Part 11

203 28 4
                                        


Rara POV

Aku membuka mata ku perlahan, cahaya lampu membuat mata ku sedikit silau. Samar samar aku mulai meyadari bahwa aku sudah berada di kamar ku. Kepala terasa sangat sakit sekali, dan apa yang terjadi ? ASTAGAA......

Iya iya, aku ingat, pernyataan pak Alvian tadilah yang membuat seperti ini. Tuhan apakah ini mimpi?? Ah tidak mungkin ini mimpi, ini nyata. Tapi kenapa? Kenapa harus aku? Bukan kah banyak wanita yang lebih menarik lagi di luar sana ?

Kini aku melihat sosok nya di depan pintu kamar ku. Entah apa yang sedang bergejolak di dalam fikiran bos ganteng ku ini. namun, dari sini aku bisa melihat sebuah beban yang menggantung di punggung nya. Pelan pelan aku bangkit dari tempat tidur ku. Aku mulai melangkah kan kaki ku mendekat ke arah pak Alvian. Dan tampak nya tidak sadar dengan pergerakan ku.

Semakin dekat, semakin dekat, dan deeegggg........

Tiba tiba pak Alvian berbalik dan aku yang sedari berada di belakang nya kini dapat mencium wangi parfum bos ku ini. Dadanya yang bidang kini bersentuhan dengan hidung ku. Aku mulai mendongak kan wajah ku. Aku menatap mata itu, dekat sangat dekat. Aku melihat lingkaran hitam itu juga menatap ku hangat.

Tiba tiba pak Alvian menundukkan wajah nya. Semakin dekat, dekat, dan akhirnya bibir lembut pak Alvian kini menyentuh permukaan bibir ku. Pagutan lembut dari pak Alvian membuat ku tidak bisa berbuat banyak. Ada banyak pertanyaan yang berputar di dalam benak ku. Tapi entah mengapa ada kehangatan yang menyelimuti diriku saat pak Alvian mencium bibir ku.

Dia melepas kan ciuman kami perlahan. Tangannya menggenggam kedua tangan ku. Sekuat tenaga aku menahan diri ku. Tapi jantung ini seakan ingin meloncat keluar. Tenang lah Raraaaa........

"Menikah lah dengan ku Rara Agnesia, kumohon" tampak raut memohon pada wajah pak Alvian.

"Tapi kenapa Pak?" jawab ku tertunduk.

"Tolong Ra, hanya kamu harapan saya, saya akan di jodoh kan oleh orang tua saya jika lusa saya tidak bisa membawa calon menantu untuk mereka. Saya mohon, terimalah" jelas pak Alvian.

"Tapi anda tidak mencintai saya, bagaimana mungkin saya akan menikah dengan seseorang yang tidak mencintai saya, dan bahkan menikahi saya secara terpaksa, tidak mungkin Pak" aku tidak bisa menahan air mata ku.

"Saya akan belajar mencintai kamu Ra, saya akan memberi semua yang kamu mau, kamu boleh berhenti bekerja, kamu boleh melanjut kan sekolah kamu, apapun yang kamu mau Ra" dia terunduk.

Ya Tuhan, sekarang apa yang harus aku lakukan. Aku tidak butuh semua penawaran yang di berikan oleh Pak Alvian, kecuali satu, dia akan belajar mencintai ku. Benar kah? Bagaiman jika itu hanya omongan manis belaka?"

"Saya tidak perlu semua harta anda, baik lah, saya mau menikah dengan pak Alvian. Tapi yang perlukan hanya satu, belajar lah untuk mencintai saya. Saya juga akan tetap bekerja dengan pak Alvian. Dan satu lagi, jangan pernah menyentuh saya sebelum pak Alvian menemukan rasa cinta itu" air mata ku tak mampu lagi untuk ku bendung. Dan lagi aku harus mengorban kan persaan ku. Dimas, maaf kan aku.

"Kamu serius? Baik lah, saya berjanji akan menjadi suami yang baik untuk kamu" jawab pak Alvian.

- - - - -- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 



Kiss the RainCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang