Bab 11 - Permainan Yoda...

76.4K 4.9K 157
                                        

Laras sudah menyiapkan gaun berwarna biru tua tanpa lengan dengan bagian atas menutupi lehernya. Gaun yang jatuh diatas lutut laras sangat terlihat elegan dan cantik. Rambut panjangnya sudah berubah menjadi gelobang – gelombang besar yang membungkus wajah laras dengan menawan. Riasan wajah yang simpel yang laras lakukan sendiri membuatnya terlihat menawan sekaligus sederhana. Setelah memakai stiletto berwarna hitam dan mengambil tas tangannya laras segera bergegas keluar dari apartemennya.

Sampai dilantai dasar laras melihat sosok yang sangat dikenalinya dengan setelan menawan berwarna silver dan tanpa kacamata. Mata itu terlihat jelas tanpa harus terhalangi membuat bagian dari tubuh laras berteriak kegirangan. Tapi sekali lagi ego laras memenangkan segalanya, ia berjalan melewati yoda yang berdiri membelakanginya dengan gugup.

“ Sialan!! “, Maki laras saat mobil yang akan ia pakai sama sekali tidak bisa menyala. Laras berkali – kali menstater mobilnya tapi hasilnya nihil, mobil itu tetap diam tak merespon sama sekali. Laras keluar dari mobil dengan gontai dan berniat mencari taksi.

“ Mobil kamu kenapa?”, Suara itu lagi. Laras menoleh kearah suara yang sangat ia kenali.

“  Mogok “, jawabnya singkat. 

“ Boleh aku lihat? Siapa tahu aku bisa memperbaikinya “, Usul yoda membuat laras mengangguk semangat serta hati yang girang bukan main. Yoda masuk kedalam mobil dan mencoba menstater mobil laras, sekali masih tidak bisa, dua kali tetap tak ada perubahan, yoda pun keluar dari mobil, membuka jasnya lalu melipas kemeja hitam yang  ia pakai dan membuka kap mobil laras, laras hanya mengamatinya dari samping bagaimana yoda terlihat cekatan dan begitu mengerti tentang mesin. tak lama yoda sudah menjabarkan kalau ada beberapa bagian yang harus diperbaiki dibengkel, dan kemungkinan laras tidak bisa memakai mobilnya hari ini.

“ Bagaimana ini..aku pasti telat “, Gumam laras sambil melirik jam digital yang ada diponselnya. Yoda selesai membenahkan pakaiannya dan menghampiri laras.

“ Ikut aku saja “, ujar yoda membuat laras terdiam. Ia mempertimbangkan apakah harus ikut yoda atau menggunakan taksi yang belum kapan datangnya. Laras melirik yoda yang sedang memperbaiki letak jasnya.

“ Baiklah, tapi nanti tolong turunkan aku dijalan patimura saja“,

Yoda mengangguk santai lalu membimbing laras kearah dimana mobilnya terparkir. SUV silver milik yoda yang kali ini dikemudikan langsung oleh yoda. laras memperhatikan yoda yang tengah mengemudi dengan tenang. Sosok yang ia rindukan selama berhari – hari kini ada disampingnya.

“ Kamu keliatan cantik hari ini “, puji yoda dengan senyum mengembang. Laras melirik dirinya, ia sangat bahagia yoda memujinya. Ini kali pertama ia dipuji oleh pria selain, bapak, rama dan Jason. Bahkan romi sama sekali tidak pernah memujinya pada saat masa pertunangan dulu.

“ Terima kasih “, Ucap laras tersipu malu, ia mengalihkan tatapannya pada kaca mobil disampingnya. 

SUV silver yoda akhirnya dengan pasrah menghadapi kemacetan Jakarta disabtu pagi. Laras akhirnya menelpon rahmi memberitahu keadaannya yang masih terjebak macet.

“ Iya Mi...please tungguin aku..iya..aku ngerti..tapi mi..yaudah deh..”, laras menutup telponnya dengan pasrah. Rahmi sudah lebih dulu berangkat karena ia harus menghadiri acara keluarga suaminya dibandung setelah menghadiri pernikahannya romi. Laras menghela mafas panjang.

“ Kamu kenapa?”, Tanya yoda yang melihat laras terlihat lesu.

“ Temenku udah berangkat duluan dan aku nggak mungkin dateng keacara itu sendirian “, Jelas laras dengan pasrah.

“ Yaudah nanti aku temenin, tapi kamu temenin aku dulu, gimana? ”,  Laras menatap yoda tak percaya. Ia bersama yoda? datang keacara romi? Kira – kira apa yang keluarga romi kira ia datang bersama pria baru, tapi ini yang laras inginkan bukan? Datang bersama seorang pendamping dengan langkah anggun dan wajah terangkat dengan penuh hormat. Ia akan mengembalikan kehormatan keluarganya.

“ Baiklah “, Ucap laras membuat yoda tersenyum.

 ****

Laras tak percaya dimana ia sekarang. Hotel ini, acara ini, photo yang terpajang dimuka hotel. Ini tempat yang sama yang akan ia datangi bersama yoda setelah laras menemani yoda terlebih dulu. Ternyata mereka menghadiri acara yang sama. Setelah mengisi buku tamu dan membuat yoda bingung karena laras ikut menuliskan namanya dibuku tamu juga.

“ Kenapa kamu tulis nama kamu?”, Tanya yoda dengan dahi berkerut. Laras tersenyum, membuat yoda semakin bingung. Laras tampak mengeluarkan sebuah undangan yang sama dengan yang yoda pegang saat ini.

“ Ini acara yang sama yang mau aku datengin, aku nggak nyangka kamu kenal sama romi juga “, Jelas laras membuat yoda terkejut lalu keduanya tertawa bersama.

“ Ini benar – benar kebetulan yang luar biasa “, Ujar yoda saat berjalan bersama laras kedalam ballroom.

“ Sangat”, sahut laras dengan mata mengelilingi pandangan keseluruh ballroom. Rencana pernikahannya dulu dengan romi bahkan tidak semewah ini. Diadakan dirumah dengan pesta yang cukup sederhana. Hati laras seperti disayat pabila mengingat kejadian itu.

“ Laras..”, Panggil yoda, laras menoleh kearahnya. Yoda tampak sangat tampan dan gagah dengan setelan jasnya, wajah bersih dengan brewok disekitar dagu serta mata indah tanpa kacamata. Laras ingin menangis dan menghambur dalam pelukan yoda detik itu juga. Dirasakan sebuah kehangatan ditelapak tangannya yang kini telah dalam genggaman yoda.

“ Ayo masuk “, ucap yoda lembut membuat laras tersihir dan mereka memasuki ballroom dengan tangan laras dalam genggaman yoda. getaran dalam hati laras makin kencang bisa memuncak kapan saja. Ia akan kehilangan pijakannya lagi, tapi saat ini yang laras butuhkan hanya bersama yoda dengan tangan dalam genggaman dan mata indah yang menatapnya seolah penuh cinta.

Ketika melihat pelaminan besar dengan adat jawa yang sangat kental laras ingin segera lari saja dari tempat itu, tapi genggaman yoda sangat erat membuat menatap mata yoda kembali.

“ Kamu bersamaku,,, aku janji tidak akan terjadi apa – apa “, ucap yoda seakan – akan ia tahu apa yang laras rasakan saat ini. Membuat laras mengangguk setuju dan mereka kembali berjalan mendekati pelaminan dan ikut mengantri bersama tamu yang lain. Wajah laras tertuduk saat melihat sosok romi dengan gagah bersanding dengan wanita pilihannya. Bukan laras, dan tak mungkin laras.

Saat tiba saatnya laras dan yoda untuk menyalami pengantin, tatapan Danu Santoso, ayah romi tertuju padanya. Gerakannya salah tingkah, ditambah ketika ia melihat tangan laras dalam genggaman yoda.

“ Selamat ya pak  “,Ucap yoda dengan sopan pada pak danu. Om danu tepatnya, laras biasanya memanggilnya dengan ebutan om saat statusnya maish tunangan romi. Pria baruh baya itu bahkan pernah menyuruh laras untuk memanggilnya dengan sebutan papa sesaat setelah laras menerima pinangan dari keluarga santoso.

“ Terima kasih pak prayoda karena sudah berkenan hadir “,Sahut Om danu membuat laras menatap om danu dengan tatapan bingung. Pak Prayoda? Kenapa om danu memanggil yoda dengan sebutan Pak Prayoda seakan – akan yoda adalah orang penting. Kini giliran laras yang menyalami om danu.

“ Om..selamat ya..saya turut bahagia untuk romi “, ucap laras dengan senyum yang coba ia pasang semampunya. Tante Priska, ibunya romi bahkan shock dan menatap laras seperti ia melihat hantu.

“ Tante, selamat ya..’, ucap laras tante priska membalas senyuman laras dengan senyuman datar.  Laras tak ambil pusing, ia kini langsung berhadapan denagn romi yang tampak tampan dengan beskap jawa berwarna silver. Laras menatap romi yang sedang bersalaman denagn yoda, romi terlihat sangat menghormati, terbukti ia berkali – kali memegang tangan yoda sambil membungkuk.

“ Sekali lagi terima kasih ya pak sudah sudi hadir, sama siapa pak? “, Tanya romi, yoda menoleh kebelakang dan menemukan laras tengah menatapnya. Ia menarik tangan laras dan merangkul laras dengan hangat.

“ Kenalin calon istri saya, namanya larasati “,

 ****

Update hari ini dikit banget...tapi semoga yang merindukan yoda hari bisa terobati..hehehe
Saya update lagi dihari jumat ya..besok saya mau holiday sama pacar tercinta.. *nggak ada yg nanya

Saya masih terus akan mengucapkan terima kasih sebanyak - banyaknya untuk semua reader yang dengan tulus memberikan vote dan menanti cerita saya..

Love,

bebyZee 

The Real Love ( The Wiryawan Series )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang