#EMPAT

13.4K 495 4
                                        


"oke anak-anak. Waktu sudah habis. Berhenti mengerjakan soal. Lalu ambil tas kalian. Dan keluar dari ruangan." Pengawas itu berdiri di depan kelas sambil melihat kekanan dan ke kiri.

Aku beranjak dari tempat duduk dan menghela nafas panjang. akhirnya selesai juga batinku.

Anak-anak keluar dari ruangan tanpa berebut. Aku pun hanya mengikuti mereka keluar.

"ndy, kita hangout nyok! Mumpung udeh kelar UN nih" Ajak Juli yang sudah menunggu ku di DPR ( Dibawah Pohon Rindang) .

Aku menghampiri Juli dan Okta. "Kemandosse..?"

"hhmmmmm" tampak okta sedang berfikir.

"gimana kalo kita ke caffe yang waktu itu tuh.... apa tuh namanya? Gw lupa" celetuk juli

"akh, whats up" jawab Okta.

"ya udah ayok!" Ajakku dan di barengi oleh Juli dan Okta yg beranjak dari DPR.

"cussss" kami berjalan melangkah dari sekolah dan menuju tujuan kami.

***

"ndy, tadi gimana tadi? Sukses?" Okta membuka pembicaraan saat kami baru sampai di caffe.

"ya,, gitu deh,ta. Gw udah memberikan yang terbaik" aku tersenyum ke pada Okta.

"lagian sih lu, gw tawarin kebetan ngga mau." Kata Juli sambil membuka buku menu.

"lu tau kan gw orangnya kaya gimana ? Lu kaya baru bertemen sama gw baru satu dua hari." Jelasku. Dan tak lama waiters menghampri kami. Kami memesan apa yang kami ingin kan. Dan waiters itu pun meninggalkan kami.

"iya, elu itu paling ngga suka kebohongan. Dan elu selalu menjunjung tinggi ke jujuran" jawab Juli dengan nada yang meledek.

"Yupsss, anda tepat sekali. Satu juta." Okta menjawab perkataan juli yang sempontan membuat kami tertawa.

Makanan datang. Dengan mentap makan yang sekarang di atas meja saja sudah pada demo ini cacing di perut. Sebelum mulai menghajar makanan, kami sempat saling tatap. Dan tawa pun lagi. Memandang ekspresi muka masing-masing.

Di tengah-tengah kami sedang menyantap makanan. Aku mendengar lagu infinite- be mine yang sepontan aku berteriak "Woo hyun-ah !" Membuat Juli dan Okta yang sedang makan sempat tersedak.

"Dasar GESREK!" Okta berteriak padaku.

"lagu nya woo hyun gw di puter" Okta dan Juli menatapku sinis. "beneran! itu lagu infinite-be mine."

"apa harus ya teriak gitu? Ngagetin aja tau!" Jawab juli

"abisnya kan jarang lagu kpop di setel." Aku menundukan kepalaku karena merasa malu.

"tapi ngga usah segitunya juga, gesrek." Okta membalas sambil menggetuk kepalaku dengan sumpit.

"iya,iya,, ya udah lanjutin makannya."

Aku tahu, si Juli sama Okta emang rada kesel kalo aku udah membawa-bawa korea. Karena dari kami bertiga hanya aku yang suka dengan kpop. Ya sih, memang sering kali kelewat batas kalo udah ngomongin kpop. Apalagi kalo udah menyangkut Woo hyun, salah satu personel boyband Infinite. Dari suranya yang keren, orangnya yang gesrek dan alay. Itu membuat aku jadi tergila-gila dengannya. Ya, walaupun ngga sampai fanatic bangat. Masih di ambang normal.

"gengs abis ini kita mau kemana nih? Ngga mungkin pulang kan? Ini kan hari kemerdekaan kita." Suara juli memecahkan lamunanku.

"gimana kalo kita karoke aja." Jawabku yang di lanjut oleh Okta.

"iya,tuh kitakan udah jarang bangat karokean semenjak kita kelas 12"

"ya udah ayu! abis ini kita langsung cusss." Kata ku sambil mengkerlingkan mata.

MARRIAGE WITH YOUCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang