengan instens. Satu persatu lima pengunjung lift yang lain turun dilantai 6 dan 8. Laras melirik panel lift, sebentar lagi ia akan sampai dilantai 10 lalu segera lari menuju apartemennya. Ia tak akan membiarkan dirinya berlama – lama dengan objek yang membuat bergetar. Hatinya terus berdetak tak karua, ia bahkan merasakan hawa aneh yang melingkupinya. Dan saat dentingan halus itu terdengar laras segera lari menuju apartemennya. Yoda mengikuti dari belakang, matanya masih mengawasi laras yang sepertinya menghindarinya.
Saat laras membuka pintu apartemennya yoda mendorong laras masuk begitupun dirinya. Ia mengunci pintu apartemen laras dari dalam dan menatap laras dengan pandangan menusuk.
“ Kenapa kamu menghindariku ?”, Tanya yoda dengan tajam. Laras yang masih terkejut dengan apa yang dilakukan yoda hanya memandang yoda dengan tatapan tak terbaca. Ia sedang menyesuaikan hatinya, hatinya yang terus bergetar saat yoda didekatnya.
“ Nggak, untuk apa aku menghindari kamu?”, sahut laras dengan nada tak kalah tajam dengan yoda. Yoda menyipitkan matanya yang masih bersembunyi dibalik bingkai kacamata berwarna hitam. Mata indah yang pernah laras lihat dan ingin dilihatnya lagi.
“ Justru itu yang mau aku tanya, untuk apa kamu ngindarin aku? “, Tegas yoda. Laras tak pernah melihat pria yang baru ia kenal 3 minggu ini berkata dengan nada sedingin dan setegas ini. Laras menggelengkan kepalanya, ia akan berbicara baik - baik dan yoda akan segera keluar dari apartemennya.
“ Aku tidak menghindarimu, jadi bisa tolong tinggalkan apartemenku “, tegas laras pada yoda, mata laras menatap yoda dengan tak kalah tegas. Yoda tersenyum sinis.
“ Benarkah? Kamu yakin dengan ucapanmu ?”, Tanya yoda yang sudah berjalan mendekati laras dan dengan reflek laras mundur beberapa langkah kebelakang membuat yoda berhenti ditempat dan mendengus kasar.
“ lihat? Kau menghindariku ras, ada apa sebenarnya? Apa karena aku memelukmu semalam ?“, Tanya yoda dengan suara lebih tenang, ia menatap laras yang sedang menggelengkan kepalanya. Laras hanya bisa menunduk dan memegang dadanya yang terus bergemuruh menghadapai yoda. Tanpa laras sadari yoda sudah berjalan kearahnya dan kini jarak diantara mereka sangat dekat dan dalam sekali sentakan laras jatuh dalam pelukan yoda.
“ Apa yang membuatmu menghindariku ?”, Tanya yoda berbisik ditelinga laras. Laras menggelengkan kepala dan mencoba melepaskan pelukan yoda yang sangat erat. Yoda terus mengeratkan pelukannya menikmati aroma tubuh laras yang sangat menggiurkan sejak ia pertama kali bertemu laras.
“ Kamu yakin tidak mau menjawab? Apa harus aku paksa agar kamu menjawab ?”, Tanya yoda yang membuat laras bergidik ngeri, laras terdiam dan tak berani menjawab pertanyaan yoda, Ia masih dalam pelukan yoda dan tanpa laras sadari ia menikmatinya, ia mereguk nikmatnya dalam pelukan yoda. Wangi cologn khas pria yang selalu yoda pakai membuat laras terbuai dalam tubuh yoda. Tapi ketika laras mulai sadar apa yang telah ia lakukan laras pun mencoba melepaskan pelukan yoda dan tanpa perlawanan yoda melepaskannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Real Love ( The Wiryawan Series )
Roman pour AdolescentsDia tak percaya lagi akan pernikahan saat pria yang akan menikahinya membatalkan pernikahannya begitu saja.. Dia tak akan percaya apa itu cinta karena kisah cinta masa lalunya yang memilukan.. Dia wanita tegar namun bisa rapuh disaat yang sama.. Dia...
