Part 16 : Yes, I Love Him

232 28 11
                                        


Selamat membaca ...

Selesai makan dan beristirahat, Rara dan Alvian berpamitan untuk kembali pulang ke Jakarta. Sebelum nya Ibu Rara sudah berkali-kali membujuk mereka agar menginap semalam dua malam. Tapi Alvian sangat sibuk, masih banyak urusan di dunia bisnis nya yang harus segera ia selesai kan. Beberapa meeting juga sudah menantinya. Besok juga Alvian harus berangkat ke Singapore untuk meninjau secara langsung lokasi industri yang akan di bangunnya di negara Singa tersebut. Hastoraharjo Group yang berada di bawah naungan Alvian baru saja membuka jalur kerjasama dengan salah satu perusahaan besar di Singapore dalam bidang property.

Setelah mengetahui kesibukkan Alvian akhirnya Ibu Rara dapat memaklumi nya. biar bagaimana pun juga, Alvian bekerja keras juga untuk mencukupi kehidupan rumah tangga Alvian dan Rara juga nantinya. Setelah berpamitan, Alvian dan Rara kembali masuk ke dalam mobil BMW Silver milik Alvian yang super mewah (gambar di media).

Alvian mulai menginjak pedal gas dan mobil pun mulai berjalan menjauhi kediaman Rara.

"Mas nanti pas di pertigaan jalan kita belok kiri yaa, gak jauh dari situ makan ayah" ujar Rara.

Alvian hanya mengangguk paham.

Setelah sampai di makam Ayah Rara, mereka langsung berjongkok di sisi makam yang yang di selimuti tanah cokelat pekat itu. Rara mulai mengelus batu nisan milik Ayah nya.

"Ayah, maaf Rara sekarang udah jarang main ke tempat Ayah. Sekarang Rara udah kerja di Jakarta. Rara baik-baik aja kok yah, Rara gak jadi anak yang cengeng lagi. Kan dulu Ayah pernah bilang ke Rara, apapun masalah yang Rara hadapi, Rara harus kuat. Rara kangen sama Ayah. Oh iya, ini Rara bawa calon su suami Rara yah. Kenalin, namanya Alvian Hastoraharjo. Meskipun dia jarang ngomong alias cuek bebek, tapi dia biak kok yah. Rara ke sini juga mau minta restu Ayah. Bulan depan Rara akan menikah dengan mas Alvian yah, Rara akan menempuh hidup baru Rara hikss hiksss." Rara tidak kuasa menahan tangis nya. Dia sangat merindukan kehadiran Ayahnya.

Alvian yang tersadar jika Rara menangis langsung mengusap punggung Rara agar kesedihan gadis kecilnya ini sedikit berkurang. Rara menundukkan kepalanya dan menangis dalam diam. Alvian merasa prihatin dengan Rara "gadis ini pasti sangat merindukan Ayah nya" gumam nya dalam hati.

"Om, kenalin saya Alvian Hastoraharjo. Saya ehm calon suami Rara. Minggu depan saya akan melamar putri om dan bulan depan kami akan melaksanakan pernikahan kami. Saya berjanji akan menjaga putri om. Menyayangi nya dengan sepenuh hati. Saya berjanji tidak akan mengkhianati dan ini akan menjadi pernikahan pertama dan terakhir kami. Saya mohon restu dari Om" ucap Alvian. Tapi entah mengapa ada perasaan khawatir saat dia menyebut kan ini adalah pernikahan pertama dan terakhir nya. Dia tidak yakin dengan ucapan nya tersebut. Apakah dia mencintai Rara? Tentu saja jawabannya adalah tidak. Terpaksa, pernikahan ini di lakukannya karena terpaksa.

Belum selesai Alvian bermain dengan berbagai pertanyaan di fikirannya, tiba-tiba sentuhan tangan lembut menyentuh permukaan tangan kiri nya. Di lihat nya Rara sedang menatap nya dalam, sangat dalam. Apa yang di fikirkan wanita ini? kembali satu pertanyaan muncul dalam benak nya.

"Ayo pulang, udah sore. Lagipula mas pasti masih punya banyak kerjaan" ucap Rara mencairkan suasana yang sempat hening.

"Hm baiklah" jawab Alvian.

"Ayah Rara sama mas Alvian pulang dulu yaa, Rara janji deh Rara akan sering-sering ke sini" Rara mengusap batu nisan Ayah nya, lalu berdiri dan mulai berjalan menjauh di susul oleh Alvian di belakang. Rara menghapus sisa air mata di pipi nya.

Mereka kembali masuk ke dalam mobil. Sekarang sudah jam 5 sore, perjalan ini pasti membutuhan waktu sekitar dua jam. Seperti biasa, keadaan selalu hening. Alvian dan Rara lebih tertarik dengan fikiran masing-masing

Kiss the RainCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang