#LIMA BELAS

11.2K 397 2
                                        

Lima hari telah berlalu sejak kejadian di hotel itu. Aku dan Dimas pun semakin dekat. Rasa senang pun selalu menyelimuti hari-hariku saat bersama Dimas. Norak? Alay? Ya ngga papa dong. Namanya juga baru pertama ngerasain pacaran. Dan ternyata pacaran itu seru ya. Ya, walaupun aku hurus menerima resiko cemburu ketika menerima dimas dalam hidupku.

Sisa liburanku kini tinggal satu minggu. Sebelum liburanku berakhir Dimas berniat mengajakku ke Jogja untuk bertemu ayah sama mama.

Apa yang pernah di bicara kan Dimas waktu itu benar-benar tidak main-main. Dia membuktikan niat seriusnya. Dia ingin melamarku kepada orang tua ku.

Soal kuliah. Tenang aja. Aku akan terus meneruskannya walaupun nanti aku akan menikah. Dimas mendukung sepenuhnya impianku.

Impian menjadi guru matematika yang menyenangkan dan tidak di takuti oleh murid-muridnya.

Selama dua hari itu juga kami banyak bercerita tentang diri masing-masing. Kami bercerita dari pagi sampai malam. Waktupun tak terasa saat kami sedang bercerita.

Dimas kini pun tau. Aku ini seorang kpopers. Seorang inspirit. Seorang penggila drama korea. Seorang pecinta sepak bola eropa. Fans Bayern Munchen. Yang ini yang membuat Dimas kaget. Tak kelihatan menyukai nya. Seorang anak perempuan sepertiku suka dengan sepak bola. Dimas saja yang laki-laki sampai geleng-geleng kepala karena dia kalah pengetahuan bolanya di bandingkan aku.

Kini juga aku sudah tahu beberapa hal tentang Dimas. Yang membuatku tak percaya adalah ternyata aku ini fist love nya dima dan itu love at first sight lagi.Ulala. Aku sungguh tak percaya.Laki-laki seperti Dimas?

Dia itu tampan. Sangat malah. Dia juga sukses dalam karirnya. Dia berhasil mengapai cita-citanya menjadi head chef. Padahal usianya masih muda. Tapi kosekuensi yang dia harus tanggung adalah dia harus bisa menjalankan 2 tanggung jawabnya. Menjadi head chef dan CEO perusahaan ayahnya. Ya walaupun perusahaan ayahnya bergerak di bidang perhotelan juga. Tapi tetap saja susah. Kalau aku menjadi dia pasti kepalaku ini akan meledak.

Yang bisa aku lakukan adalah hanya mendukungnya dan menyemangatinya.

gom semari ga
han chibe isseo
appa gom
eomma gom
aegi gom

Ponselku berdering Suara 3 beruang. Akh, aku sangat suka lagu itu.

chef dimas

Dimas menelponku.

"Annyeong" jawabku mengangkat telepon dari Dimas.

Tidak ada jawaban disana hanya saja.......

Naeui sarang naeui jeonba haneul inaeri cheonsa
(cintaku, segalanya bagiku,bidadariku dari surga)

Naeui du nuneul naeui sesangea moda hum chyeo beoryesseo
(ke dua mataku, duniaku kamu memenuhi semuanya)

littlel star......
tonight.....

Bamsae naega jikyeo jul geoya
(baik, aku akan mengawasi kamu)

Ini kan lagu nam woohyun di drama high school love on. Dimas. Dimas menyanyikannya untukku.

"Gimana bagus ngga?" Pertanyaan Dimas membuyarkan lamunanku.

"hah?" Jawabku kaget. Sungguh aku masih kaget Dimas menyanyikan itu.

"gimana bagus ngga? Gw latihan dari tadi tuh buat lu doang. Keren kan gw hehehe"

"Bagus. Kok bisa lu kepikiran nyanyiin little star?" Tanyaku penasaran.

"karena lu suka. Lu suka sama woohyun kan? Lu juga suka sama drama itu kan?"

MARRIAGE WITH YOUCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang